Buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas, Satu Halaman Segudang Aktivitas

Buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas, Satu Halaman Segudang Aktivitas

Pertama-tama saya mengucapkan syukur, walau masih dalam suasana pandemi buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas dapat terbit. Saya mengucapkan terima kasih pada editor dan redaksi Penerbit Elex Media Komputindo hingga akhirnya menerbitkan buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas.

Dari sisi harga buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas cukup menguras kantong, Rp 90.000. Tetapi saya menjamin, orangtua atau guru tidak akan menyesal membeli buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas untuk anaknya, asalkan tahu cara memanfaatkan buku aktivitas semaksimal mungkin, setiap halaman demi halaman.

Continue reading “Buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas, Satu Halaman Segudang Aktivitas”

K A N O P I PI PI PI….

Ara melihat kakaknya Dio dengan saksama. Ara dan Dio sama-sama sedang belajar di rumah. Zoom, video call, dan Youtube menjadi keseharian mereka sejak pandemi terjadi.  Ara kelas TK A, sedangkan Dio kelas 5 SD.

Kalau ibu tak bisa menemani Ara, Dio yang menemani Ara belajar dan mengerjakan tugas dari gurunya.

“Ini namanya apa, Dik?” tanya Dio sambil menunjuk gambar pada buku aktivitas milik Ara.

“Pintu.”

“Atap.”

“Lantai.”

“Kalau ini apa?”

Ara terdiam dengan mulut manyun karena tidak tahu.

“Ini namanya langit-langit,” kata Dio.

“Langit kan ada di luar, tuh,” jawab Ara sambil menunjuk ke arah langit di luar.

“Hampir sama, Dik. Kalau yang di luar langit, kalau yang di dalam langitnya rumah, namanya langit-langit.”

“Oh, langit, langit-langit.” Ara mengulang-ngulang ucapannya.

“Kalau ini apa?” Dio menunjuk lagi sebuah gambar. Ara menggeleng tak
tahu.

“Mungkin atap, kan mirip atap, melindungi kita dari hujan dan panas?” Ara menjawab asal.

“Coba baca ini ka – no – pi,” ajak Dio.

“pi – pi – pi,” jawab Ara sambil tertawa.

“Ara bukan pi – pi – pi, ka – no – pi,” sahut Dio dengan suara keras.

Ibu yang mendengar suara keras Dio langsung menghampiri.

“Ada apa ini Kak Dio,” tanya Ibu.

“Adik, Bu. Dio ajarin baca, Ara malah bercanda.”

Ibu menjelaskan pada Dio jika Ara bukan bercanda. Ara memang belum bisa membaca. Ibu juga mengatakan jika Dio harus sabar kalau mengajari adik.

“Dik Ara, ayo belajar,” ajak Ibu.

“Bu, pipipi itu apa sih, Ara ga tahu apa itu pipipi,” kata Ara diikuti manyun. Ara memang anak yang serba ingin tahu, kalau ada benda yang tidak tahu namanya pasti akan bertanya terus.

“Kita ga punya kanopi, Dik,” timpal Dio, “tapi kalau pipi yang ini.”
Dio menoel pipi Ara yang gembil.

“Ibuu, Kak Dio nyubit Ara,” adu Ara pada Ibu.

“Daripada ribut begini, ayo ke dapur, Ibu punya yang enak dan segar untuk diminum, jus mangga kesukaan Kak Dio dan jus apel kesukaan Ara.”

“Horeeee, jus stroberi,” seru Ara.
Ara dan Dio mengikuti Ibu ke dapur. Ara masih bersenandung.

“Pi pi pi pi.”

“Ka no pi, Dik.”

“Pi pi pi pi.”

“Ka no pi, Dik.”

“Pi pi pi pi, Kak.”

“Ara, ka no pi, bukan pi pi pi pi.”

“Ka no pi pi, ka no pi pi.”

Dio menyerah akhirnya. Dio membiarkan adiknya bersenandung pi pi pi ka no pi. Dalam hati Dio masih berpikir untuk menemukan cara supaya adiknya mau belajar membaca dengan menyenangkan.

“Kak Dio, ayo lihat kanopi?” kata Ara usai meminum habis jus stroberi.

“Pi pi pi pi….,” goda Dio sambil menggelitik Ara. Ara langsung berlari mendekati Ibu.

Uniknya  Buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas

 

Buku aktivitas anak biasanya memuat kebiasaan sehari-hari, seperti aktivitas pagi hari, bangun tidur, mandi, membereskan tempat tidur, lalu sarapan. Lalu membahas tentang hobi membaca, main bola, atau melukis. Lainnya, mencoret benda yang bukan perlengkapan sekolah, membahas tentang profesi, dan lain-lain seputar keseharian anak.

Di buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas tidak akan ada aktivitas seperti yang disebutkan di atas. Lah, terus buku aktivitas ini isinya apa??? Penasaran khan?

Buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas benar-benar akan membuat anak lebih segar mengerjakan lembar demi lembar aktivitas, hingga jadi tidak bosan. Konsep utama buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas adalah mengasah kemampuan CALISTUNG, membaca, menulis, berhitung.

Beberapa tampilan halaman buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas

Buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas ini memuat beragam alat musik yang akan mengajak anak untuk bermain dan beraktivitas. Seperti judulnya yang tertulis 10 in 1, dalam satu buku ini anak bisa belajar dan berlatih 10 keterampilan.

Kesepuluh keterampilan itu adalah:
1. Membaca
2. Menulis
3. Berhitung
4. Menebalkan bentuk dan huruf
5. Mewarnai
6. Mencari perbedaan
7. Memasangkan
8. Mengidentifikasi gambar
9. Bercerita
10. Mengenal alat musik

Beberapa tampilan halaman buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas

Walaupun tertulis 10 keterampilan, sebenarnya yang diperoleh anak bisa berkali-kali lipat. Lembar demi lembar dalam buku  Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas memuat tidak hanya 1 aktivitas/keterampilan untuk 1 lembar. Setiap lembar dalam buku aktivitas bisa dimanfaatkan oleh orangtua/guru/pendamping untuk memberikan pengetahuan lain yang bisa memperkaya wawasan anak. Pembahasan tentang hal ini akan dibahas pada tulisan selanjutnya.

Buku ini bisa diperoleh secara online di GRAMEDIA ONLINE dan KEN KEN BOOK STORE Tokopedia

New Realease: Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas

Sebuah kabar gembira di hari Rabu, 14 Oktober 2020, buku yang dinanti-nanti akhirnya release. Semoga buku ini bisa menemani anak-anak PAUD belajar di rumah.

Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas
Dengan Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas anak bisa belajar dan berlatih tujuh keterampilan dan kemampuan lain selain membaca, menulis, dan berhitung, yaitu menebalkan bentuk dan huruf, mewarnai, mengenal alat musik, mencari perbedaan, memasangkan, mengidentifikasi gambar, dan menceritakan gambar.

SPESIFIKASI
Penulis: Paskalina Askalin
Editor: Asteria Renny
Ilustrator: Fendi
ISBN13/EAN: 9786230019999
SKU: 720070890
Harga: Rp90.000
Terbit: 14 Oktober 2020
Kertas: HVS 80 gram
Halaman: 64
Dimensi: 0.3 x 21 cm
Berat: 176 gram

Di mana buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas bisa diperoleh?
Sebaran buku KLIK di  sini
SEBARAN BUKU DI TOKO BUKU GRAMEDIA

Pembelian online silakan klik di sini GRAMEDIA ONLINE dan KEN KEN BOOK STORE Tokopedia

Sumo Sumi Episode: WFH (Work From Home)

Pagi-pagi Sumi sudah merebus air panas untuk isi termos, sekalian buat kopi buat suaminya, Sumo. Jam di dinding sudah di angka 6 pas, Sumi heran melihat Sumo masih duduk santai di depan rumah sambil menemani Siti bermain tanah.

Lho, Mas, enggak kerja hari ini? Beras dah menipis lho?”

“Kerja di rumah, Sum. Kayak orang kantoran, WFH (work from home).”
Sumi bengong mendengar jawaban suaminya. Kerja nguli yang pakai tenaga sebagai modal, mana bisa WFH.

“Ah, yang bener saja, Mas. Mau kerja apa di rumah, emang Mas punya laptop, hape bagus?”

“WFH ga harus pakai laptop, Sum. Ini lho, Mas kemarin dikasih bibit kangkung sama sawi hijau sama Pak RT. Mas mau bertanam di rumah. Sama dengan WFH to, hasilnya bisa kamu masak. Sebelum dapat panggilan kerja dari Pak Mandor, Mas mau bertanam dulu depan rumah. Daripada Mas bengong.”

Sumi hanya manggut-manggut saja. Sumi keingetan beras yang makin menipis.

Sumi pergi ke dapur. Kopi yang dibuatkan untuk Sumo, sudah dingin. Sumi tak berniat memberikan pada Sumo. Pikir Sumi biar Sumo sendiri yang ke dapur, toh suaminya itu tidak pergi kerja.

“Besok makan apa? Mas Sumo tidak bingung sepertinya.” Batin Sumi gelisah. Setiap kali Sumi bicara tentang kegelisahannya pada Sumo. Sumo selalu menjawab, “Pasrah saja, Tuhan pasti memberi jalan, tidak usah khawatir.” Sumi akhirnya hanya pasrah.

#ceritapandemi #selingancerita #ceritaselingan #sumisumo #ceritakeluarga

Jakarta PSBB Lagi, 6 Langkah ini Bisa Membuat Anda Aman dan Terhindar dari Covid-19

Saat mendengar berita tentang Jakarta PSBB lagi, saya langsung cari tahu berapa jumlah yang terkonfirmasi positif. Woow, di DKI Jakarta jumlah yang terkonfirmasi Covid-19 sudah melebih 50.000 warga. Kemarin jumlahnya sudah jauh melampaui Provinsi Jawa Timur.

Menurut data dari https://covid19.go.id/ 13 September 2020 pukul 18.33 WIB, warga Jakarta yang terkonfirmasi Covid-19 berjumlah 54.220 orang, sedangkan peringkat di bawahnya masih diduduki Provinsi Jawa Timur dengan jumlah terkonfirmasi Covid-19 berjumlah 38.088 orang.

Melonjaknya jumlah yang terkonfirmasi Covid-19 di DKI Jakarta membuat Gubernur DKI Jakarta memutuskan melakukan PSBB kembali seperti awal PSBB Maret 2020 lalu. PSBB DKI Jakarta dimulai hari Senin, 14 September 2020. Dengan diberlakukannya PSBB ini tentu membuat segala sesuatu kembali lagi ke NOL.

Belum lama, kita mendengar ada banyak sekali tempat wisata yang dibuka dan tidak sedikit orang yang tertarik untuk mengunjungi tempat wisata. Padahal ketika itu hingga kini orang tanpa gejala (OTG) Covid-19 sudah banyak bermunculan. Kapan pun di mana pun  kita bisa tertular atau menjadi penyebar  Covid-19.

Apa yang bisa kita lakukan menghadapi pemberlakuan PSBB Jakarta dan kebijakan-kebijakan kepala daerah di sekitar DKI Jakarta.

6 Langkah ini Bisa Membuat Kita Aman dan Terhindar dari Covid-19

1. Di Rumah Aja (Saja)
Di rumah aja adalah cara paling ampuh aman dan terhindar dari Covid-19. Enam bulan sudah berlalu sejak penerapan PSBB bulan Maret 2020. Berada di rumah terus pasti sangat membosankan, tetapi memang itulah yang terjadi di seluruh dunia. Semua orang harus punya stok sabar, karena hanya dengan cara itu penyebaran Covid-19 bisa terputus.

2. Sering Mencuci Tangan
Sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer merupakan langkah sederhana yang juga bisa membuat aman dan terhindar dari Covid-19. Usai menerima uang kembalian, sebaiknya segera simpan uang di tempat terpisah kemudian segera mencuci tangan. Usai menerima paket kiriman dari kurir, segera mencuci tangan. Lakukan mencuci tangan sesering mungkin.

3. Pakai Masker Saat Keluar Rumah
Masker menjadi kebutuhan primer setiap orang di seluruh dunia untuk saat ini. Dalam kondisi masih darurat Covid-19, selalu pakai masker saat di luar rumah. Pilihlah masker dua atau tiga lapis, bukan masker scuba.

4. Menghindari Kerumunan
Kerumunan bisa menjadi klaster  baru penyebaran Covid-19. Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari tempat yang memungkinkan orang kerumuman, seperti kendaraan umum, pasar tradisional, tempat wisata, dan supermarket.

5. Bepergian untuk Keperluan Darurat
Selalu di rumah dan bepergian hanya untuk keperluan darurat, seperti membeli sembako dan pergi ke dokter. Saat ini, sudah banyak penjual sayur atau sembako yang bisa delivery order. Swalayan besar dan kecil pun sudah menambah layanan antar untuk pelanggannya. Jadi tanpa perlu pergi swalayan, barang yang dibutuhkan bisa sampai di depan rumah.

6. Makan Makanan Sehat
Tubuh yang sehat menjadi benteng supaya kita terhindar dari Covid-19. Oleh karena itu, makanlah makanan sehat dengan gizi seimbang di rumah seperti perbanyak sayuran dan buah. Jika memungkinkan hindari membeli makanan di luar rumah untuk mencegah kontak dengan barang-barang dari luar rumah yang memungkinkan membawa Covid-19.

Demikian enam hal yang bisa saya sampaikan pada Sahabat Pembaca sekalian. Enam hal di atas harus disempurnakan oleh sikap konsisten dan keseriusan dari Sahabat sekalian. Yuk kita putus mata rantai Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan di mana pun berada.

Sumi Sumo Episode: Kesederhanaan

Sumi segera menyingkir cepat dari dekat pintu, saat suaminya, Sumo, lewat baru pulang kerja.

“Biasa aja to, Sum, Mas kan bukan virus.”

“Harus selalu sigap Mas, virus bisa nempel di  bajumu, tanganmu, rambutmu, pipimu, hatimu, ah kabehan Mas, sono mandi,” kata Sumi seraya mengibaskan jari-jari tangannya seakan mengusir lalat.

Pandemi Covid-19 membuat Sumi lebih cerewet dibanding biasanya. Apalagi urusan cuci tangan, pakai masker, dan suaminya tidak boleh menyentuh barang apapun kalau sampai rumah. Saat Sumo sampai di rumah, Sumi seperti wasit yang siap meniup peluit kalau pemain bermasalah.

“Mas, jangan sentuh apapun, yo. Langsung ke kamar mandi belakang,” seru Sumi saat melihat suaminya hendak ke kamar mandi utama.

“Kalau bukan karena Covid-19, aku emoh diperintah  begini, Sum,” sahut Sumo sambil menarik napas panjang.

Saat Sumo mandi, tak lupa Sumi segera membuat teh manis anget untuk suaminya.

“Tehmu, Mas,” katanya Sumi menyodorkan teh di meja.

“Ini hasil kerjaku hari ini, Sum. Disimpen ya, atur aja dicukup-cukupin untuk kebutuhan kita sehari-hari. Insyaallah, besok aku masih kerja lagi di tempat ini. Lumayan, penghasilan malah lebih gede ketimbang sebelum pandemi.” Sumi menerima amplop dari suami. Baru kali itu Sumi pegang amplop berisi uang yang lumayan  banyak untuk ukuran kerja dalam sehari. Apalagi Sumo hanya kerja serabutan.

“Ini halal to, Mas. Ora duit macem-macem?” telisik Sumi.

“Halal, Sum. Ini duit hasil keringetku.”

“Ya, syukur kalau gitu, Mas. Uangnya kusimpen, besok pagi mau beli beras sama telur.”

“La terus, malam ini kita makan apa.

“Cuma ada sambal bawang, teri sejumput, dan telur satu. Telur buat anak kita. Teri dan sambal kita bagi berdua.”

“Itu saja wis nikmat banget, Sum. Yang penting anak kita masih bisa makan bergizi.”

“Eh Mas, omong-omong kamu kerja apa, to?”

“Kuli kayak aku pasti ga bisa kerja kantoran, Sum. Percaya saja, aku kerja halal dan di jalan yang bener, ora macem-macem.”

Sumi tak bertanya lagi. Sumi lalu sibuk menyuapi Siti. Sementara Sumo pun asyik makan sambil nyocol sambel sama teri.

Menurut Sahabat Pembaca, Sumo kerja apa?

Baca juga Sumi Sumo Episode: WFH (Work From Home)

#ceritapandemi #selingancerita #ceritaselingan #sumisumo #ceritakeluarga