Ibu di Rumah: Main Lego dan Angka (Berhitung)

Hari ini target menulis saya adalah menyelesaikan corat-coret naskah buku aktivitas yang tersisa 10 halaman lagi. Apakah bisa sesuai target? TIDAK.

Ibu di rumah punya segudang rencana segudang keinginan, yang terealisasi tidak sesuai rencana, dan jauh dari keinginan. Tapi tidaklah jadi soal karena memang di sinilah ada banyak cerita tersimpan dari seorang ibu di rumah.

Saya tak bisa membiarkan anak lanang bermain dengan keasyikannya sendiri. Urusan naskah bisa dilanjut nanti saja. Saatnya mencari ide, bermain apa hari ini?

Melihat lego di keranjang, saya pun akhirnya dapat sebuah ide bermain dan belajar. Saya ajak Kenan bermain lego sambil belajar angka. Permainan ini pernah beberapa kali saya lakukan bersama Kenan, jadi bukan sebuah ide baru. Namun, kembali pada catatan pentingnya, yaitu Kenan senang dan mau memainkannya (melakukannya). Ketika Kenan tak suka dan tak hepi, aktivitas ini menjadi gagal total.

Dalam permainan ini yang perlu dipersiapkan adalah 10 lembaran kertas origami warna warni dan mainan lego. Jika tidak ada kertas origami, bisa menggunakan kertas biasa yang bertuliskan 1 hingga 10. Setelah siap, kertas origami bertuliskan angka ditaruh di lantai secara berurutan.

Permainan pun dimulai, Kenan mengambil lego dalam keranjang, lalu mengambil sesuai jumlah angka yang dituju. Kenan mengambil 1 lego menaruhnya di kertas bertulisan angka 1. Kemudian, Kenan mengambil 2 lego lalu menaruhnya di kertas bertuliskan angka 2, begitu seterusnya hingga lego berjumlah 10.

Ketika bermain hari ini, Kenan menaruh jumlah lego sesuai urutan 1-8, kemudian 10 dan 9. Tidak jadi masalah, angka yang mana terlebih dahulu, inti dari aktivitas ini adalah Kenan bisa menyebutkan angka 1-10 dengan benar, Kenan bisa menghitung jumlah benda 1-10 dengan benar, Kenan bisa memahami nilai angka 1-10 walau diacak posisinya.

Bermain lego sambil belajar berhitung bisa dikreasikan menjadi berbagai aktivitas berhitung yang menyenangkan. Benda yang dihitung pun bisa diganti dengan benda lain, misalnya karena aktivitas dilakukan di luar ruangan lego diganti dengan batu kerikil atau daun kering. Mainan anak seperti mobil-mobilan, bola-bola kecil dan lainnya juga bisa menjadi pengganti. Jadi, apapun mainan yang biasa dimainkan anak bisa digunakan sebagai media untuk belajar berhitung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *