Membudayakan Membaca Buku Sejak Anak Usia Dini

Membudayakan kebiasaan membaca buku harus dilakukan sejak anak usia dini. Keluarga sebagai lingkungan terdekat anak, harus memberikan dukungan penuh pada anak supaya anak tertarik dengan buku hingga menjadi keasyikan membaca buku.

Di zaman serba digital ini tentu tidak mudah bagi orangtua membudayakan membaca buku pada anak. Keberadaan gawai-gawai canggih yang mengelilingi lingkungan sekitar anak tidak bisa dihindari. Orangtua tidak bisa mencegah keberadaan, namun yang bisa dilakukan orangtua adalah membiasakan kegiatan lain yang menarik bagi anak sehingga bisa mengimbangi keberadaan gawai. Salah satunya, dengan memupuk kebiasaan membaca buku sejak anak usia dini.

Kenan membaca buku (Foto 22 September 2019)

Anak saya, Kenan, kini berusia 4,8 tahun. Buku menjadi salah satu benda kesukaannya bercampur dengan mainannya. Dibacakan buku menjadi keinginannya setiap saat.

Mendekatkan Kenan pada buku hingga dia menyukai dibacakan buku tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Seperti pepatah Jawa yang mengatakan, tresno jalaran soko kulino, yang artinya mencintai karena terbiasa. Kebiasaan membaca yang dilakukan terus-menerus, lama-lama akan menumbuhkan cinta pada membaca buku.

Memperkenalkan Buku pada Anak Sejak Usia Dini

Kalau ditanya, sejak kapan saya memperkenalkan buku pada Kenan, jawabannya adalah sejak Kenan masih dalam kandungan. Tujuannya sederhana saja, saya ingin anak yang ada di kandungan mendengarkan hal-hal yang baik dan mengenali suara saya dengan baik.

Saat usia Kenan 3,5 bulan, ketika tangan mungilnya sudah mulai bisa menggenggam sesuatu, saya berikan dia buku bantal. Buku bantal adalah buku kecil yang dilapisi spon sehingga aman dan jika digenggam oleh bayi. Saya ingat betul dia menyukai buku itu sebagai mainannya. Tentu saja dia tak mungkin bisa membacanya, buku bantal itu digenggamnya lalu dimasukin mulutnya.

Kenan dibacakan buku sebelum tidur (Foto 22 Agustus 2018)

Saat usianya 7 bulan, setiap malam saya bacakan buku cerita dengan gambar-gambar yang cerah. Dia mungkin belum paham ceritanya, tetapi dia tertarik melihat gambar-gambar yang ada dalam buku.

Usianya terus bertambah, sejak usia 2 tahun hingga sekarang, saya yang menjadi kewalahan menerima permintaannya. Setiap mau tidur malam atau tidur siang, Kenan minta dibacakan buku. Paling tidak 3-5 cerita anak harus saya bacakan sebelum dia tidur.

Dengan demikian, saat ini saya sudah berhasil membudayakan membaca buku pada Kenan. Kini yang harus saya lakukan adalah mengonsistenkan kegiatan membaca buku ini hingga benar-benar mendarah daging dalam keseharian Kenan.

Tidak Bisa Dilakukan Secara Instan

Membudayakan membaca buku pada anak memang tidak bisa dilakukan secara instan, keluarga, terutama orangtua memiliki peran yang amat besar. Orangtua menjadi suri teladan bagi anak-anaknya. Tidak hanya soal karakter baik atau perilaku baik, perihal membaca buku, anak-anak perlu contoh yang bisa ditiru. Seperti halnya Kenan, ketika melihat ayahnya memegang buku, Kenan pun turut memegang buku. Walaupun saat itu hanya sebagai kegiatan meniru, kebiasaan tersebut sudah tertanam dalam kehidupan sehari-harinya.

Kenan Meniru Ayah Membaca Buku (Foto 28 Juli 2018)

Dukungan Semua Anggota Keluarga

Selain orangtua, tentunya dukungan anggota keluarga lain juga amat diperlukan. Kenan sudah terbiasa dibacakan buku oleh saya atau ayahnya. Ketika saya atau ayahnya tidak ada, anggota keluarga lain, misalnya nenek, dapat menggantikan posisi tersebut. Hal ini akan semakin memupuk kebiasaan membacakan buku.

Kenan dibacakan buku oleh Uti/Nenek (Foto 27 Juli 2018)

Pentingnya Literasi Membaca dan Menulis

Mengapa membudayakan literasi membaca dan menulis itu penting untuk dilakukan? Karena membudayakan literasi membaca dan menulis memiliki manfaat yang sangat besar untuk perkembangan anak, apalagi jika dilakukan sejak anak usia dini.

Meskipun saat ini Kenan belum genap berusia 5 tahun, manfaat budaya baca yang sudah saya terapkan sejak usia Kenan masih kurang dari 1 tahun, sudah bisa saya lihat. Manfaat yang jelas sekali terlihat adalah Kenan mampu menceritakan isi buku yang sudah beberapa kali dibacakan untuknya. Selain itu, Kenan memiliki kekayaan kosakata yang luar biasa, di atas kemampuan anak-anak seusianya. Kenan juga bisa melafalkan kata dengan sangat jelas. Sebagai contoh Kenan bercerita, dapat dilihat pada channel Youtube berikut ini: https://www.youtube.com/watch?v=fQJTar6tdjI.

Saya sudah membuktikan bahwa membiasakan membaca buku pada anak sejak usia dini itu memiliki banyak sekali manfaat. Oleh karena itu, bagi orangtua yang belum membudayakan membaca buku, segeralah memberikan waktu lebih untuk anak dalam kegiatan membaca buku. Tak perlu waktu lama, 10-15 menit sehari pun sudah sangat cukup, asalkan dilakukan secara konsisten. Selain anak menjadi cerdas, ikatan batin antara anak dan orangtua juga semakin dekat.

#SahabatKeluarga #LiterasiKeluarga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *