Ketagihan Baca Cerita dari Let’s Read

Bunda ayo tidur, bacain 10 Let’s Read ya.” Itu yang selalu diminta Kakak Kenan sebelum tidur dua mingguan ini. Kenan telah jatuh hati pada cerita-cerita dari Let’s Read.

Bersyukurlah anak zaman masa kini, ada banyak sekali jenis bacaan yang bisa dipilih. Bahkan tanpa biaya pun bisa mendapatkan bacaan dari berbagai negara dan dalam berbagai bahasa. Salah satu tempat membaca asyik yang menyuguhkan beragam bacaan dari berbagai negara dan berbagai bahasa adalah Let’s Read. Let’s Read ini bisa dibaca melalui desktop PC atau laptop. Selain itu, kita juga bisa mengunduh cerita dalam bentuk PDF. Let’s Read juga bisa diunduh dalam Playstore sehingga Let’s Read bisa dibacakan pada anak kapan saja di mana saja.

Kenan dibacakan buku cerita dari Let’s Read oleh Ayah.

Saat ini Let’s Read menjadi salah satu varian bacaan Kenan, selain buku dan dongeng Nusantara Bertutur. Namun, rupanya Let’s Read yang lebih mendominasi, karena setiap kali mau tidur minta dibacakan 10 cerita dari Let’s Read kemudian dilanjutkan mendengarkan dongeng dari Nusantara Bertutur. Saat saya membeli buku baru pun, 10 cerita Let’s Read tetap minta dibacakan, dilanjutkan dongeng dari Nusantara Bertutur. Sampai tulisan ini diposting, Kenan selalu minta dibacakan 10 cerita Let’s Read sebelum tidur.

Ini adalah 10 buku cerita Let’s Read yang sering dibacakan untuk Kenan.

  1. Sepatu Bot Malik, Pengarang Saptorini, ilustrator Weny Amalia
  2. Saat Banjir Datang, pengarang Witaru Emi, ilustrator Poppy Rahayu
  3. Mesin Keren Nenek, Pengarang Rajiv Eipe, Ilustrator Rajiv Eipe
  4. Monster dan Biskuit Ajaib, pengarang Triya Dwi P, ilustrator Triya Dwi P
  5. Katak yang Cerdik, Pengarang Sat Dich, ilustrator Sorn Sreyneang
  6. Lihat ke Atas, pengarang Aditi Dilip, Ilustrator Aditi Dilip
  7. Hari Pertama di Sekolah, pengarang Adrinalia Nila, ilustrator EorG
  8. Jarit yang Mana? Pengarang Lita Lestianti, Ilustrator Evelline Andrya
  9. Tida dan Monster Kurus, Pengarang Pao Makara, Ilustrator Himn Koem Yean
  10. Gigitan Siapa? Pengarang Dewi Cholidatul, ilustrator Felishia

Saya patut bersyukur, Kenan suka dibacakan buku. Apalagi buku-buku yang dibacakan berbobot dan berisi ilmu pengetahuan seperti buku-buku yang ada di Let’s Read, sebagai contoh buku yang berjudul Mesin Keren Nenek. Buku ini bertema fisika, yaitu tentang pesawat sederhana yang membantu pekerjaan rumah tangga menjadi lebih mudah. Kenan suka sekali dibacakan buku ini dan sempat bertanya tentang pesawat sederhana. Di sinilah saya merasa jika membaca nyaring atau membacakan buku untuk anak itu manfaatnya ajaib. Mungkin keajaibannya itu akan dirasakan beberapa tahun ke depan.

Kenan dibacakan buku oleh ayah.

Menjadikan Kenan suka dan merasa asyik dibacakan buku tentunya tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat seperti membalikkan telapak tangan. Ada proses panjang yang awalnya saya sendiri pun tidak disadari tetapi kemudian setelah lama berlangsung merasakan manfaatnya.

Sesuai pengalaman saya bersama Kenan, saya mencatat tiga hal penting dalam menumbuhkan minat baca anak.

Pertama, saya memulai menumbuhkan minat baca untuk anak saya, Kenan, sejak dia masih dalam kandungan. Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa janin dalam kandungan bisa mengenali suara-suara yang didengarnya. Hal ini menambah ikatan yang kuat antara ibu dan si jabang bayi. Tapi sebenarnya belum lama saya tahu jika membaca nyaring yang dilakukan ibu yang sedang mengandung itu baik untuk janinnya.

Kedua, setelah Kenan lahir saya masih terus membacakan buku untuknya. Walau saat itu Kenan belum paham yang saya bacakan, tapi saya yakin suara saya menumbuhkan kuatnya ikatan batin antara saya dan Kenan.

Ketiga, setelah Kenan bisa menggenggam buku, merobek buku, menikmati gambar pada buku, mencoret-coret buku, hingga membasahi buku, saya masih terus membacakan buku untuknya. Namun kini berbeda, Kenan sudah punya keasyikan sendiri dengan buku, yaitu menjadikan buku mainannya.

Kenan membuat jembatan dengan buku. Foto ini diunggah ke Instagram 7 Januari 2019

Menjadikan buku mainannya, menurut saya ini paling efektif mendekatkan buku dengan anak hingga bisa menciptakan minat baca anak. Tentu sebagai orangtua, kita tidak sebebas-bebasnya membiarkan anak memainkan buku hingga tidak terkendali.

Kenan membuat jembatan dengan buku. Foto ini diunggah ke Instagram 12 November 2019

Yang sering dilakukan oleh Kenan dengan buku kesukaannya adalah menjadikan buku itu jembatan untuk mobil-mobilnya. Menjadikan buku jembatan, tidak akan merusak buku. Jadi, saya tidak pernah melarang Kenan jika bermain dengan buku hardcover untuk dijadikan mainan. Ketika buku menjadi mainan anak, ternyata hal itu menjadi buku itu serasa miliknya dan tidak berniat merusak buku itu.

Setelah tiga hal di atas saya lakukan, hasilnya Kenan menjadi tidak takut ketika dihadapkan dengan buku. Kenan suka dibacakan buku, Kenan juga merasa nyaman ketika dibacakan buku. Bahkan tidak dibacakan buku menjadi ancaman yang menakutkan bagi Kenan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *