Buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas, Satu Halaman Segudang Aktivitas

Buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas, Satu Halaman Segudang Aktivitas

Pertama-tama saya mengucapkan syukur, walau masih dalam suasana pandemi buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas dapat terbit. Saya mengucapkan terima kasih pada editor dan redaksi Penerbit Elex Media Komputindo hingga akhirnya menerbitkan buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas.

Dari sisi harga buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas cukup menguras kantong, Rp 90.000. Tetapi saya menjamin, orangtua atau guru tidak akan menyesal membeli buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas untuk anaknya, asalkan tahu cara memanfaatkan buku aktivitas semaksimal mungkin, setiap halaman demi halaman.

Continue reading “Buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas, Satu Halaman Segudang Aktivitas”

Uniknya  Buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas

 

Buku aktivitas anak biasanya memuat kebiasaan sehari-hari, seperti aktivitas pagi hari, bangun tidur, mandi, membereskan tempat tidur, lalu sarapan. Lalu membahas tentang hobi membaca, main bola, atau melukis. Lainnya, mencoret benda yang bukan perlengkapan sekolah, membahas tentang profesi, dan lain-lain seputar keseharian anak.

Di buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas tidak akan ada aktivitas seperti yang disebutkan di atas. Lah, terus buku aktivitas ini isinya apa??? Penasaran khan?

Buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas benar-benar akan membuat anak lebih segar mengerjakan lembar demi lembar aktivitas, hingga jadi tidak bosan. Konsep utama buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas adalah mengasah kemampuan CALISTUNG, membaca, menulis, berhitung.

Beberapa tampilan halaman buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas

Buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas ini memuat beragam alat musik yang akan mengajak anak untuk bermain dan beraktivitas. Seperti judulnya yang tertulis 10 in 1, dalam satu buku ini anak bisa belajar dan berlatih 10 keterampilan.

Kesepuluh keterampilan itu adalah:
1. Membaca
2. Menulis
3. Berhitung
4. Menebalkan bentuk dan huruf
5. Mewarnai
6. Mencari perbedaan
7. Memasangkan
8. Mengidentifikasi gambar
9. Bercerita
10. Mengenal alat musik

Beberapa tampilan halaman buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas

Walaupun tertulis 10 keterampilan, sebenarnya yang diperoleh anak bisa berkali-kali lipat. Lembar demi lembar dalam buku  Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas memuat tidak hanya 1 aktivitas/keterampilan untuk 1 lembar. Setiap lembar dalam buku aktivitas bisa dimanfaatkan oleh orangtua/guru/pendamping untuk memberikan pengetahuan lain yang bisa memperkaya wawasan anak. Pembahasan tentang hal ini akan dibahas pada tulisan selanjutnya.

Buku ini bisa diperoleh secara online di GRAMEDIA ONLINE dan KEN KEN BOOK STORE Tokopedia

10 Aktivitas Asyik di Akhir Pekan Bersama Anak

Semangat pagi Sahabat Pembaca, selalu sehat, jaga kesehatan, jaga jarak, selalu pakai masker, hindari kerumuman, dan selalu terapkan protokol kesehatan di mana pun berada.

Masih harus kita ingat bahwa pandemi belum berakhir. Walau sudah banyak tempat rekreasi yang dibuka, bukan berarti kita harus pergi ke tempat rekreasi untuk menghabiskan waktu akhir pekan bersama keluarga.

Ingat, Covid-19 bisa ada di mana saja, demi keluarga, demi orang-orang tercinta, hindari bepergian ke tempat wisata atau tempat hiburan. Alih-alih demi keluarga, malah membahayakan keluarga.

Akhir pekan menyenangkan tidak harus pergi ke tempat wisata, kok. Di rumah pun, bisa menjadi akhir pekan berharga untuk anak. 

Setelah lima hari, Senin-Jumat, orangtua bekerja pagi hingga sore, selayaknya akhir pekan menjadi hari berharga untuk anak. Bingung akhir pekan nanti mau beraktivitas apa bersama anak.

Berikut ini 10 Aktivitas Asyik di Akhir Pekan Bersama Anak.

  1. Olahraga di rumah atau sekitar rumah

Di masa pandemi ini anak-anak terlalu banyak berdiam di rumah. Untuk anak-anak usia di bawah 6 tahun, terkungkung di rumah saja pasti sangat membosankan. Oleh karena itu, olahraga ringan di depan rumah atau sekitar rumah dapat menjadi aktivitas asyik yang bisa dilakukan di akhir pekan bersama anak. Olahraga ringan seperti senam di teras rumah, melakukan streching di depan rumah, lari pagi keliling perumahan, bermain sepak bola di halaman rumah, dan sebagainya. Selama pandemi masih berlangsung, olahraga sebaiknya menjadi prioritas aktivitas.

Bermain bola, bisa menjadi aktivitas asyik di akhir pekan.

Continue reading “10 Aktivitas Asyik di Akhir Pekan Bersama Anak”

Selamat Hari Anak Nasional

Tanggal 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional. Seperti apakah Anda memaknai hari anak nasional?

Kalau bagi saya sendiri, Hari Anak Nasional adalah pengingat bagi orang dewasa yang menjadi orang tua, guru, kakak, nenek, atau kakek bagi anak untuk benar-benar memahami apa yang diinginkan anak, yang dibutuhkan anak, dan impian anak.

Kadang kita orang dewasa berpikir terlalu jauh. Keinginan anak itu bukan jalan-jalan ke mal, makan di restoran cepat saji, atau dibelikan mainan. Keinginan anak itu bisa sangat sederhana saja. ANAK INGIN DITEMANI, hanya itu saja.

SELAMAT HARI ANAK NASIONAL

Ayo temani anak bermain!

Belajar di Rumah: Bermain Peran Tukang Cukur 

Kebosanan Kenan semakin memuncak karena berada di rumah terus. Setiap hari Kenan bertanya pada saya sekarang ngapain, sekarang ngapain. Bahkan, dalam angan-angan Kenan saat ini adalah pergi ke mal yang ada playground. Saya hanya bisa bilang, masih ada korona, malnya masih tutup. 

Padahal mungkin saat ini mal sudah buka. Tapi saya tentu tidak mungkin memberi harapan pada Kenan bisa pergi ke playground dalam waktu dekat ini. Kebosanan masih bisa dicari solusinya di rumah.

Kenan semangat memakai celemek tukang cukur.

Semalam saya sudah menyiapkan sebuah aktivitas untuk Kenan. Aktivitas seputar belajar membaca, tapi belum lengkap medianya sehingga tidak jadi praktikkan dengan Kenan. 

Pagi ini muncul ide di benak saya, membuat baju atau celemek tukang cukur. Ide itu tidak muncul begitu saja. Beberapa hari ini Kenan suka sekali main dengan gunting mainan dan bermain peran menjadi tukang cukur. Jadilah ide itu muncul.

Kenan dengan perlengkapan cukur.

Dengan modal koran satu edisi, saya buat celemek tukang cukur. Walau pun hanya kertas koran, Kenan senang dan seharian ini Kenan memainkan peran sebagai tukang cukur. Rambut saya dan rambut Uti (nenek) yang jadi sasaran Kenan untuk dicukur-cukur.

Manfaat Bermain Peran Profesi

Bermain peran profesi tukang cukur atau profesi lainnya, mempunyai manfaat untuk mengasah kecerdasan anak. Anak tidak sebatas hanya tahu profesi yang dimainkan tetapi juga hal lain yang menunjang bisnis tukang cukur. Misalnya, membuat brosur dan katalog model rambut.

Kenan meng-creambath rambut saya.

Tadi saat saya sedang pura-pura mau cukur rambut. Kenan memberikan semacam brosur meminta saya untuk memilih model rambut mana yang akan saya pakai. 

Saya belum pernah memberi tahu Kenan tentang  brosur ini. Pengetahuan Kenan berkembang sedemikian rupa mungkin karena pernah lihat di acara TV atau di Youtube. Itu pengetahuan yang positif buat Kenan.

Kenan menulis nota.

Usai pura-pura mencukur rambut saya, Kenan membuat corat-coret di kertas, maksudnya membuat nota. Isi coretannya 1500000 ditulis hingga 5 kali.

Melalui aktivitas bermain peran tukang cukur anak dapat mengasah berbagai pengetahuan dan kemampuan.

  • Menambah pengetahuan tentang profesi tukang cukur
  • Melatih motorik anak melalui gerakan menggunting, meremas-remas rambut, dan sebagainya,
  • Menanamkan jiwa entrepreneurship pada anak,
  • Melatih berhitung,
  • Menambah wawasan baru.

Membaca Buku Parenting, Pentingkah?

Tidak banyak buku parenting yang pernah saya baca. Tapi, akhir-akhir ini saya menyempatkan membaca buku parenting. Bahkan, saat melihat ada buku parenting yang temanya menarik, saya langsung ingin membelinya. (Menarik dalam arti saya perlu lebih mendalami ilmunya.)
Saat ada keinginan beli buku baru, pasti yang terlintas di pikiran saya membeli buku bertema parenting. Seperti saat ini, saya melihat sebuah buku tema parenting yang sedang saya sukai, buku tentang Montessori yang berjudul Dr. Montessori’s Own Handbook. Bulan ini mungkin belum ada pengeluaran untuk buku, bulan depan buku ini harus bisa saya miliki.

Buku yang ingin dibeli ☺️

Saat menjelang kelahiran si kakak, 6 tahun lalu, saya tidak tertarik membeli buku bertema parenting. Yang saya beli malah buku-buku anak sehingga Kenan saat dalam kandungan hingga sekarang usia 5 tahun suka sekali dibacakan buku anak.

Saat menjelang kelahiran si adik, saya mulai merasa kurang percaya diri, apakah saya sudah benar mengasuh si kakak? Apakah aktivitas yang saya berikan pada si kakak berguna untuk perkembangan otaknya? Ada banyak pertanyaan lain yang muncul di benak saya. Ada banyak cara untuk mencari jawaban dari pertanyaan saya itu, salah satunya melalui membaca buku, itu yang saya pilih.

Membaca buku parenting sambil mengasuh Krisan.

Mulailah saya meyempatkan waktu membaca buku parenting yang saya miliki. Kenapa buku yang saya pilih, padahal ada begitu banyak artikel parenting di internet? Saya pilih buku karena lebih bisa dipertanggungjawabkan isinya. Buku yang saya pilih pun, buku-buku yang ditulis oleh mereka yang terjun langsung dalam mengasuh anak, baik itu guru (praktisi) maupun orangtua yang berpengalaman mengasuh anak hingga menjadi pakar pendidikan dan parenting.

Setelah saya membaca buku-buku parenting, saya rasakan sekali bahwa MEMBACA BUKU PARENTING ITU PENTING. Penting buat siapa?
Buku parenting baik dibaca oleh orangtua, calon orangtua, orangtua muda, pasangan baru menikah, guru, penulis buku bacaan anak, praktisi pendidikan, dan siapa pun yang ingin mengetahui tentang pola asuh anak.
Ada banyak sekali jenis buku parenting. Kita bisa membaca buku parenting sesuai yang kita butuhkan.

Bagi saya saat ini membaca buku-buku parenting yang terkait dengan Montessori itu penting. Kenapa? Sekolah Kenan tidak menerapkan Montessori, jadi saya bisa menerapkan kelas Montessori di rumah. Selain itu, informasi tentang seluk-beluk Montessori bisa saya terapkan untuk si adik, Krisan.
Membaca buku parenting itu sungguh penting bagi siapa saja yang ingin mengetahui informasi baik itu teori pola asuh anak maupun cerita pengalaman orangtua yang menghadapi langsung tumbuh kembang anak.

Bagi saya pribadi, membaca buku parenting menyakinkan saya bahwa pola asuh yang selama ini saya lakukan sudah benar. Misalnya, saya menemukan di buku parenting yang saya baca, aktivitas yang saya lakukan bersama Kenan itu bisa dikatakan mirip Montessori dan layak dilanjutkan serta bisa dipraktikkan pada adiknya, Krisan. Dari membaca buku parenting juga saya menemukan teori-teori yang mendukung pola asuh yang saya lakukan, sehingga saya rasa percaya diri saya pun mulai bertumbuh lagi. Karena rasa percaya diri itu saya jadi ingin membagikan aktivitas saya bersama Kenan dalam sebuah buku. Semoga bisa terwujud, amin.

Kotor vs Cuci Tangan

Bagaimana kita akan mengatakan pada anak “Nak tanganmu kotor, ayo cuci tangan?’ Jika anak tidak tahu kotor itu apa.

Dulu ketika saya masih kecil, bermain tanah adalah hal yang paling menyenangkan. Dengan menggunakan media tanah, saya bisa menciptakan aneka macam permainan asyik dari tanah. Main masak-masakan, membuat kue mainan, membangun istana pasir, membuat gelas piring dari tanah, dan masih banyak lainnya. Mungkin Anda juga ingat, apa permainan favorit Anda saat masih kecil yang berkaitan dengan tanah?

Kenan bermain pasir campur air

Kita pernah mengalami menjadi anak kecil, sekarang kita menghadapi anak kecil juga yang ternyata suka sekali bermain dengan tanah atau pasir. Walaupun ada anak yang dilarang orangtuanya bermain tanah, anak tetaplah suka bermain pasir.

Kenan termasuk anak yang tidak suka memegang benda yang kotor atau basah, tapi kalau bermain tanah atau pasir, Kenan mau-mau saja. Kenan tidak menunjukkan rasa jijik dan takut kotor.

Bermain pasir atau tanah adalah mainan favorit anak-anak. Apa ada anak yang tidak suka main pasir? Ada. Anak yang sudah terlanjur didoktrin orangtuanya bahwa tanah itu kotor tidak boleh disentuh, tanah banyak kuman bla bla bla, jadinya anak menjadi fobia pada tanah. Mungkin anak seperti itu yang tidak suka main tanah.

Kenan bermain truk tanah

Saat anak kita bermain tanah atau pasir, ada pembelajaran yang bisa dipetik lho. Apa saja itu?

  • Mengajarkan cuci tangan yang benar

Setelah bermain tanah atau pasir, otomatis orangtua akan meminta anak untuk cuci tangan dengan benar. Oleh karena itu, orangtua bisa sekaligus mengajarkan pada anak tentang mencuci tangan.

Kenan mencuci tangan
  • Memberikan informasi tentang kuman dan bahayanya

Anak cerdas akan bertanya, kenapa harus mencuci tangan. Jawaban orangtua dapat sekaligus memberikan informasi kepada anak tentang kuman dan bahaya. Tidak perlu penjelasan yang mendetail, yang penting anak tahu jika di tanah ada kuman yang bisa membuat tubuh sakit. Cara untuk menghilangkan kuman itu dengan mencuci tangan dengan benar.

  • Melatih motorik dan kreativitas

Bermain tanah membuat anak menggerakkan seluruh anggota tubuhnya. Berdiri, duduk, berjongkok, menggenggam tanah, menyendok tanah, semua itu membuat motorik anak menjadi terlatih.