Read Aloud (Membaca Nyaring) Ebook Doti Kupu Suka Berteman dengan Semua

Halo Sahabat Pembaca…

Pernah dengar read aloud atau membaca nyaring? Sudah pernah membaca nyaring sebuah buku?

Apa sih membaca menyaring itu? Menurut pemahaman saya, read aloud atau membaca nyaring adalah aktivitas membaca buku dengan bersuara, dalam situasi yang menyenangkan bagi pembaca juga pendengarnya. Jika membaca nyaring dilakukan untuk anak-anak, aktivitas membaca nyaring juga tidak hanya membaca kata dan kalimat yang ada, ada kalanya harus membaca gambar untuk menjelaskan kepada anak situasi yang terjadi dalam sebuah cerita.

Hari ini seorang sahabat penulis mengunggah read aloud ebook Doti Kupu Suka Berteman dengan Semua, di channel Youtube-nya yang bernama Adi Pengisah. Kak Adi Pengisah membaca nyaring ebook Doti dengan sangat baik sekali, keren deh pokoknya. Sahabat Pembaca bisa simak langsung videonya di sini —> Video read aloud Doti Kupu.

Saya juga pernah membaca nyaring Doti Kupu Suka Berteman dengan Semua saat mengikuti challenge membaca nyaring di Instagram. Hasil video apa adanya tanpa editing tanpa pengarah gaya apalagi kamerawan ☺️.

Simak di sini —> Video membaca nyaring Doti Kupu.

Bagi yang ingin membaca nyaring sendiri ebook Doti Kupu Suka Berteman dengan Semua, PDF-nya bisa diunduh di sini –> EBOOK DOTI KUPU SUKA BERTEMAN – Paskalina Askalin

Gara-gara Challenge Membaca Nyaring Jadi Suka Let’s Read

Bulan April lalu saya mengikuti challenge 21 hari seru membaca nyaring yang diadakan di Instagram Read Aloud Indonesia. Setiap hari ada tema baru yang harus dibacakan dengan tantangan-tantangan menarik. Challenge membaca nyaring baru kali ini saya ikuti dan luar biasa berat bagi saya.😅

Membaca nyaring buku cerita sudah sering saya lakukan bersama Kenan, hanya saja tidak bisa semua aktivitas membaca nyaring bisa saya videokan atau saya rekam. Keterbatasan tangan saya yang hanya dua ✌️sulit kalau harus membaca nyaring diikuti pegang kamera😁.  Sehingga mengikuti challenge dengan tagar #21HSMN ini benar-benar luar biasa berat bagi saya. 

Berbagai macam bacaan saat mengikuti challenge #21HSMN. Lengkapnya bisa dilihat di IG @paskalina_askalin.

Continue reading

Ketagihan Baca Cerita dari Let’s Read

Bunda ayo tidur, bacain 10 Let’s Read ya.” Itu yang selalu diminta Kakak Kenan sebelum tidur dua mingguan ini. Kenan telah jatuh hati pada cerita-cerita dari Let’s Read.

Bersyukurlah anak zaman masa kini, ada banyak sekali jenis bacaan yang bisa dipilih. Bahkan tanpa biaya pun bisa mendapatkan bacaan dari berbagai negara dan dalam berbagai bahasa. Salah satu tempat membaca asyik yang menyuguhkan beragam bacaan dari berbagai negara dan berbagai bahasa adalah Let’s Read. Let’s Read ini bisa dibaca melalui desktop PC atau laptop. Selain itu, kita juga bisa mengunduh cerita dalam bentuk PDF. Let’s Read juga bisa diunduh dalam Playstore sehingga Let’s Read bisa dibacakan pada anak kapan saja di mana saja.

Kenan dibacakan buku cerita dari Let’s Read oleh Ayah.

Continue reading

Merancang Home Learning untuk Anak Usia PAUD/TK ala Paskalina Askalin

Saat pandemi Covid-19 semua sekolah libur beralih ke belajar daring. Kenan pun sebagai siswa taman kanak-kanak harus ikut belajar daring.

Sebenarnya Kenan baru ikut-ikutan sekolah di TK maksudnya untuk adaptasi sebelum masuk di tahun ajaran baru di TK B. Kenan masuk di kelas TK A pada semester dua bulan Januari 2020. Baru masuk bulan ketiga di sekolah, pandemi terjadi dan Kenan harus di rumah.
Kenan yang menginginkan cepat-cepat masuk sekolah.  Awalnya saya mengajak Kenan ke sekolah untuk mendaftar di TK B dan kegiatan belajar mengajar baru dilakukan bulan Juli 2020. Tapi Kenan sudah tak sabar ingin segera sekolah.

Continue reading

New Normal (Kenormalan Baru), Apa itu?

Sore ini ibu saya bertanya pada saya, “Normal baru iku opo?” Dengan bahasa sederhana saya mencoba memberikan jawaban. Normal baru atau new normal itu misalnya dulu sebelum pademi, memakai masker ke mana-mana itu berarti tidak normal atau orang yang sakit. Sekarang setelah pandemi terjadi dan masih ada, memakai masker itu adalah normal, normal yang dimaksud adalah normal baru.

Kata normal baru atau new normal ini menjadi perbincangan hangat saat ini di Indonesia juga di dunia. Ada begitu banyak info grafis yang menjelaskan teknis pelaksanaan ketika normal baru di berlakukan di semua aspek kehidupan kita.

Continue reading

Membaca Buku Parenting, Pentingkah?

Tidak banyak buku parenting yang pernah saya baca. Tapi, akhir-akhir ini saya menyempatkan membaca buku parenting. Bahkan, saat melihat ada buku parenting yang temanya menarik, saya langsung ingin membelinya. (Menarik dalam arti saya perlu lebih mendalami ilmunya.)
Saat ada keinginan beli buku baru, pasti yang terlintas di pikiran saya membeli buku bertema parenting. Seperti saat ini, saya melihat sebuah buku tema parenting yang sedang saya sukai, buku tentang Montessori yang berjudul Dr. Montessori’s Own Handbook. Bulan ini mungkin belum ada pengeluaran untuk buku, bulan depan buku ini harus bisa saya miliki.

Buku yang ingin dibeli ☺️

Saat menjelang kelahiran si kakak, 6 tahun lalu, saya tidak tertarik membeli buku bertema parenting. Yang saya beli malah buku-buku anak sehingga Kenan saat dalam kandungan hingga sekarang usia 5 tahun suka sekali dibacakan buku anak.

Saat menjelang kelahiran si adik, saya mulai merasa kurang percaya diri, apakah saya sudah benar mengasuh si kakak? Apakah aktivitas yang saya berikan pada si kakak berguna untuk perkembangan otaknya? Ada banyak pertanyaan lain yang muncul di benak saya. Ada banyak cara untuk mencari jawaban dari pertanyaan saya itu, salah satunya melalui membaca buku, itu yang saya pilih.

Membaca buku parenting sambil mengasuh Krisan.

Mulailah saya meyempatkan waktu membaca buku parenting yang saya miliki. Kenapa buku yang saya pilih, padahal ada begitu banyak artikel parenting di internet? Saya pilih buku karena lebih bisa dipertanggungjawabkan isinya. Buku yang saya pilih pun, buku-buku yang ditulis oleh mereka yang terjun langsung dalam mengasuh anak, baik itu guru (praktisi) maupun orangtua yang berpengalaman mengasuh anak hingga menjadi pakar pendidikan dan parenting.

Setelah saya membaca buku-buku parenting, saya rasakan sekali bahwa MEMBACA BUKU PARENTING ITU PENTING. Penting buat siapa?
Buku parenting baik dibaca oleh orangtua, calon orangtua, orangtua muda, pasangan baru menikah, guru, penulis buku bacaan anak, praktisi pendidikan, dan siapa pun yang ingin mengetahui tentang pola asuh anak.
Ada banyak sekali jenis buku parenting. Kita bisa membaca buku parenting sesuai yang kita butuhkan.

Bagi saya saat ini membaca buku-buku parenting yang terkait dengan Montessori itu penting. Kenapa? Sekolah Kenan tidak menerapkan Montessori, jadi saya bisa menerapkan kelas Montessori di rumah. Selain itu, informasi tentang seluk-beluk Montessori bisa saya terapkan untuk si adik, Krisan.
Membaca buku parenting itu sungguh penting bagi siapa saja yang ingin mengetahui informasi baik itu teori pola asuh anak maupun cerita pengalaman orangtua yang menghadapi langsung tumbuh kembang anak.

Bagi saya pribadi, membaca buku parenting menyakinkan saya bahwa pola asuh yang selama ini saya lakukan sudah benar. Misalnya, saya menemukan di buku parenting yang saya baca, aktivitas yang saya lakukan bersama Kenan itu bisa dikatakan mirip Montessori dan layak dilanjutkan serta bisa dipraktikkan pada adiknya, Krisan. Dari membaca buku parenting juga saya menemukan teori-teori yang mendukung pola asuh yang saya lakukan, sehingga saya rasa percaya diri saya pun mulai bertumbuh lagi. Karena rasa percaya diri itu saya jadi ingin membagikan aktivitas saya bersama Kenan dalam sebuah buku. Semoga bisa terwujud, amin.

Cerita 1: Belajar di Rumah Selama  Pandemi

Kegiatan belajar mengajar (KBM) daring yang dilakukan anak saya, Kenan, sudah berakhir dua minggu lalu, tetapi aktivitas belajar tetap saya jadikan rutinitas setiap hari, walaupun hanya 10-30 menit.

Saya tetap ingin mempertahankan kebiasaan belajar di rumah pada Kenan.  Saat Kenan KBM daring dengan gurunya, sebenarnya kan tetap emaknya yang harus mengajak anak, memberikan instruksi, memberi apresiasi, dan sebagainya.  Jadi, selanjutnya tinggal menggali kreativitas belajar di rumah yang menyenangkan.

Belajar di rumah sudah dilakukan Kenan sejak usia 2 tahun, bahkan kurang. Saat Kenan sudah bisa mencoret-coret saya sodorkan buku dan spidol warna. Walau kadang buku tidak dicoret, malah disobek-sobek.

Continue reading