Gara-gara Challenge Membaca Nyaring Jadi Suka Let’s Read

Bulan April lalu saya mengikuti challenge 21 hari seru membaca nyaring yang diadakan di Instagram Read Aloud Indonesia. Setiap hari ada tema baru yang harus dibacakan dengan tantangan-tantangan menarik. Challenge membaca nyaring baru kali ini saya ikuti dan luar biasa berat bagi saya.😅

Membaca nyaring buku cerita sudah sering saya lakukan bersama Kenan, hanya saja tidak bisa semua aktivitas membaca nyaring bisa saya videokan atau saya rekam. Keterbatasan tangan saya yang hanya dua ✌️sulit kalau harus membaca nyaring diikuti pegang kamera😁.  Sehingga mengikuti challenge dengan tagar #21HSMN ini benar-benar luar biasa berat bagi saya. 

Berbagai macam bacaan saat mengikuti challenge #21HSMN. Lengkapnya bisa dilihat di IG @paskalina_askalin.

Tantangan lain yang saya hadapi saat mengikuti challenge adalah Kenan tidak mau dibacakan buku sesuai tema dalam tantangan. Misalnya saat tema buku yang harus dibacakan tema lingkungan, Kenan maunya tema persahabatan.

Tantangan lainnya lagi adalah kehadiran si adik kecil yang masih berusia 40 hari menjadi tantangan tersendiri. Kondisi ini membuat hasil video kurang maksimal, tetapi manfaat membaca nyaring menjadi berlipat ganda. Membaca nyaring buat kakaknya sekaligus untuk adiknya juga.

Tangkapan layar contoh cerita yang suka dibaca Kenan dari Let’s Read

Setelah keseruan challenge membaca nyaring dan kurang maksimalnya hasil video saya ☺️, ada yang sampai hari ini terus diinginkan Kenan, yaitu minta dibacakan Let’s Read. Saya rasa ini salah satu keberhasilan dari challenge yang diadakan Read Aloud Indonesia, minat baca anak menjadi meningkat bagi yang sudah sering membaca nyaring dan minat baca anak menjadi terpancing bagi yang masih kurang terbiasa membaca nyaring.

Omong-omong tentang Let’s Read, Sahabat Pembaca sudah mengunduh aplikasi Let’s Read di gawai? Saran saya, segera unduh aplikasi Let’s Read, terutama bagi Sahabat Pembaca yang mempunyai anak usia PAUD dan SD. Lagi pula, aplikasi ini tidak memakan banyak tempat di gawai, hanya 2,8 MB, tapi memiliki banyak manfaat. 

Tangkapan layar saat akan mengunduh aplikasi Let’s Read

Saya ada pengalaman tentang begitu bermanfaatnya Let’s Read untuk saya dan Kenan.

Suatu pagi, satu tahun lalu, saat itu tepat hari pertama puasa bagi sahabat muslim. Saya dan Kenan menemani ayah ke bank untuk sebuah urusan. Tak ada persiapan apa-apa karena beranggapan urusan di bank akan selesai dalam waktu yang cepat dan tidak perlu antre lama. Wah ternyata, di luar perkiraan, antre di bank ternyata lama sekali disebabkan customer service yang terbatas sementara nasabah yang antre luar biasa banyak.

Bagi anak berusia 4 tahun, menunggu itu pekerjaan yang tidak ingin dilakukan. Kenan awalnya anteng aja, tanya ini tanya itu, akhirnya mulai bosan juga. Saya ingat aplikasi Let’s Read sudah saya unduh beberapa waktu lalu. 

Kenan menyimak cerita yang saya bacakan dari Let’s Read

“Bunda bacain cerita ya,” kata saya. Kenan tertarik dan beberapa cerita pun dibacalah. Akhirnya Kenan bisa diam dan fokus mendengarkan cerita yang saya bacakan. Saya pilih cerita yang menarik untuk Kenan. Walau tidak lama bertahan, paling tidak membaca cerita Let’s Read dapat mengisi kebosanan anak sekaligus meningkatkan minat baca anak.

Dari pengalaman itu, saya mencatat beberapa hal tentang cara menumbuhkan minat baca anak. 

  • Selalu membaca buku bacaan (atau majalah anak), buku aktivitas anak, atau kertas kosong dan spidol di tas, ke mana pun saat pergi dengan anak. Buku bacaan itu termasuk juga buku bacaan untuk orangtua. 
  • Mengisi waktu menunggu (antre) dengan membacakan buku. Jika memungkinkan membawa buku bacaan, bisa menyelipkan buku di tas. Jika tidak memungkinkan, platform buku digital seperti Let’s Read dan iPusnas bisa diunduh di gawai.
  • Saat memilih bacaan, pilih cerita bertema hal-hal yang sering ditanyakan anak atau yang disukai anak. Misalnya, anak sering bertanya tentang kelelawar, cerita fabel bertokoh kelelawar pasti menarik perhatian anak untuk mendengarkan buku yang dibacakan. 

Menumbuhkan minat baca anak tidak bisa dilakukan dalam sehari, seminggu, atau sebulan. Minat baca anak perlu ditumbuhkan sejak usia dini dan terus-menerus dilakukan dengan juga memberikan contoh. Anak-anak adalah peniru ulung, apa yang dilakukan orangtuanya pasti akan ditiru. 

Foto di bawah ini memberikan sedikit gambaran bahwa menumbuhkan minat baca harus dilakukan sejak dini. Kenan sudah biasa dibacakan buku, kini Kenan berkeinginan membacakan buku untuk adiknya, Krisan. Saya rasa minat baca Kenan sudah terbentuk sejak dini, Sahabat Pembaca, setuju??

Kenan membacakan buku untuk adek Krisan

Celotehan saya di atas hanyalah sekadar  celoteh ibu di rumah. Jika ada manfaatnya, silakan dipetik manfaatnya. Jika tidak ada manfaatnya, terima kasih sudah membaca tulisan saya. Salam Sehat Selalu 💖

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *