Curhat Emak: Belajar di Rumah  yang Sesungguhnya

Kapan pandemi akan berakhir? Siapa yang bisa menjawabnya. Entahlah, mungkin sebulan lagi, setahun lagi, tiga tahun lagi, semoga segera berakhir hanya itu harapan tertinggi semua orang di dunia ini, pastinya. 

Rasanya ingin menikmati lagi, melihat anak-anak berangkat sekolah pagi dijemput oleh mobil jemputan, lalu siang hari pulang dengan senyum kelelahan anak-anak. Ah pandemi, segeralah berakhir. Amin amin amin.

Hari ini si Kakak tidak lagi ada kegiatan belajar jarak jauh. Semester satu telah berakhir dan 15 Desember nanti mengambil rapor. Tapi saya lihat, si Kakak masih belum sepenuhnya siap masuk ke SD. Walaupun masih ada semester dua tahun depan, persiapan untuk duduk di SD masih jauh. Si Kakak harus belajar ekstra untuk mempersiapkan diri duduk di tingkat SD. Jika keadaan normal, saya bisa cari kursus atau les untuk mempertajam kemampuannya. Tetapi dengan keadaan pandemi seperti ini banyak risiko yang harus dihindari. TETAP BERADA DI RUMAH adalah keputusan paling bijak untuk menjauh dari Covid-19.

Continue reading “Curhat Emak: Belajar di Rumah  yang Sesungguhnya”

Buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas, Satu Halaman Segudang Aktivitas

Buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas, Satu Halaman Segudang Aktivitas

Pertama-tama saya mengucapkan syukur, walau masih dalam suasana pandemi buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas dapat terbit. Saya mengucapkan terima kasih pada editor dan redaksi Penerbit Elex Media Komputindo hingga akhirnya menerbitkan buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas.

Dari sisi harga buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas cukup menguras kantong, Rp 90.000. Tetapi saya menjamin, orangtua atau guru tidak akan menyesal membeli buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas untuk anaknya, asalkan tahu cara memanfaatkan buku aktivitas semaksimal mungkin, setiap halaman demi halaman.

Continue reading “Buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas, Satu Halaman Segudang Aktivitas”

Nusantara Bertutur: Apa Benar Meri Merak Sombong?

Dongeng ini dimuat di Nusantara Bertutur,  Harian Kompas edisi Minggu 20 September 2020.

Apa Benar Meri Merak Sombong?

Penulis: Paskalina Askalin
Ilustrasi: Regina Primalita

Meri si burung merak hijau adalah penghuni baru di Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur. Teman-teman baru Meri belum mengenalnya dengan baik. Namun, Meri sudah dijuluki burung merak sombong karena dianggap selalu memamerkan bulu indahnya.

Hari ini diadakan lomba lari di lapangan. Rumah Meri terletak dekat lapangan. Semua binatang yang ikut atau menonton lomba akan melewati rumah Meri.

Kija kijang yang lewat di depan rumah Meri memanggil Meri dengan suara keras.

Continue reading “Nusantara Bertutur: Apa Benar Meri Merak Sombong?”

Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas (2020)

Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas

Dengan Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas anak bisa belajar dan berlatih tujuh keterampilan dan kemampuan lain selain membaca, menulis, dan berhitung, yaitu menebalkan bentuk dan huruf, mewarnai, mengenal alat musik, mencari perbedaan, memasangkan, mengidentifikasi gambar, dan menceritakan gambar.

SPESIFIKASI

Penulis: Paskalina Askalin – Editor: Asteria Renny – Ilustrator: Fendi ISBN13/EAN: 9786230019999 – SKU: 720070890 – Harga: Rp90.000 – Terbit: 14 Oktober 2020 – Kertas: HVS 80 gram – Halaman: 64 Dimensi: 0.3 x 21 cm – Berat: 176 gram

Di mana buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas bisa diperoleh? Sebaran buku KLIK di  sini SEBARAN BUKU DI TOKO BUKU GRAMEDIA

Pembelian online silakan klik di sini GRAMEDIA ONLINE dan KEN KEN BOOK STORE Tokopedia

Resensi Buku Montessori: Keajaiban Membaca Tanpa Mengeja

Keistimewaan Read Aloud dalam Proses Belajar Membaca Tanpa Mengeja

JUDUL BUKU : Montessori: Keajaiban Membaca Tanpa Mengeja
PENULIS : Vidya Dwina Paramita
PENERBIT : Bentang
CETAKAN : Pertama, Maret 2020
TEBAL : xii + 192 halaman
ISBN : 978-602-291-690-1

Membaca buku ini mengingatkan saya pada pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, tentang pendidikan anak usia dini yang berbunyi: kesenangan dalam belajar lebih penting daripada calistung. Di usia emasnya, anak-anak usia dini memang tak perlu dibebani dengan kewajiban belajar seperti harus bisa membaca, bisa berhitung, dan bisa menulis. Anak-anak usia dini harus belajar dengan hati senang tanpa terbeban.

Namun, fakta yang terjadi orang tua menjadi resah saat anak mereka yang duduk di bangku taman kanak-kanak belum bisa membaca. Saat sekolahnya dianggap tak mampu mengajari anak mereka membaca, anak-anak yang masih suka bermain ini harus menghabiskan waktu di tempat les calistung karena saat anak masuk SD harus bisa membaca.

Baca juga: Resensi buku Seni Berbicara pada Anak Panduan Mendidik Anak Tanpa Ngegas

Cara instan belajar membaca pada akhirnya akan membuat anak tidak mencintai proses “belajar” hingga akhirnya takut pada “belajar”.

Mengajari anak usia dini belajar membaca bukanlah sebuah kesalahan, namun orang tua perlu memahami tahap belajar membaca yang benar sehingga anak tidak stres saat harus belajar.

Dalam buku Montessori: Keajaiban Membaca Tanpa Mengeja, Vidya Dwina Paramita, menjabarkan pengalamannya sebagai praktisi pendidikan anak usia dini, saat mempraktikkan belajar membaca tanpa mengeja dengan metode Montessori.

Melalui buku ini, Vidya mengajak para orang tua dan guru untuk merenung sejenak dan memikirkan kembali cara-cara dan metode yang digunakan untuk mengajarkan baca tulis pada anak-anak. Apakah cara-cara yang dilakukan sudah cukup membantu anak tumbuh menjadi pembelajar sepanjang hayat? Apakah betul kita sudah membantu anak-anak? Atau, jangan-jangan kitalah yang membuat anak-anak tak menyukai proses seumur hidup bernama “belajar”?

Dalam Montessori, terdapat dua tahap dalam pengajaran membaca. Tahap yang pertama adalah Tahap Pra-Membaca dan yang kedua adalah Tahap Teknis Membaca. Biasanya, kita sibuk berkutat pada tahap yang kedua, sementara kunci utama kesuksesan ternyata justru ada pada tahap pra-membaca. (Hal. 37)

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada tahap pra-membaca, di antaranya berbincang, bernyanyi, mendengar kata-kata berima, menyimak dongeng, dan read aloud. Mengingat pentingnya kegiatan read aloud dalam tahap belajar membaca tanpa mengeja, Vidya membahas secara khusus pentingnya read aloud pada halaman 47 sampai dengan halaman 54.

Kenapa read aloud begitu istimewa? Ada 4 alasan, pertama, read aloud membantu memperkuat bonding antara orang tua dan anak. Kedua, read aloud membangun cinta segitiga antara orang tua, anak, dan buku. Ketiga, melalui read aloud, anak mendapat asupan kosakata bahasa baku. Keempat, read aloud dapat meningkatkan prestasi akademis. Berdasarkan keempat alasan itu disimpulkan bahwa kemampuan akademis (membaca dan menulis) dimulai dengan kemampuan mendengar. Anak mengumpulkan kosakata yang ia dengar. Ia memahami meskipun belum dapat ia sampaikan secara verbal (berbicara).

Ketika tahap pra-membaca telah terlewati, selanjutnya ada tiga syarat utama pengajaran kemampuan membaca bagi anak usia dini. Pertama, kegiatannya harus dipastikan merupakan kegiatan yang menyenangkan. Kedua, kegiatannya merupakan kegiatan yang bermakna. Ketiga, kegiatannya sesuai dengan tahap perkembangan anak.

Dalam buku ini, Vidya menjabarkan dengan detail tahap teknis membaca yang bisa diikuti oleh orang tua dan guru dengan sangat mudah. Dan, seluruh kegiatan dalam tahap ini amat kental dengan peralatan yang digunakan di kelas Montessori.

Bagaimana tahap praktis membaca tanpa mengeja dimulai? Pada tahap awal pengenalan huruf, dalam Montessori dikenal metode fonik. Dengan metode ini anak dilatih untuk mengenali bunyi huruf, bukan nama huruf dalam alfabet. Anak yang terbiasa mengenali bunyi huruf yang terdapat dalam kata terbukti dapat segera mengorelasikan deretan huruf yang ia baca dengan maknanya (hlm. 65).

Kemudian, orang tua atau guru dapat mengikuti tahap demi tahap praktis belajar membaca dengan mudah. Namun, satu hal yang sering kali diingatkan Vidya, bahwa semua kegiatan yang dilakukan bersama anak saat belajar membaca harus menyenangkan.

Resensi ini ditulis oleh Paskalina Askalin

K A N O P I PI PI PI….

Ara melihat kakaknya Dio dengan saksama. Ara dan Dio sama-sama sedang belajar di rumah. Zoom, video call, dan Youtube menjadi keseharian mereka sejak pandemi terjadi.  Ara kelas TK A, sedangkan Dio kelas 5 SD.

Kalau ibu tak bisa menemani Ara, Dio yang menemani Ara belajar dan mengerjakan tugas dari gurunya.

“Ini namanya apa, Dik?” tanya Dio sambil menunjuk gambar pada buku aktivitas milik Ara.

“Pintu.”

“Atap.”

“Lantai.”

“Kalau ini apa?”

Ara terdiam dengan mulut manyun karena tidak tahu.

“Ini namanya langit-langit,” kata Dio.

“Langit kan ada di luar, tuh,” jawab Ara sambil menunjuk ke arah langit di luar.

“Hampir sama, Dik. Kalau yang di luar langit, kalau yang di dalam langitnya rumah, namanya langit-langit.”

“Oh, langit, langit-langit.” Ara mengulang-ngulang ucapannya.

“Kalau ini apa?” Dio menunjuk lagi sebuah gambar. Ara menggeleng tak
tahu.

“Mungkin atap, kan mirip atap, melindungi kita dari hujan dan panas?” Ara menjawab asal.

“Coba baca ini ka – no – pi,” ajak Dio.

“pi – pi – pi,” jawab Ara sambil tertawa.

“Ara bukan pi – pi – pi, ka – no – pi,” sahut Dio dengan suara keras.

Ibu yang mendengar suara keras Dio langsung menghampiri.

“Ada apa ini Kak Dio,” tanya Ibu.

“Adik, Bu. Dio ajarin baca, Ara malah bercanda.”

Ibu menjelaskan pada Dio jika Ara bukan bercanda. Ara memang belum bisa membaca. Ibu juga mengatakan jika Dio harus sabar kalau mengajari adik.

“Dik Ara, ayo belajar,” ajak Ibu.

“Bu, pipipi itu apa sih, Ara ga tahu apa itu pipipi,” kata Ara diikuti manyun. Ara memang anak yang serba ingin tahu, kalau ada benda yang tidak tahu namanya pasti akan bertanya terus.

“Kita ga punya kanopi, Dik,” timpal Dio, “tapi kalau pipi yang ini.”
Dio menoel pipi Ara yang gembil.

“Ibuu, Kak Dio nyubit Ara,” adu Ara pada Ibu.

“Daripada ribut begini, ayo ke dapur, Ibu punya yang enak dan segar untuk diminum, jus mangga kesukaan Kak Dio dan jus apel kesukaan Ara.”

“Horeeee, jus stroberi,” seru Ara.
Ara dan Dio mengikuti Ibu ke dapur. Ara masih bersenandung.

“Pi pi pi pi.”

“Ka no pi, Dik.”

“Pi pi pi pi.”

“Ka no pi, Dik.”

“Pi pi pi pi, Kak.”

“Ara, ka no pi, bukan pi pi pi pi.”

“Ka no pi pi, ka no pi pi.”

Dio menyerah akhirnya. Dio membiarkan adiknya bersenandung pi pi pi ka no pi. Dalam hati Dio masih berpikir untuk menemukan cara supaya adiknya mau belajar membaca dengan menyenangkan.

“Kak Dio, ayo lihat kanopi?” kata Ara usai meminum habis jus stroberi.

“Pi pi pi pi….,” goda Dio sambil menggelitik Ara. Ara langsung berlari mendekati Ibu.

Uniknya  Buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas

 

Buku aktivitas anak biasanya memuat kebiasaan sehari-hari, seperti aktivitas pagi hari, bangun tidur, mandi, membereskan tempat tidur, lalu sarapan. Lalu membahas tentang hobi membaca, main bola, atau melukis. Lainnya, mencoret benda yang bukan perlengkapan sekolah, membahas tentang profesi, dan lain-lain seputar keseharian anak.

Di buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas tidak akan ada aktivitas seperti yang disebutkan di atas. Lah, terus buku aktivitas ini isinya apa??? Penasaran khan?

Buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas benar-benar akan membuat anak lebih segar mengerjakan lembar demi lembar aktivitas, hingga jadi tidak bosan. Konsep utama buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas adalah mengasah kemampuan CALISTUNG, membaca, menulis, berhitung.

Beberapa tampilan halaman buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas

Buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas ini memuat beragam alat musik yang akan mengajak anak untuk bermain dan beraktivitas. Seperti judulnya yang tertulis 10 in 1, dalam satu buku ini anak bisa belajar dan berlatih 10 keterampilan.

Kesepuluh keterampilan itu adalah:
1. Membaca
2. Menulis
3. Berhitung
4. Menebalkan bentuk dan huruf
5. Mewarnai
6. Mencari perbedaan
7. Memasangkan
8. Mengidentifikasi gambar
9. Bercerita
10. Mengenal alat musik

Beberapa tampilan halaman buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas

Walaupun tertulis 10 keterampilan, sebenarnya yang diperoleh anak bisa berkali-kali lipat. Lembar demi lembar dalam buku  Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas memuat tidak hanya 1 aktivitas/keterampilan untuk 1 lembar. Setiap lembar dalam buku aktivitas bisa dimanfaatkan oleh orangtua/guru/pendamping untuk memberikan pengetahuan lain yang bisa memperkaya wawasan anak. Pembahasan tentang hal ini akan dibahas pada tulisan selanjutnya.

Buku ini bisa diperoleh secara online di GRAMEDIA ONLINE dan KEN KEN BOOK STORE Tokopedia