Menceritakan Kembali Fabel dari Provinsi Jambi – Harimau Pemakan Durian

Tip singkat: Jika Anda ingin menceritakan kembali sebuah cerita, baca cerita aslinya berulang kali, 2-3 kali baca, lalu tutup buku dan mulai menulis kembali cerita dengan gaya bahasa sendiri.

Suatu hari penduduk Desa Kemingking dihebohkan oleh hilangnya hewan ternak mereka setiap malam. Kepala desa memutuskan supaya setiap malam ada warga desa yang berjaga.

Hingga suatu malam ketika beberapa penduduk desa sedang berjaga malam terdengar suara tanda-tanda kedatangan pencuri ternak. Ketika penduduk desa hendak menangkap basah si pencuri, penduduk desa malah lari tunggang langgang. Pencuri itu ternyata seekor harimau.
Penduduk desa segera melaporkan hal tersebut pada kepala desa.

 

Continue reading

Bermain untuk Mengisi Waktu di Rumah

Anak usia 5 tahun mana mau diajak belajar terus, maunya pasti main-main dan main.

Seorang anak tetangga datang ke rumah hendak mengajak anak saya main. Dengan tegas saya katakan, “Maaf ya, Kenan tidak main.” Si anak ini memang berbeda dengan anak lain, sering keluar masuk rumah seluruh penghuni kompleks sehingga membuat penghuni kompleks enggan untuk membiarkan anak itu masuk. Kadang kala, saya membiarkan anak ini masuk. Namun, hari ini dan seterusnya hingga virus korona tak lagi terdengar saya tidak akan membebaskan orang, baik anak maupun siapa saja untuk keluar masuk rumah saya. Bukan sombong dan tak suka bertetangga, ini dilakukan demi keamanan keluaga saya dari terinfeksi COVID-19. Wabah belum berlalu gaes… tetap lakukan social distancing dan physical distancing.

Continue reading

Menghabiskan Waktu di Rumah dengan Membaca Buku

Sudah hampir 3 pekan, kita berada di rumah. Banyak orangtua kerja dari rumah, semua anak-anak sekolah harus berada di rumah dan menjalani pembelajaran online. Bosan dan jenuh tentu sudah bisa kita rasakan, tetapi mau tidak mau kita harus menjalani hingga virus ini pergi dari bumi Indonesia.

Hari ini, 2 April, tepat diperingati sebagai Hari Buku Anak Sedunia. Di masa tanggap darurat yang mengharuskan semua orang berada di rumah,  baik sekali jika momen luar biasa ini dapat diabadikan melalui kegiatan membacakan buku anak untuk anak-anak yang belum bisa fasih membaca. Bagi anak-anak yang sudah mahir membaca, orangtua dapat membuat challenge dari aktivitas membaca di rumah.

Continue reading

Menghabiskan Waktu di Rumah, Mau Ngapain Aja?

Menurut data terakhir yang diperoleh dari https://corona.jakarta.go.id/id (diakses tanggal 1 April 2020) kasus positif korona mencapai lebih dari 1.600 orang. Setiap jam angka itu bisa berubah menjadi lebih banyak. Tentunya kita semua berharap dan senantiasa berdoa, wabah virus korona bisa segera berakhir. Amin

Kita semua tahu, bahwa penyebaran virus ini begitu cepat dan hanya kita sendiri yang bisa menghindarinya. Virus ini bisa ditularkan oleh siapa pun dan di mana pun. Oleh karena itu, dengan kita tetap berada di rumah dan melakukan social distancing kita sudah membantu Indonesia untuk memutus penyebaran virus korona. SO, STAY AT HOME YA GAES….

Sejak tanggal 16 Maret 2020, mulai diberlakukan kebijakan belajar di rumah untuk anak sekolah dan WFH (work from home) untuk para ASN maupun karyawan swasta. Semua masyarakat diminta (diperintahkan) untuk berada di rumah. Belum genap sebulan berada di rumah, rasanya sudah lama sekali, kebosanan sudah mulai menghantui.

Media sosial menjadi salah satu ruang untuk mengekspresikan kebosanan. Ada berbagai tantangan yang dilakukan di media sosial, entah tantangan serius hingga sebatas hiburan mengisi waktu.

Continue reading

Lima Aktivitas Bermain Sambil Belajar yang Bisa Dilakukan Orangtua Bersama Anak Usia Dini Selama Liburan di Rumah

Anak usia dini yaitu anak-anak batita, balita, anak kelompok bermain, dan anak-anak sekolah taman kanan-kanak. Anak-anak ini memiliki energi yang luar biasa besar, berlari ke sana ke mari tanpa punya rasa lelah. Penghargaan sangat besar patut diberikan untuk ibu/bapak guru/pendamping yang mau menjadi guru mendampingi anak-anak usia dini yang begitu penuh energi.

Wabah COVID-19 yang belum menunjukkan tanda-tanda usai, membuat pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan kebijakan anak-anak usia sekolah harus belajar di rumah selama beberapa waktu.
Kelompok bermain, taman kanak-kanak, sekolah dasar hingga sekolah menengah atas diliburkan dari semua aktivitas di sekolah. Semua anak-anak harus libur dan belajar di rumah.

Bagi anak-anak kelompok bermain dan taman kanak-kanak, tidak bersekolah menyenangkan pada awalnya, tetapi kemudian  membosankan. Apalagi mereka tidak boleh keluar rumah.
Berikut ini lima aktivitas bermain sambil belajar yang bisa dilakukan orangtua bersama anak usia selama liburan.

Continue reading

Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi 2020 dalam Rangka Gerakan Literasi Nasional

Beberapa waktu lalu pernah membaca info (surat edaran) dari Kemdikbud yang menyatakan jika semua kegiatan lomba dan sayembara yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan diundur karena wabah COVID-19. Dalam hati saya berujar, itu artinya sayembara lomba menulis yang diadakan oleh Badan Bahasa, kantor bahasa, atau balai bahasa tentu akan diundur atau ditiadakan.

Ternyata tidak demikian yang terjadi karena Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tetap mengadakan lomba penulisan buku dengan tajuk “Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi 2020 dalam Rangka Gerakan Literasi Nasional”. Info lengkapnya silakan cek gambar di bawah ini.

Poster PDF sayembara penulisan 2020

Sumber: LAMAN BADAN BAHASA

Semua Karena COVID-19

Baru kali ini terjadi (sesuai yang dialami penulis) anak-anak harus libur sekolah secara mendadak. Kemudian anak-anak harus belajar secara online ‘daring’. Libur kali ini anak-anak juga harus tetap melakukan aktivitas di rumah saja. Semua karena COVID-19.

Tidak hanya anak sekolah yang libur kantor-kantor swasta dan pemerintah juga meliburkan karyawannya, seluruh maupun sebagian, guna memutus persebaran wabah COVID-19 ini. Karena jumlah orang yang terkena wabah ini terus meningkat, pemerintah juga meminta kepada semua pihak untuk melakukan social distancing. Salah satu caranya adalah dengan menghindari kerumunan dan tidak menciptakan kerumunan. Efeknya, banyak acara-acara yang menghadirkan pengunjung atau penonton dibatalkan. Sebagai contoh, acara Kick Andy Heroes 2019 di salah satu televisi swasta diselenggarakan tanpa penonton untuk menghindari kerumuman. Semua karena COVID-19.

Tetap di Rumah

Apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah bertambahnya korban baru karena COVID-19? Hanya satu langkah kecil namun berdampak besar, yang bisa kita lakukan, yaitu tetap di rumah. Kita harus terus memastikan anggota keluarga kita untuk tetap berada di rumah dan tidak pergi ke luar rumah jika tidak benar-benar perlu. Penyebaran wabah ini tidak terlihat, siapapun, di mana pun, bisa terkena virus ini. Meskipun kita merasa sehat, masih muda, dan tidak perlu keluar rumah jika tidak perlu. Segala informasi terbaru tentang wabah COVID-19 dapat kita pantau melalui berita di televisi atau laman-laman resmi pemerintah. Tetaplah di rumah, tunggulah dengan sabar hingga wabah sirna.

Continue reading