Belajar di Rumah: Bermain Peran Tukang Cukur 

Kebosanan Kenan semakin memuncak karena berada di rumah terus. Setiap hari Kenan bertanya pada saya sekarang ngapain, sekarang ngapain. Bahkan, dalam angan-angan Kenan saat ini adalah pergi ke mal yang ada playground. Saya hanya bisa bilang, masih ada korona, malnya masih tutup. 

Padahal mungkin saat ini mal sudah buka. Tapi saya tentu tidak mungkin memberi harapan pada Kenan bisa pergi ke playground dalam waktu dekat ini. Kebosanan masih bisa dicari solusinya di rumah.

Kenan semangat memakai celemek tukang cukur.

Semalam saya sudah menyiapkan sebuah aktivitas untuk Kenan. Aktivitas seputar belajar membaca, tapi belum lengkap medianya sehingga tidak jadi praktikkan dengan Kenan. 

Pagi ini muncul ide di benak saya, membuat baju atau celemek tukang cukur. Ide itu tidak muncul begitu saja. Beberapa hari ini Kenan suka sekali main dengan gunting mainan dan bermain peran menjadi tukang cukur. Jadilah ide itu muncul.

Kenan dengan perlengkapan cukur.

Dengan modal koran satu edisi, saya buat celemek tukang cukur. Walau pun hanya kertas koran, Kenan senang dan seharian ini Kenan memainkan peran sebagai tukang cukur. Rambut saya dan rambut Uti (nenek) yang jadi sasaran Kenan untuk dicukur-cukur.

Manfaat Bermain Peran Profesi

Bermain peran profesi tukang cukur atau profesi lainnya, mempunyai manfaat untuk mengasah kecerdasan anak. Anak tidak sebatas hanya tahu profesi yang dimainkan tetapi juga hal lain yang menunjang bisnis tukang cukur. Misalnya, membuat brosur dan katalog model rambut.

Kenan meng-creambath rambut saya.

Tadi saat saya sedang pura-pura mau cukur rambut. Kenan memberikan semacam brosur meminta saya untuk memilih model rambut mana yang akan saya pakai. 

Saya belum pernah memberi tahu Kenan tentang  brosur ini. Pengetahuan Kenan berkembang sedemikian rupa mungkin karena pernah lihat di acara TV atau di Youtube. Itu pengetahuan yang positif buat Kenan.

Kenan menulis nota.

Usai pura-pura mencukur rambut saya, Kenan membuat corat-coret di kertas, maksudnya membuat nota. Isi coretannya 1500000 ditulis hingga 5 kali.

Melalui aktivitas bermain peran tukang cukur anak dapat mengasah berbagai pengetahuan dan kemampuan.

  • Menambah pengetahuan tentang profesi tukang cukur
  • Melatih motorik anak melalui gerakan menggunting, meremas-remas rambut, dan sebagainya,
  • Menanamkan jiwa entrepreneurship pada anak,
  • Melatih berhitung,
  • Menambah wawasan baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *