Belajar Kesetiaan dari Hachiko

Jika kita bicara tentang KESETIAAN, kita perlu belajar dari dia, seekor anjing bernama Hachiko. Kisah Hachiko ini menjadi salah satu INSPIRASI pada ebook INSPIRASI PAGI BACAAN SINGKAT PENUH MAKNA.
Berikut ini kutipannya:

(4) Kesetiaan
Kisah seekor anjing setia bernama Hachiko tentu sudah sering Anda dengar. Bahkan telah banyak juga film yang diadaptasi dari kisah Hachiko.
Hachiko seekor anjing yang setia mengantar dan menjemput tuannya saat berangkat bekerja dan pulang bekerja. Ketika berangkat, dengan setia Hachiko mengantar tuannya sampai ke stasiun kereta tempat tuannya berangkat bekerja. Sore harinya ketika tuannya pulang bekerja, Hachiko sudah menunggu di depan stasiun. Begitu terus-menerus dilakukan oleh Hachiko setiap harinya.
Sampai suatu hari, Hachiko tidak melihat tuannya ketika pulang kerja. Tuannya terkena serangan jantung saat sedang bekerja dan meninggal. Hachiko terus saja menunggu di depan stasiun dengan setia. Tanpa memperdulikan apapun, Hachiko menunggu di depan stasiun hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.
Kita bisa belajar dari kesetiaan yang dilakukan oleh Hachiko. Kesetiaan tanpa batas dan tanpa pamrih. Bisakah kita menjadi seorang yang setia pada apa yang telah kita pilih? Setia pada pekerjaan kita atau setia pada pasangan kita?

(Halaman 11)

BACA INSPIRASI PAGI DI SINI

Kenapa Menulis Buku (Ebook) ini?

 

Ketika tak ada lagi teman yang bisa menasihati dan tidak ada teman yang bisa membantu masalahmu, buku akan ada untukmu.

Mungkin itulah pernyataan yang mendukung saya menulis buku ini. Bagi saya buku adalah teman, sahabat, membantu saya keluar dari masalah. Kadang kala, sahabat, teman, dan keluarga tidak bisa setiap saat setiap waktu ada bersama dengan saya, buku menjadi pilihan saya untuk bisa menasihati dan membantu saya.

BACA EBOOK: INSPIRASI PAGI

Sekitar 23 tahun yang lalu, saya seorang mahasiswa baru di sebuah universitas swasta di Kota Yogyakarta. Tanpa ada sahabat dan keluarga yang siap membantu saya saat dalam kebingungan. Semuanya harus saya lakukan sendiri. Saya merasa, saya butuh pertolongan, saya butuh nasihat, saya butuh teman, apa yang harus saya lakukan di kota yang belum saya kenal. Saya bukan orang yang mudah bergaul, saya tidak bisa basa basi dengan orang yang baru saya kenal, saya cenderung penyendiri. Tetapi saya sadar, sendirian di kota yang asing, tidak akan menjadi baik bagi saya jika terus merasa terasing. Lalu saya harus bagaimana?

Baca Ebook: INSPIRASI PAGI

Suatu kesempatan membawa saya ke toko buku. Kemudian terpikir di benak saya, mungkin ada buku yang bisa membantu saya. Sebuah buku kecil, buku saku, berisi tentang solusi masalah-masalah kehidupan. Saya ingat betul di salah satu bab buku itu membahas tentang bagaimana cara supaya kita bisa mudah bergaul dan terbuka dengan lingkungan sekitar. Sebagai seorang mahasiswa, salah satu caranya adalah masuk dalam komunitas. Komunitas yang ada di kampus saat itu adalah UKM (unit kegiatan mahasiswa). Dengan sebuah keberanian, saya masuk salah satu UKM yaitu Korps Suka Rela Palang Merah Indonesia.

Luar biasa, di komunitas itu saya menemukan teman-teman baru sekaligus keluarga baru. Mereka menerima saya apa adanya. Hingga kini sebenarnya saya tetap menjadi pendiam (jika belum kenal) yang tidak mudah bergaul, karena itulah saya dulu dan sekarang.

Catatan pentingnya adalah membaca buku menuntun saya menemukan hal-hal yang positif untuk mengembangkan pribadi saya menjadi lebih. Karenanya melalui buku ini saya ingin berbagi kata-kata positif yang saya harapkan bisa membawa pengaruh positif untuk pembaca buku ini.

Baca Ebook: INSPIRASI PAGI

Judul: Inspirasi  Pagi Bacaan Singkat Penuh Makna
Penulis: Paskalina Askalin
Terbit digital: 6 Juni 2024
Baca ebooknya hanya di www.tiptip.id
Harga: Rp 49.000

INTIP ISI BUKUNYA 👇

Cukup Baca 1 Inspirasi 1 hari, dapatkan inspirasi pagi penuh makna.

Berikut ini beberapa inspirasi yang ada di ebook ini:
(1)  Harapan
(2)   Tuhan Lebih Tahu
(3)   Kalah dan Menang
(4)   Kesetiaan   
(5)   Persahabatan
(6)   Kesempatan 
(7)   Menghargai Waktu   
(8)   Sedikit Peduli  
(9)   Sedikit Berbagi
(10) Bertetangga   
dst

Baca Ebook: INSPIRASI PAGI

Self Reminder: Mana yang Nilainya Lebih Tinggi?

 

Self Reminder: Mana Yang Nilainya Lebih Tinggi?

Ada sebuah keluarga yang ingin memberikan sebuah bingkisan untuk keluarga sahabatnya yang sedang berbahagia.

Hampir setiap hari keluarga ini sebenarnya berkekurangan, tapi dia ingin memberikan bingkisan untuk sahabatnya.

Lalu apa yang harus dia lakukan. Dia mulai memikirkan apa yang mungkin bisa ditunda untuk dibeli. Beras tidak mungkin ditunda. Lauk pauk dan sayur untuk anak-anak dan keluarganya tidak mungkin ditunda. Setelah banyak yang dia pikirkan, akhirnya dibelilah suatu barang senilai Rp 96.000.

Walaupun berat baginya untuk membelikan bingkisan itu, harus dilakukan untuk menunjukkan bahwa keluarganya turut berbahagia. Ya sudah akhirnya bingkisan itu dibeli dan diberikan dengan bungkusan ala kadarnya bahkan tidak menggunakan bungkusan yang seharusnya. Saat dia memberikan bingkisan itu pada sahabatnya, sebenarnya ada satu dua tiga tetes air mata tersembunyi. Tapi berusaha ditahannya demi melihat kebahagiaan sahabatnya.

Di tempat lain, ada keluarga lain juga yang ingin memberikan bingkisan untuk sahabatnya (orang yang sama dengan sahabat yang sedang berbahagia) Bagi keluarga ini tidak masalah, hanya soal waktu saja untuk pergi memberikan bingkisan. Mereka belum sempat untuk memberikan bingkisan. Baginya membeli bingkisan itu, ya tinggal membeli saja tidak perlu berpikir apakah beras masih ada? Apakah hari ini bisa belanja sayur? Apakah hari ini bisa memberi makan anaknya? Keluarga ini tidak perlu berpikir itu ketika ingin memberi bingkisan untuk sahabatnya. Akhirnya dia membeli bingkisan dengan seharga Rp 1.000.000.

Nah sekarang pertanyaannya, nilai barang mana yang memiliki nilai “lebih tinggi”? Apakah bingkisan seharga Rp 96.000 atau bingkisan seharga Rp 1.000.000?

Jawabannya ada pada hati kita masing-masing. Nilai sebuah barang itu bernilai atau tidak, hanya hati penerima yang bisa menilainya. Semoga tulisan ini bisa menjadi nasihat dan peringatan untuk diri sendiri yang mau membuka hati.


#SELF REMINDER #Damai #nasihatdiri #motivasi #inspirasipagi #nilai

Menuju 365 Quote: Quote Hari Ini

Menuju 365 Quote: Quote Hari Ini

Saya sering menulis kalimat motivasi untuk saya sendiri. Kalimat motivasi itu saya tulis sebagai kekuatan untuk diri saya menghadapi berbagai gempuran masalah sehari-hari.

Lama-kelamaan kalimat-kalimat itu terkumpul me jadi banyak, hingga akhirnya saya ingin membukukan. Tapi saya ingin membuat kalimat motivasi itu lebih bermakna dan bercerita. Lembar demi lembar halaman buku tidak hanya berupa kalimat motivasi singkat yang memunculkan banyak tanya. Karena setiap kalimat motivasi itu pastilah punya cerita di baliknya.

Menuju 365 Quote
Saya menyebut kalimat motivasi itu sama dengan quote. Menuju 365 Quote tidak hanya berisi quote. Buku Menuju 365 Quote berisi qoute atau kalimat motivasi sekaligus cerita di balik quote yang tertulis itu. 

Quote hari ini, 23 Maret 2024

Senyum yang paling indah melebihi indahnya bunga di dunia adalah senyum anak-anakmu(ku). – Paskalina Askalin –

Buat Anda yang sudah menjadi orang tua atau guru, coba rasa dan lihat betapa indahnya melihat senyum bahagia anak-anakmu atau anak muridmu. Semua lelah dan duka mendampingi tumbuh kembang anak-anak, terbayar lunas oleh senyum mereka.

Quote hari ini terinspirasi dari sebuah percakapan terakhir, ending sebuah film Korea berjudul Memories Of The Sword. “Senyumnya melebihi indahnya bunga” kira-kira ada percakapan seperti itu saat diterjemahankan dalam bahasa Indonesia.

Tentang senyuman, saya teringat dan selalu terpana ketika melihat senyum anak-anak saya. Kadang tiba-tiba dia tersenyum memandang saya dan saya terpana (kadang melongo). Kadang senyuman itu hadir ketika dia mendapatkan hadiah lolipop. Senyuman sederhana tapi menggetarkan jiwa.
Senyuman itu, senyuman anak-anak saya, menjadi kekuatan buat saya menjalani kehidupan. Selain itu, senyuman mereka menjadi cambuk saat saya lengah, saat emosi saya memuncak, saat kendali saya terlepas.

Sebagai orangtua, apalagi yang diharapkan dan diinginkan, selain mengantar anak-anak meraih masa depan terbaik mereka. Tapi sebagai orang tua, saya masih terus harus belajar, belajar,dan belajar. Senyuman mereka senyuman kekuatan.

Senyum yang paling indah melebihi indahnya bunga di dunia adalah senyum anak-anakmu(ku). – Paskalina Askalin –

Renungan: Tingkatkan Rasa Pedulimu pada Lingkungan Sekitar

Renungan: Tingkatkan Rasa Pedulimu pada Lingkungan Sekitar

Akhir-akhir ini begitu banyak berita tentang kasus kekerasan rumah tangga, kasus bunuh diri dan kasus bullying di sekolah. Kasus-kasus itu banyak di antaranya yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Kasus-kasus itu kebanyakan menjadi berita viral di Indonesia. Kemudian, pertanyaan muncul di benak saya.
Apakah harus menjadi viral dulu sehingga kasus-kasus seperti itu menjadi terungkap dan kita menjadi “sok” peduli?
Apakah harus menjadi viral ketika orang akhirnya menjadi peduli dengan orang di sekitarnya?

Saat mendapati tetangga bunuh diri, kita hanya bisa berkomentar, “Ya, ampun kok bisa dia senekat itu, kemarin masih ketawa-ketawa sama saya.”
Saat mendapati tetangga kita jadi korban KDRT, kita hanya bisa berkomentar, “Kok tega suaminya, padahal dia kelihatannya baik.”

Mungkin ini bisa menjadi renungan buat kita atau siapapun untuk sedikit lebih peduli pada orang-orang di sekitar.
Ada kasus seorang ibu muda yang mempunyai dua anak balita mengalami kekerasan rumah tangga dari suaminya dengan cara yang sangat sadis penyebabnya karena faktor ekonomi. Ada juga kasus bunuh diri seorang ibu yang mengajak serta anaknya, juga karena faktor ekonomi.

PDF LEMBAR AKTIVITAS ANAK PAUD

Masalah ekonomi sebenarnya menjadi masalah semua orang, termasuk Anda dan saya juga. Tetapi (mungkin), tidak termasuk artis, selebritis, selebgram, dan para miliarder serta “sultan Indonesia”, mereka tidak terkena masalah ekonomi.
Ada sebuah pernyataan dari presenter infotainment sebuah televisi swasta yang membuat saya tertawa miris (pengen jitak kepalanya). Dia berkata, “kok bisa, kok tega dia membunuh istrinya di hadapan anaknya karena faktor ekonomi. Seharusnya dia bisa berpikir lagi sebelum bertindak.” Hmmm, dia tidak merasakan tidak punya uang yang sungguh tidak punya uang, sudah berusaha jungkir balik, hingga doa terkhusuk dilakukan, tetap saja tidak ada jalan untuk masalah uang.
Komentar presenter itu begitu renyah. Dia punya uang banyak, tidak ada cerita tidak punya uang. Kalau pun dia bilang tak punya uang, bukan tidak punya uang sama sekali seperti mereka yang tega membunuh orang terdekat atau membunuh dirinya sendiri.

Saya tidak membenarkan perbuatan orang yang tega membunuh orang yang dikasihi karena masalah ekonomi. Tapi, cobalah untuk berada pada posisi orang yang benar-benar tidak punya uang dan tidak punya harapan.

Saya dan Anda mungkin pernah berada pada titik tidak punya uang, tempat beras kosong, kulkas kosong, tidak bisa beli apapun,  rasanya luar biasa, seakan saya bisa merasakan rasa yang dialami seseorang yang akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidup diri sendiri atau orang di sekitar. Pikiran negatif itu bisa terjadi pada siapa pun, karenanya kepedulian kita pada lingkungan sekitar itu perlu, sekadar menyapa tetangga sebelah, membuka helm saat bertemu tetangga di jalan, atau membuka kaca mobil saat lewat.

DOA MENGUBAH SEGALA SESUATU
Ketika kekosongan, kehampaan, kebingungan mendera,  BERDOALAH karena doa mengubah segala sesuatu. Apapun agamamu dan kepercayaan yang kamu anut, DOA akan membuatmu berpikir lebih jernih. Tempat beras tidak akan terisi karena doa, saldo rekening tidak akan bertambah karena berdoa berjam-jam. Tetapi DOA akan membangkitkan harapan dan semangat hidup kita lagi.

Sering saya tidak mengerti. Kenapa saya bisa sekuat ini? Kenapa saya bisa melewati setiap permasalahan? Kenapa saya bisa berdiri lagi ketika jatuh? Hanya Tuhan yang  mengerti, hanya Tuhan yang tahu. Tuhan masih ada dan akan selalu ada. BERDOA SAJA.

Doa membuat kita bisa kembali berjalan dan bertindak, sehingga bisa bergerak melakukan sesuatu untuk keluar dari masalah. Masalah keuangan yang mendera, jalan satu-satunya adalah membuat sesuatu,membuat sebuah karya untuk dijual sehingga bisa mendapatkan uang. 

Saya melakukan itu, saya tidak mengemis dari pintu ke pintu, saya menjual karya saya, karya digital saya, dan berharap Tuhan membuat tangan-tangan baik membeli karya saya. Saat ini yang bisa saya lakukan adalah menulis. Maka karya saya berupa tulisan. Semoga Anda yang membaca ini adalah salah satu pemilik tangan-tangan baik itu.🙏

Karya digital karya saya, bisa dilihat pada link ini 👉 karya digital yang bisa dibeli.

Dongeng Asal-usul

Dongeng Asal-usul Leher Bangau Bengkok

Dongeng Asal-usul Ayam Tidak Bisa Terbang

Dongeng Asal-usul Warna Belang di Tubuh Zebra

Dongeng Asal-usul Anjing dan Kucing Tidak Akur

Dongeng Asal-usul Kelelawar Takut Siang Hari

DONGENG FABEL

20 Dongeng Mancanegara Seri A

20 Dongeng Mancanegara Seri B

20 Dongeng Mancanegara Seri Lengkap