Mentransfer Kata Melalui Aktivitas Membaca

Di sini buku di sana buku
Di tengah ada anakku
Ayo bacakan buku bu ibu
Anak-anak jadi cinta buku

Buku di lemari di kursi ada
Korona kapan perginya
Ayo bacakan buku ayah bunda
Anak-anak menunggunya

Ah kok jadi berpantun segala ☺️
Apakah kabar Sabahat Pembaca yang terkasih, saya berharap Sahabat sekalian senantiasa sehat dan bahagia.

Hari ini adalah hari yang baik untuk memulai rencana baik yang mungkin ingin Sahabat kerjakan. Ya, awal bulan adalah awal yang baik untuk merencanakan sesuatu hal atau banyak hal.

Tepat hari pertama  bulan Agustus saya pun ingin membuat sebuah rencana yang saya harapkan dapat berjalan selama 31 hari ke depan. Saya ingin menulis tentang buku, semua hal bersama buku. Saya ingin menulis resensi buku, ulasan buku, buku rekomendasi, minat baca, buku favorit, manfaat membacakan buku, jenis-jenis membaca  buku, membaca nyaring, membaca cepat, merawat buku, dan sebagainya tentang buku.

Continue reading “Mentransfer Kata Melalui Aktivitas Membaca”

KOMPETISI MENULIS INDIVA 2020 DEADLINE DIUNDUR (15 AGUSTUS 2020)

 

KETENTUAN UMUM LOMBA

  • Naskah novel dan cerpen merupakan karya sendiri, belum pernah dipublikasikan, serta tidak sedang dilombakan dalam kompetisi lain
  • Naskah novel dan cerpen ditulis dalam bahasa Indonesia
  • Isi naskah tidak bertentangan dengan spirit kemanusiaan, keadilan, kebenaran, dan tidak melanggar konstitusi yang berlaku di Indonesia
  • Naskah novel dan cerpen tidak mengandung unsur pornografi, kekerasan, dan hal-hal yang menistakan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan).
  • Naskah diketik, font Times New Roman, font size 12, margin Normal, spasi 1,5, ukuran kertas A4.
  • Keputusan dewan juri bersifat mutlak, mengikat, dan tidak dapat diganggu gugat.
  • Hak publikasi naskah menjadi milik Penerbit Indiva.

Lomba Menulis Novel Anak

Continue reading “KOMPETISI MENULIS INDIVA 2020 DEADLINE DIUNDUR (15 AGUSTUS 2020)”

Manakah Penulisan yang Benar Iduladha atau Idul Adha?

Halo Sahabat, semoga senantiasa sehat.

Sebentar lagi umat Islam akan merayakan hari raya Iduladha. Di media sosial, akan bermunculan ucapan hari raya Iduladha. Namun, masih ada yang belum paham, jika penulisan yang benar sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah Iduladha, dengan tulisan disambung, bukan Idul Adha.

Hari raya Iduladha dikenal juga dengan sebutan Lebaran Haji atau Lebaran Kurban. Biasanya pada Lebaran Haji umat Islam berbondong-bondong ke Mekah untuk melakukan ibadah haji. Namun tahun 2020 ini menjadi berbeda, pandemi telah mengubah segalanya. Demi keselamatan seluruh warga Indonesia, tahun 2020 ini tidak ada semua rencana keberangkatan haji dibatalkan. Pihak pemerintah Arab Saudi pun menutup pelaksanaan haji setelah ada warganya yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Eh kok jadi ngomongin pandemi. Tidak apa ya, segala aspek kehidupan saat ini tak bisa lepas dari pandemi yang masih berlangsung. Semoga pandemi ini segera berlalu. Amin

Pada saat hari raya Iduladha, banyak umat Islam yang menyembelih hewan kurban.

Oh ya Sahabat, apakah Sahabat tahu penulisan yang benar, hewan kurban atau hewan korban? Dua kata, kurban dan korban, ada di Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai kata baku. Namun, ternyata kurban dan korban memiliki perbedaan makna dan perbedaannya itu akan lebih mudah dipahami jika digunakan dalam kalimat.

Sesuai dengan KBBI daring, korban memiliki dua makna:

  • pemberian  untuk menyatakan kebaktian, kesetiaan, dan sebagainya; kurban. Contoh kalimatnya: Jangankan harta, jiwa sekalipun kami berikan sebagai korban.
  • orang, binatang, dan sebagainya yang menjadi menderita (mati dan sebagainya) akibat suatu kejadian, perbuatan jahat, dan sebagainya. Contoh kalimatnya: Sepuluh orang korban tabrakan itu dirawat di rumah sakit Bogor.

Sesuai dengan KBBI daring, kurban memiliki dua makna:

  • (Islam) persembahan kepada Allah (seperti biri-biri, sapi, unta yang disembelih pada hari Lebaran Haji) sebagai wujud ketaatan muslim kepada-Nya. Contoh kalimatnya: Dia menyembelih kerbau untuk kurban.
  • pujaan atau persembahan kepada dewa-dewa. Contoh kalimatnya: Setahun sekali diadakan upacara mempersembahkan kurban kepada Batara Brahma.

Jadi, penggunaan kata yang tepat untuk maksud kurban di hari raya Iduladha adalah kurban, bukan korban. Perbedaan makna kurban dan korban dapat dipahami lebih jelas setelah digunakan dalam kalimat. Jika ingin lebih jelas, Sahabat bisa mengunjungi KBBI DARING.

Untuk Sahabat Muslim, selamat merayakan hari raya Iduladha.

Selamat Hari Anak Nasional

Tanggal 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional. Seperti apakah Anda memaknai hari anak nasional?

Kalau bagi saya sendiri, Hari Anak Nasional adalah pengingat bagi orang dewasa yang menjadi orang tua, guru, kakak, nenek, atau kakek bagi anak untuk benar-benar memahami apa yang diinginkan anak, yang dibutuhkan anak, dan impian anak.

Kadang kita orang dewasa berpikir terlalu jauh. Keinginan anak itu bukan jalan-jalan ke mal, makan di restoran cepat saji, atau dibelikan mainan. Keinginan anak itu bisa sangat sederhana saja. ANAK INGIN DITEMANI, hanya itu saja.

SELAMAT HARI ANAK NASIONAL

Ayo temani anak bermain!

Jangan Kirim Resensi ke Perada Koran Jakarta

Dua minggu lalu saya mengirim resensi ke Redaksi Perada Koran Jakarta. Kemudian berharap-harap cemas, dimuat atau tidak ya resensi saya.

Sebelum mengirim resensi, saya coba telusuri resensi yang dimuat di Perada Koran Jakarta tahun 2020. Hasilnya tidak satu pun saya temukan. Meski begitu, saya tetap mengirim resensi ke alamat email opinikoranjakarta@gmail.com.

Dua minggu berlalu, tak ada kabar konfirmasi. Maka hari ini saya kirim email lagi untuk meminta konfirmasi. Usai saya kirim email, saya buka www.koran-jakarta.com, lalu mengklik rubrik Perspektif. Nah, akhirnya terjawab. Resensi saya tidak akan dimuat, karena rubrik resensi buku sudah ditiadakan mulai 2 Januari 2020. Ini bunyi pengumumannya, yang saya dapatkan di laman Koran Jakarta.

Continue reading “Jangan Kirim Resensi ke Perada Koran Jakarta”

Ulasan Buku: Mewujudkan Khayalan Anak yang Tidak Masuk Akal

Halo Sahabat Paskalina..

Adakah di antara Sahabat yang mengalami seperti saya. Kakak Kenan, meminta dibelikan bus dan mobil travel yang sebenar-benarnya, bukan mainan. Waduhhh, saya harus jawab apa jika begini. Miniatur mobil saja tidak terbeli apalagi aslinya.☺️

Kenan pernah minta dibelikan tongkat sulap seperti milik Nirmala. Yang diminta benar-benar tongkat sulap yang bisa mengubah apa pun. 

Keinginan anak-anak ada juga yang wajar dan bisa dijanjikan untuk membelinya saat memiliki uang. Namun tak sedikit yang menginginkan hal yang mustahil untuk diadakan.

Saking terus-menerus meminta, kadang emosi saya pun bertumbuh menjadi amarah. Saya sadar betul jika amarah bukan solusi mengatasi masalah dengan anak.

Saya mencoba mengatasi keinginan Kenan dengan terlibat langsung dalam khayalannya. Seperti ini ceritanya:

 

Continue reading “Ulasan Buku: Mewujudkan Khayalan Anak yang Tidak Masuk Akal”

Ulasan Buku: Mana Perilaku yang Baik dan Tidak Baik

Sudah lama sekali saya membeli buku ini, 4 atau 5 tahun yang lalu. Saya benar-benar lupa.
Buku ini buku terjemahan yang diterbitkan oleh Penerbit Bhuana Ilmu Populer (BIP) tahun 2013.
Baru beberapa bulan belakangan ini (tahun 2020) saya membacakan buku-buku ini untuk Kenan. Saya sebut buku-buku, karena buku ini berseri terdiri atas 4 judul, sedangkan yang saya beli hanya tiga judul. Buku ini lama tersimpan di kardus dan masih ada plastiknya.

Saat pertama kali buku ini dibacakan untuk Kenan, dia langsung suka dan setiap malam saya diminta membacakan buku-buku ini.
Buku-buku ini memiliki warna kover yang cerah, pink, biru, dan kuning. Buku lainnya yang tidak dibeli warnanya hijau. Buku ini juga memiliki ukuran yang mungil.

Kenapa Kenan suka buku ini? Mungkin ini alasannya.
– karena kover buku ini menarik, penuh warna.
– saat membaca buku ini Kenan harus memberi respons dengan memilih mana perilaku anak baik atau tidak baik, jadi Kenan merasa dilibatkan dalam cerita.
– cerita dalam buku ini sederhana, tentang kehidupan sehari-hari anak saat di rumah, ikut berbelanja, dan saat liburan keluarga, sehingga seakan-akan Kenan mengalaminya juga.

Jadi buku-buku apa yang saya maksud ini?? Inilah bukunya.

Tiga buku seri Aku Anak Baik.

Judul buku:
(1) Aku Anak Baik Saat Liburan
(2) Aku Anak Baik Saat Berbelanja
(3) Aku Anak Baik di Rumah
(4) Aku Anak Baik di Sekolah (belum punya)
Ide cerita: Nathalie Belineau
Teks: Emilie Beaumont
Ilustrasi: Sylvie Michelet

Tampilan dalam buku Aku Anak Baik Saat Berbelanja

Tampilan bagian dalam buku ini disajikan berpasangan, bagian kiri dan kanan. Bagian kiri menunjukkan perilaku anak baik, bagian kanan menunjukkan perilaku anak tidak baik atau sebaliknya. Membacakan buku ini sekaligus dapat berkomunikasi dan menanyakan kepada anak perilaku mana yang baik atau perilaku mana yang patut diikuti menjadi contoh. Jika anak memilih perilaku yang tidak baik sebagai perilaku baik, kita bisa menjelaskan kepada perilaku  mana yang seharusnya dicontoh.

Sahabat Paskalina yang terkasih, coba deh bacakan buku-buku ini untuk anak, adik, keponakan, atau siswa di sekolah. Pasti mereka akan suka dengan buku ini.😀

Note: Malam ini Kenan minta dibacakan buku-buku ini. Dia sudah mengambilnya di rak. Tapi saat mau tidur, Kenan memilih dibacakan buku-buku dari Let’s Read sebanyak 10 judul. Saya bacakan hingga buku ke-6. Di buku ke-7, Kenan sudah tertidur.