Sebuah Fiksi: Cerita dari Kamar Mandi

“Hei lihat, apa yang dia lakukan, apa tidak salah. Dia berdoa di kamar mandi. Kamar mandi!! Kamar mandi kan kotor, tak pantaslah dia berdoa di sini. Harusnya dia cari tempat lebih suci untuk berdoa,” kata si Gayung.

Anak pertamaku sudah waktunya masuk kelas Zoom, bekal suamiku untuk ke kantor belum siap, mamaku sudah tidak sabar ingin mandi, dan San, anak keduaku yang baru bisa jalan, manja-manja minta digendong. Ya Tuhan, aku harus bagaimana, aku hanya punya dua kaki dan dua tangan.

“Yah, tolong jaga San sebentar saja, aku sudah tidak tahan,” kataku pada suamiku. Tanpa menunggu jawaban aku serahkan San padanya dan segera ke kamar mandi.
Continue reading “Sebuah Fiksi: Cerita dari Kamar Mandi”