Ibu di Rumah: Membacakan Buku untuk Anak (Batita, Balita)

“Ayo, masuk kamar. Mau dibacain buku apa?” Begitulah ajakan saya setiap malam ketika mau tidur. Bahkan ketika Kenan tidak mau tidur, rayuan membaca buku ini dan itu, bisa membuatnya menurut untuk masuk ke kamar.

Setiap malam, mulut saya harus siap membacakan paling sedikit 2 cerita atau dua buku bergambar. Nah, kebetulan beberapa hari ini, buku saya menjadi pilihan pertama untuk dibacakan. Saya senang sekali bisa memikat hati anak lanang melalui buku karya saya sendiri.

 

Buku pertama judulnya Bekalku Bekalmu. Bekalku Bekalmu adalah ebook cerita anak PAUD yang menjadi salah satu juara pada ajang Lomba Cipta Karya PAUD 2016. Saya sempat lupa ebook ini. Tapi kemudian saya coba print dan bacakan untuk Kenan. Dan ternyata Kenan suka dibacakan buku ini. Akhirnya saya cetak digital ebook Bekalku Bekalmu ini.

Unduh Ebook BEKALKU BEKALMU

Buku kedua judulnya masih rahasia, karena buku ini akan diikutsertakan dalam lomba GLN NTT 2019. Kenan suka dibacakan ceritanya. Semoga buku ini bisa memikat hati juri. Amin.

Menurut saya, membacakan buku untuk anak bisa dilakukan oleh orangtua kapan saja, tidak hanya saat mau tidur. Apalagi bagi orang tua yang bekerja, harus pintar-pintar membagi waktu untuk anak. Perlu diingat oleh orang tua adalah “anak memang perlu masa depan lebih baik, tetapi saat ini yang dibutuhkan anak adalah dekat dengan orangtuanya.”

Kapan orangtua bisa membacakan buku?

Membacakan buku bisa dilakukan sore hari ketika anak dan orangtua duduk bersama di sofa. Waktu bersama di rumah bisa disisipi oleh aktivitas membacakan buku. Manfaat yang diperoleh tidak hanya membiasakan membaca buku sejak dini, tetapi juga kedekatan anak dan orangtua semakin intens.

Membacakan buku bisa dilakukan ketika sedang menunggu pesawat di bandara. Menunggu adalah waktu yang membosankan bagi anak. Membacakan buku bisa mengalihkan perhatian anak dari rasa bosan menunggu.

Membacakan buku bisa dilakukan saat antre di bank. Antre di bank bisa memakan waktu lebih dari 30 menit. Bagi anak batita atau balita, 30 menit waktu yang lama. Membacakan buku cerita bisa menjadi pilihan orangtua cerdas untuk mengisi waktu menunggu.

Membacakan buku bisa dilakukan saat menunggu dokter di rumah sakit. Pergi ke dokter dan harus antre juga membuat waktu menunggu jadi lama. Jadikan, membaca buku menjadi pilihan cerdas untuk mengisi waktu menunggu.

Membacakan buku bisa juga dilakukan ketika sedang perjalanan naik kereta. Bisa duduk tenang dan menikmati perjalanan kereta bagi anak balita itu sungguh manis. Tetapi perjalanan dengan kereta memakan waktu berjam-jam bisa membuat anak rewel. Nah membacakan buku cerita kesukaan anak adalah ide cerdas untuk mengisi waktu perjalanan yang lama.

Bukan masalah ibu bekerja di rumah atau di kantor, lalu ayah bekerja juga, luangkan waktu sejenak bersama anak-anak kita.
Kembali saya kutip “anak memang perlu masa depan lebih baik, tetapi saat ini yang dibutuhkan anak adalah dekat dengan orangtuanya.”

Nah, jadi, tunggu apa lagi… Segera bacakan buku untuk anak Anda, sebelum anak-anak Anda memiliki kebiasaan lain yang bisa merebut waktu bersama Anda dengan anak Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *