Super Melejitkan Kecerdasan Anak PAUD

Kecerdasan seorang anak tidak muncul begitu saja. Kecerdasan itu perlu distimulasi terus-menerus. Buku ini bisa melejitkan kecerdasan anak PAUD, kok bisa?

Dalam buku ini anak dilatih untuk mengenal berbagai hal yang setiap hari dilakukannya, sering dilihat anak, dan merangkum berbagai informasi yang memperkaya pengetahuan anak. Aktivitas dan pengetahuan yang diperoleh anak dari buku ini bisa mengasah berbagai kecerdasan anak.

Halaman demi halaman dalam buku ini memperkaya pengetahuan anak jika orangtua atau pendamping mengetahui caranya.

Sebuah tip singkat untuk orangtua atau pendamping ketika mendampingi anak belajar bersama buku aktivitas yaitu kembangkan aktivitas lain dari setiap lembar yang ada. Misalnya ketika sampai pada lembar aktivitas di bawah ini.

Lembar tersebut meminta anak menyebutkan jumlah orang yang menggunakan baju batik. Aktivitasnya tidak hanya sampai hanya pada satu aktivitas saja. Orangtua atau pendamping bisa menanyakan hal lain pada anak, misalnya gambar ini khan di stasiun, kendaraan apa yang berhenti di stasiun, lalu tanya lagi siapa yang mengendarai kereta, apakah kakak pernah naik kereta, dan sebagainya.

Buku Super Melejitkan Kecerdasan Anak PAUD memiliki ketebalan 100 halaman. Setiap halaman buku aktivitas ini dapat digunakan semaksimal mungkin dengan kreativitas orangtua atau pendamping.

Semua halaman buku Super Melejitkan Kecerdasan Anak PAUD dicetak warna sehingga akan menarik minat anak PAUD untuk bermain dan belajar bersama buku ini. Selain itu, ada beragam tema yang diangkat dalam buku aktivitas ini sehingga beragam kecerdasan dapat terasah dengan baik.

Buku Super Melejitkan Kecerdasan Anak PAUD dapat diperoleh di toko buku Gramedia dan toko buku online.

Ibu di Rumah: Mengajak Anak Lanang Menulis

Ibu di rumah selalu mempunyai segudang cerita untuk dituliskan, salah satunya tentang mengajak anak belajar menulis (menebalkan huruf). Mungkin cerita ini hanya cerita biasa bagi banyak orang, tetapi bagi saya sangat luar biasa.

Hampir setiap hari saya mengajak anak lanang membuka buku, kadang hanya aktivitas ringan seperti menarik garis, memasangkan gambar, atau mencari jejak. Untuk aktivitas menulis dan membaca, anak lanang lebih sering menolak. Nah, ketika anak lanang benar-benar mau berlatih menulis, saya tidak sia-siakan waktu itu. Walaupun menulis tanpa meja, karena maunya anak lanang begitu, lanjut saja. Continue reading

Ibu di Rumah: Main Lego dan Angka (Berhitung)

Hari ini target menulis saya adalah menyelesaikan corat-coret naskah buku aktivitas yang tersisa 10 halaman lagi. Apakah bisa sesuai target? TIDAK.

Ibu di rumah punya segudang rencana segudang keinginan, yang terealisasi tidak sesuai rencana, dan jauh dari keinginan. Tapi tidaklah jadi soal karena memang di sinilah ada banyak cerita tersimpan dari seorang ibu di rumah.

Saya tak bisa membiarkan anak lanang bermain dengan keasyikannya sendiri. Urusan naskah bisa dilanjut nanti saja. Saatnya mencari ide, bermain apa hari ini? Continue reading

Ibu di Rumah: Bermain Tebak-tebakan Sambil Belajar Huruf

Ada banyak cara belajar mengenal huruf yang bisa dilakukan ibu di rumah. Cara belajarnya pun tidak harus menggunakan buku.
Hari ini (13 Juli 2019) Kenan tidak belajar dari buku, dan memang belajar tidak harus dari buku khan? Ibu di rumah harus bisa lebih kreatif ketika mengajak anak belajar. Bila perlu kata-kata belajar itu tidak digunakan, ajak anak bermain dan bermain.

Akhir-akhir ini memang sulit mengajak Kenan untuk bermain (belajar) bersama buku. Maunya Kenan terus bermain. Ibu di rumah harus mencari cara terbaik bisa bermain terus dan terus, namun tetap bisa menyisipkan belajar di dalamnya.
Seperti yang terjadi malam ini. Kenan duduk di samping saya sambil menonton salah satu program tv swasta. Meminta Kenan untuk bisa duduk tenang itu pun sulit. Maunya Kenan, kapan pun, pagi, siang, sore, malam terus saja bermain. Continue reading

Dilema Ibu (Menulis) di Rumah

Ketika saya memutuskan diam (kerja menulis) di rumah dan tak ingin terikat kontrak menjadi karyawan di mana pun serta saya ingin lebih banyak waktu untuk anak lanang, saya tahu ada banyak sekali risiko dan tantangannya. Risiko pertama adalah saya tidak punya penghasilan tetap. Lalu tantangannya lebih pada bagaimana saya menguasai diri, mengatur waktu, antara menemani anak lanang dan pekerjaan editing tiba-tiba serta keinginan menulis.

Continue reading

Anak Aktif Suka Membantu

Ayah, Kenan aja yang palu
Ayah, Kenan aja….
Ayah, Kenan aja….
Bunda, Kenan yang goreng telur
Bunda, Kenan aja….
Bunda, Kenan aja….

Begitu Kenanutama Sinduaji yang kini berusia 4,5 tahun. Semua pekerjaan di rumah maunya dia yang kerjakan.

Ketika seorang anak usia 4-5 tahun membantu kegiatan di rumah, sebenarnya sama saja dengan memperlama pekerjaan itu selesai. Kadang, saya tidak bisa menahan marah karena pekerjaan yang seharusnya selesai cepat malah jadi tidak selesai bahkan jadi berantakan. Saya rasa ini dialami oleh semua orang tua yang miliki anak balita. Continue reading