New Normal (Kenormalan Baru), Apa itu?

Sore ini ibu saya bertanya pada saya, “Normal baru iku opo?” Dengan bahasa sederhana saya mencoba memberikan jawaban. Normal baru atau new normal itu misalnya dulu sebelum pademi, memakai masker ke mana-mana itu berarti tidak normal atau orang yang sakit. Sekarang setelah pandemi terjadi dan masih ada, memakai masker itu adalah normal, normal yang dimaksud adalah normal baru.

Kata normal baru atau new normal ini menjadi perbincangan hangat saat ini di Indonesia juga di dunia. Ada begitu banyak info grafis yang menjelaskan teknis pelaksanaan ketika normal baru di berlakukan di semua aspek kehidupan kita.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, sudah memberikan penjelasan tentang padanan kata new normal dalam bahasa Indonesia, adalah kenormalan baru. Kenormalan baru adalah keadaan yang baru (belum pernah ada sebelumnya). Lebih lengkapnya dapat dilihat pada gambar hasil tangkapan layar di bawah ini.

Sumber gambar: IG @badanbahasakemendikbud

Dari kalimat yang dicontohkan oleh info grafis di atas, jelas bahwa dengan kita menjalani new normal berarti kita melaksanakan protokol kesehatan dalam setiap aspek kehidupan kita. Lebih jelasnya, menurut Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmita, dalam sebuah wawancara dengan kompas.com, new normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun dengan ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Perubahan perilaku saat menjalankan aktivitas normal menjadi new normal tidak semudah membalikkan telapak tangan tentunya. Contoh sederhana yang sering kita langgar di masa pandemi adalah bersalaman ketika bertemu keluarga, sahabat, teman kerja, dan teman baru. Jika tidak bersalaman, takut dianggap sombong.

Bersalaman menjadi gerakan refleks yang kita lakukan, sudah menjadi kebiasaan dan mendaraha daging dalam kehidupan kita. Mengubah kebiasaan itu bukanlah perkara mudah. Namun perubahan itu harus dilakukan guna menekan laju jumlah yang terinfeksi Covid-19.

Saya pribadi dan keluarga, siap-siap saja menjalankan aktivitas new normal jika memang harus dilakukan. Untuk saat ini saya dan keluarga masih tetap konsisten untuk tetap berada di rumah, bekerja dari rumah, anak belajar di rumah, dan beribadah juga di rumah. Jika akhirnya harus pergi keluar rumah, kita siap menjalankan aktivitas new normal.

Tulisan Lanjutan:

Perubahan Perilaku yang Harus Dilakukan Saat Pemberlakuan Normal Baru

One thought on “New Normal (Kenormalan Baru), Apa itu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *