Resensi Buku di Koran Jakarta: Inspirasi Membangun Bisnis dari Rumah

versi cetak klik di sini

PERADA, Koran Jakarta

Inspirasi Membangun Bisnis dari RumahGambar

Bisnis perhiasan yang digeluti Cookie Lee menjadikan dia sebagai ibu yang paling bahagia karena setiap hari bisa mengantar jemput anak ke sekolah.

Mendengar nama Jack Canfield akan mengingatkan pembaca pada sebuah buku seri Chicken Soup. Sudah banyak seri Chicken Soup yang terbit dalam berbagai bahasa, termasuk Indonesia yang tak pernah absen untuk menerbitkannya.

Pada Chicken Soup kali ini, Jack Canfield fokus pada kisah entrepreneur atau wirausaha. Chicken Soup for the Entrepreneur’s Soul dihadirkan untuk membangunkan potensi bisnis yang tersimpan di dalam diri para pembaca. Jack Canfield dan kawan-kawan meramu banyak sekali kisah dalam Chicken Soup ini guna memberi spirit yang kuat untuk para pembaca.

Dalam Chicken Soup ini, terdapat 56 kisah entrepreneur yang telah sukses membangun bisnis. Dalam kisah-kisah inspiratif mereka, pembaca bisa menemukan berbagai alasan seseorang akhirnya memilih untuk berbisnis daripada orang bergajian. Tak jarang mereka harus memilih antara memulai bisnis atau tetap dengan menikmati kemapanan pekerjaan yang telah diperolehnya.

Tidak hanya kisah sukses yang dapat pembaca dapatkan dalam Chicken Soup ini. Ada juga tip atau saran sukses meraih bisnis. Misalnya, yang disampaikan Doris Christopher dalam kisahnya Resep untuk Sukses. Doris adalah pendiri dan Direktur The Pampered Chef, Ltd., penjual langsung alat-alat dapur yang pertama di dunia.

Bisnis yang digeluti Doris berawal dari rumah yang berkembang menjadi perusahaan jutaan dollar yang mengadakan lebih dari satu juta home show per tahun di seluruh dunia (hlm 55).

Doris menyebutkan ada lima saran untuk pembaca yang ingin memulai bisnis. Mereka adalah ikuti kegemaranmu, jadilah yang terbaik sebisamu, jaga biaya operasionalmu, ikuti instingmu, dan yang kelima ungkapan “itu hanya bisnis”. Doris adalah seorang ibu rumah tangga. Pembaca yang kebetulan ibu rumah tangga cocok membaca kisah Doris Christopher ini agar memperoleh pencerahan.

Kisah lain ditorehkan Cookie Lee, pendiri Cookie Lee, Inc, perusahaan penjual perhiasan langsung yang terbesar di Amerika. Produknya adalah perhiasan berkualitas tinggi.

Saat awal mendirikan perusahaan, Cookie Lee mendapat tantangan dari keluarga dan juga suaminya. Wanita ini dianggap gila karena mau meninggalkan karier cemerlangnya di perusahaan sekelas Mattel hanya untuk menjadi penjual perhiasan.
Alasan Cookie Lee sangat sederhana. Dia ingin membesarkan anaknya secara baik dan berkarier tanpa mengorbankan keluarga. Alasan Cookie Lee ini menjadi masuk akal ketika membaca kisah masa kecilnya yang tidak mendapat perhatian kedua orang tuanya.

Dari kisah Cookie Lee, pembaca dapat memetik pelajaran bahwa membuka lahan bisnis tidak semata-mata didasarkan pada keinginan mendapat uang sebanyak-banyaknya, terutama bagi wanita. Alasan bisa tetap di rumah kapan saja dan mengurus keluarga menjadi fokus memilih bisnis tertentu. Bisnis perhiasan yang digeluti Cookie Lee menjadikan dia sebagai ibu yang paling bahagia karena setiap hari bisa mengantar jemput anak ke sekolah.

Masih banyak kisah lain yang bisa mengobarkan semangat bisnis pembaca sekalian. Doris, Cookie, dan lainnya berhasil menjadi ibu rumah tangga yang sukses membangun perusahaannya walaupun hanya berawal dari rumah. Pembaca juga bisa seperti mereka mengejar impian dengan berbisnis sendiri. Jangan hanya bermimpi, ayo mulai.

Diresensi Paskalina Oktavianawati, tinggal di Jakarta

Judul : Chicken Soup for the Entrepreneur’s Soul
Kisah-kisah Inspiratif tentang Mengejar Impian dengan Berbisnis Sendiri
Penulis : Jack Canfield, Mark Victor Hansen, dkk
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal : xviii 332 halaman
ISBN : 978-979-22-8122-4

Book Review: Prinsip Hidup Orang Miskin

Prinsip Hidup Orang Miskin

 

Judul               :      Saga no Gabai Baachan, Nenak Hebat dari Saga

Penulis            :      Yoshichi Shimada

Penerbit           :      Kansha Books (a division of Mahda Books)

Terbit              :      Cet II, Mei, 2011

Tebal               :      264 halaman

ISBN              :      978-602-97196-2-8

Harga              :      Rp 48.000,00

 

 

Hidup itu selalu menarik, daripada hanya pasrah selalu coba cari jalan!

(Tips hidup menyenangkan ala Nenek Osano.)

Kita tentu masih ingat buku berjudul Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela karya Tetsuko Kuroyanagi. Buku yang berkisah di negara Jepang ini sangat menginspirasi pembacanya. Dalam buku ini, kisah masa kecil penulisnya diramu dengan bahasa yang sederhana dan penuh peristiwa-peristiwa haru, walau kadang ada peristiwa yang bisa membuat pembaca geleng-geleng kepala karena perilaku yang dilakukan oleh sang tokoh utama.

Masih dari negara yang sama, Jepang, hadir sebuah buku yang juga dapat menginspirasi pembacanya. Buku itu ditulis oleh Yoshichi Shimada judulnya Saga no Gabai Baachan, Nenek Hebat dari Saga. Dapat dibilang kesuksesan Yoshichi Shimada dengan buku ini mengikuti keterkenalan Tetsuko Kuroyanagi. Mengapa demikian? Untuk pertama kalinya, Yoshichi Shimada memperkenalkan bukunya dengan tampil sebagai bintang tamu di acara televisi Asahi TV yang telah memiliki jam tayang sangat panjang “Tetsuko no Heya” (Kamar Tetsuko). Acara ini dipandu oleh Tetsuko Kuroyanagi, penulis buku Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela. Setelah tampil di acara ini, pesanan buku Saga no Gabai Baachan di toko-toko buku langsng membeludak.

Yoshichi Shimada yang sebenarnya bernama Akihiro Tokunaga, dalam buku tersebut mengisahkan tentang masa kecilnya tinggal bersama neneknya di kota kecil Saga. Bukan kemauan Akihiro melewati masa kecil tanpa kasih sayang dari ibunya di Saga. Semuanya berawal ketika bom atom yang jatuh di Hiroshima. Ayah Akihiro yang sejak menikah dengan ibunya tinggal di Saga, pergi ke Hiroshima pasca jatuhnya bom atom. Namun hal itu membawa malapetaka, karena ayah Akihiro kemudian jatuh sakit karena radiasi atom hingga akhirnya meninggal. Ibu Akihiro tak sanggup membesarkan Akihiro di Hiroshima, sehingga akhirnya mengirim Akihiro ke Saga untuk tinggal bersama neneknya, Nenek Osano.

Tinggal bersama Nenek Osano bukan berarti keluar dari kesulitan hidup, justru kesulitan dan kemiskinan semakin menghimpit masa kecil Akihiro. Ketika sampai di rumah Nenek Osano, Akihiro dihadapkan pada situasi rumah yang lebih tepat disebut gubuk. Tidak hanya itu, Akihiro juga diharuskan memasak sendiri nasi untuk makan, karena Nenek Osano harus berangkat bekerja pada pagi hari.

Gubuk itu sempit dengan ukuran kurang lebih dua jou tikar tatami. Di dalamnya terdapat jendela yang teramat besar, yang tampak mendominasi.

Lalu kepada diriku yang masih berdiri termangu tanpa tahu harus bagaimana, Nenek berkata, “Karena mulai besok Akihiro yang harus menanak nasi, perhatikan baik-baik.”

Setelah berkata begitu,  Nenek mulai menyalakan api dalam tungku oven. (hlm. 34)

Hari pertama bertemu dengan neneknya sudah membuatnya terpana. Hari-hari selanjutnya banyak peristiwa yang membuat Akihiro semakin terkesima sekaligus kagum pada cara neneknya menjalani hidup sebagai orang miskin di Saga. Setiap berangkat dan pulang bekerja sebagai petugas kebersihan di sebuah universitas di Saga, Nenek Osano selalu mengikatkan tali di pinggangnya dan pada ujung tali diikatkan magnet. Pada magnet itu tertempel paku dan sampah logam yang diperoleh dari jalan-jalan yang dilewatinya. Paku dan sampah-sampah logam yang terkumpul dapat dijual. Ini adalah salah satu kecerdikan Nenek Osano dalam menghadapi kemiskinan.

Nenek Osano memperkenalkan Akihiro pada “Supermarket”. Supermarket yang dimaksud Nenek Osano adalah sungai di dekat rumahnya yang mengalir membawa sisa-sisa bahan makanan dari pasar. Nenek Osano memasang galah di aliran sungai sehingga makanan berupa sayuran dan buah yang terbawa arus sungai akan tersangkut di galah. Dan neneknnya tinggal mengambilnya dengan mudah.

Nenek meraih sayur yang bentuknya aneh dan berkata, “Lobak yang berujung dua sekalipun, kalau dipotong-potong dan direbus, sama saja dengan yang lain. Timun yang bengkok sekalipun, bila diiris-iris dan dibumbui garam, tetap saja timun.” (hlm. 43-44)

Kemiskinan yang dialami Akihiro dan neneknya membuat Akihiro mengubur semua keinginannya. Saat Akihiro sudah masuk sekolah, dia ingin ikut latihan kendo atau judo. Namun ketika dia membicarakannya pada neneknya, nenek menolak karena latihan kendo dan judo membutuhkan biaya untuk membeli seragam. Nenek Osano menyarankan Akihiro latihan lari saja, karena latihan lari tidak membutuhkan biaya.  Akihiro tentu kecewa dengan jawaban neneknya tetapi dia melakukan apa yang dikatakan neneknya. Dan, ternyata ketika dia bersekolah di SMP, Akihiro terpilih menjadi kapten baseball di sekolah karena latihan lari usulan dari neneknya. Bahkan tanpa diduga oleh Akihiro, neneknya membelikan sepatu atletik seharga 10.000 yen karena dirinya terpilih menjadi kapten.

Kehidupan yang dijalani oleh Akihiro dan neneknya di Saga memang tidak mudah, tetapi begitu banyak hal yang membuat Akihiro merasa bangga memiliki nenek seperti neneknya itu. Sehingga Akihiro menuangkan seluruh kisah kehidupan bersama neneknya ke dalam buku ini. Tepat sekali ketika Akihiro Tokunaga atau Yoshichi Shimada memberi judul buku ini Nenek Hebat dari Saga.

Siapapun yang membaca buku ini pasti akan terinspirasi. Buku ini dapat dibaca oleh semua kalangan usia. Nilai-nilai kehidupan yang diajarkan oleh Nenek Osano patut kita jadikan teladan untuk menghadapi kesulitan-kesulitan yang datang dalam kehidupan kita sehari-hari. Nenek Osano berkata: ada dua jalan buat orang miskin, miskin muram dan miskin ceria. Kita mau memilih yang mana?

Peresensi adalah Paskalina Oktavianawati, Editor dan Penulis yang tinggal di Jakarta.

Book review: Merintis Usaha di Usia Muda

Merintis Usaha di Usia Muda

 

Judul               :      Rintis Usaha Sendiri, Yuk!
Penulis            :      Cheryl Tanuwijaya
Penerbit           :      Citta Media
Terbit              :      Juni 2011
Tebal               :      118 halaman
Harga              :      Rp 32.500,00

 

Di zaman yang serba mahal dan canggih ini, kita tidak bisa berdiam diri saja menunggu keberuntungan yang diturunkan oleh Tuhan. Kita harus terus belajar dan berusaha mengembangkan diri, mengembangkan kemampuan yang kita miliki. Salah satunya adalah kemampuan merintis usaha sendiri. Merintis usaha? Mungkin di antara kita akan berujar, memangnya mudah merintis usaha sendiri.

Merintis usaha itu ternyata mudah. Ini sudah dibuktikan oleh Cheryl Tanuwijaya. Saat Cheryl masih duduk di SMA, dia menekuni bisnis logam mulia. Wow, mungkin sebagian dari kita berdecak, tetapi inilah realita, anak SMA juga bisa berbisnis logam mulia yang harganya bisa selangit.

Berdasarkan pengalamannya menekuni bisnis logam mulia, ia menuangkan pengalamannya merintis usaha sendiri melalui buku perdananya Rintis Usaha Sendiri, Yuk!. Melalui buku ini ia ingin mengajak remaja-remaja seusianya untuk mengubah kebiasaan remaja yang hanya bisa menadahkan tangan pada orang tua untuk memenuhi uang jajan.

Kita tentu sepakat bahwa dengan banyaknya pengangguran di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan lapangan pekerjaan yang banyak. Dan, dengan adanya buku ini patut kita acungi jempol. Mengapa? Buku ini mengajak remaja untuk berubah ke arah yang lebih baik, lebih kreatif, dan lebih berani berinovasi. Remaja tidak lagi berangan-angan untuk bekerja di perusahaan A atau perusahaan B, kantor A atau kantor B. Angan-angan remaja adalah usaha apa yang bisa diciptakan untuk masa persiapan di masa depan. Hal ini akan menciptakan lapangan pekerjaan sehingga secara otomatis pengangguran dapat dikurangi.

Tugas utama seorang remaja yang masih duduk di bangku sekolah adalah belajar, demikian pula tugas remaja yang duduk di bangku kuliah. Tetapi tidak ada larangan untuk remaja berkreasi dan berinovasi menciptakan usaha, bukan? Peluang-peluang usaha yang bisa dijalani oleh remaja yang masih berstatus sekolah atau kuliah, di antaranya memanfaatkan hobi yang dimiliki oleh remaja itu sendiri. Misalnya, seorang remaja memiliki hobi membaca, secara otomatis dia pasti memiliki koleksi buku bacaan yang sangat banyak. Hobi membaca ini dapat dijadikan peluang usaha perpustakaan atau rental buku. Contoh lain hobi menggambar atau melukis. Hobi ini juga bisa dijadikan peluang usaha yang menguntungkan, seperti Andina Nabila Irvani dari hobinya melukis bisa membuat usaha sepatu lukis dengan brand bernama Spotlight.

Merintis usaha di usia muda bisa dilakukan oleh semua remaja, asalkan mereka tahu cara dan jalan yang benar. Memang ada pepatah mengatakan “Banyak jalan menuju Roma”, tetapi setiap jalan yang dipilih haruslah sesuai dan tidak salah langkah. Dalam buku Rintis Usaha Sendiri, Yuk!, Cheryl menyebutkan ada komposisi bisnis untuk merintis usaha, yaitu kemauan, kreatif, promosi, dan bersyukur pada Sang Pencipta.

Kemauan adalah hal terpenting ketika kita akan melakukan usaha. Meskipun kita memiliki kepintaran dan modal uang yang cukup, tanpa adanya kemauan, semuanya akan sia-sia belaka. Tepat apabila dikatakan “Modal bisa dicari, tetapi kemauan harus diperjuangkan”. Oleh karena itu, Cheryl menempatkan kemauan sebagai komposisi pertama dalam bisnis.

Ketika kita mulai merintis usaha sendiri, tidak selalu berakhir dengan kesuksesan, adakalanya kita harus mengalami kegagalan dan menghadapi kendala-kendala. Jangan jadikan kegagalan dan kendala itu sebagai nilai negatif, tetapi jadikan kegagalan dan kendala itu nilai positif untuk pemicu supaya kita semakin kreatif dan cerdas menyelesaikan masalah.

Buku Rintis Usaha Sendiri, Yuk! patut kita apresiasi dengan beberapa alasan. Pertama, buku ini ditulis oleh seorang remaja dan diperuntukkan dengan remaja, sehingga buku ini tidak menggurui siapa saja yang membacanya. Buku ini memberikan gambaran nyata tentang remaja dan segala lika-likunya untuk mewujudkan kemandirian diri dan kemandirian finansial. Kedua, buku ini mengajak kita semua untuk mengubah mindset, bahwa kemandirian finansial bisa dimulai sejak dini. Kita tidak perlu menunggu usia 30 tahun untuk sukses. Dimulai sekarang pun jika punya kemauan, pasti bisa kesuksesan bisa dicapai.

Peresensi adalah Paskalina Oktavianawati, Editor dan Penulis yang tinggal di Jakarta.

Book Review: Internet Aman untuk Anak

Judul Buku :    Jurus Jitu Menangkal Video Porno Masuk Rumah Melalui Internet

Penulis        :    Anang Y.B.

Penerbit      :    Pohon Cahaya, Yogyakarta

Cetakan      :    I, 2010

Tebal          :    iv + 127 halaman

Peresensi  :   Paskalina Oktavianawati

==================================

Dua bulan terakhir ini, masyarakat Indonesia dihebohkan oleh video porno mirip artis yang muncul di dunia maya. Semua orang, tanpa terkecuali, anak-anak, remaja, dewasa, manula, tertarik untuk melihat video porno itu. Faktanya, ketika dilakukan pengecekan melalui fasilitas pencarian kata kunci di www.adwords.google.com, pada pertengahan Juni 2010 pengguna internet di Indonesia mengetik kata kunci “video luna” sebanyak 450.000 kali dan kata kunci “Luna Maya” tak kurang dari 673.000 kali.

Dari 450.000 kali kata kunci itu, mungkin salah satunya yang mengetik kata kunci itu adalah anak Anda. Bukan sesuatu yang mustahil bukan? Media cetak dan elektronik berlomba memberitakan kehebohan video porno mirip artis tersebut, orang dewasa saja tertarik untuk mencari tahu apalagi anak-anak di bawah umur, mereka juga memiliki rasa ingin tahu dan pasti berusaha mencari tahu di internet.

Anak-anak di bawah umur telah fasih internet. Bisa jadi orang tua kalah fasih dengan kecerdasan anak yang dengan mudah mempelajari teknologi baru dalam waktu sekejab. Wabah video porno bisa masuk ke rumah Anda kapan saja, melalui fasilitas internet di komputer, laptop, dan telepon genggam.

Untuk video heboh mirip artis itu Anda sebagai orang tua mungkin “kecolongan”. Anda tak ingin “kecolongan” untuk yang kedua kali, bukan? Kalau begitu Anda harus membaca dengan lengkap ulasannya dalam buku ini.

Buku berjudul Jurus Jitu Menangkal Video Porno Masuk Rumah Melalui Internet ini, dapat menjadi pilihan Anda untuk memagari rumah keluarga Anda dari dampak negatif internet yang kapan saja siap menerkam perilaku dan pikiran anak Anda. Virus yang merusak sofware komputer dengan mudah dapat Anda tangkal dan basmi dengan antivirus. Tapi, bagaimana jika virus pornografi menelusup memasuki ruang-ruang dalam pikiran anak-anak Anda? Tentu untuk membersihkan virus yang satu ini tidak semudah membersihkan virus di sofware komputer Anda.

Sebagai orang tua, kakak, atau paman, Anda harus memulai memagari internet di rumah Anda sebelum semuanya semakin terlambat.  Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan supaya rumah Anda terbebas dari “virus ganas” internet. Menurut sang penulis buku, Anang Y.B., Anda dapat membuat setting pada browser yang sering digunakan, seperti Google, Firefox, dan Internet Explorer. Atau, membuat setting pada situs-situs yang sering digunakan, seperti Facebook, Youtobe, dan Twitter. Apanya yang di setting? Pada browser dan situs tersebut terdapat fasilitas penangkal unsur pornografi dan hal-hal berbau tidak senonoh. Misalnya, pada Google terdapat Google SafeSearch Filter dan pada Youtobe terdapat YouTube Safe Mode. Cara membuat setting-an dan mengaktifkan fasilitas penangkal itu dapat Anda baca secara lengkap dalam buku ini. Tahap-tahapan diulas secara praktis, sehingga memudahkan Anda untuk mengikuti setiap langkahnya. Cukup dengan beberapa kali klik, rumah Anda terbebas dan “virus ganas”.

Selain membuat setting pada browser tertentu, penulis juga menjelaskan tentang penggunaan parental control, yaitu perangkat yang digunakan para orang tua untuk melindungi anak mereka dari bahaya saat menggunakan suatu produk jasa. Dalam dunia maya, parental control  berupa program yang mampu memblokir situs dewasa, mengatur lamanya seorang anak menggunakan internet, dan memberi tahu orang tua tentang situs-situs  yang diakses anak dalam sepekan.

Ada beberapa browser ramah yang bisa Anda pakai dan aman untuk anak Anda, di antaranya Buddy Browser, Kid Zui, Kid Rocket, PikLuk, KIDO’Z, K9 Web Protection, dan ChatShield. Penjelasan lengkapnya tentang browser ramah dapat Anda baca dalam buku ini.

Pada akhirnya, Anda sebagai orang tualah yang harus menjadi lebih bijak dalam memperkenalkan dunia internet kepada anak Anda. Apapun alat yang Anda gunakan untuk menangkal pornografi atau hal-hal negatif lain dari dunia internet, tanpa adanya pondasi norma yang kuat, semua usaha Anda akan percuma. Oleh karena itu, sejak dini berikan pendidikan norma pada anak-anak  Anda, sehingga “virus ganas” macam apapun tak akan mampu menelusup mengotori kehidupan anak-anak Anda.

9 Agustus 2010, Paskalina Oktavianawati

Book Review: Rahasia Kaya dan Sukses Pebisnis Tionghoa

Judul Buku : Rahasia Kaya dan Sukses Pebisnis Tionghoa ~ Penulis : Lie Shi Guang ~ Penerbit : Penerbit Andi ~ Tahun terbit : 2010 ~ Tebal : xxii + 250 hal ~ ISBN : 978-979-29-1405-4

=========================
Kita tentu mengenal istilah yin dan yang. Konsep yin dan yang berarti keseimbangan hidup antara kekayaan dan kebahagiaan. Konsep yin dan yang ini telah ada ribuan tahun yang lalu dan bersumber dari Kitab Perubahan (I-Ching). Bagi orang Tionghoa, kesuksesan hidup adalah keseimbangan yin-yang.

Buku Rahasia Kaya dan Sukses Pebisnis Tionghoa mengupas secara tuntas 8 rahasia kaya dan sukses pebisnis Tionghoa. Tiga rahasia dari delapan rahasia tersebut adalah kerja keras dan penuh semangat; memiliki motivasi kuat; dan cepat bertindak.

Untuk meraih kesuksesan, seseorang harus mau bekerja keras dengan penuh semangat. Tanpa kerja keras sukses tak akan teraih. Kemudian, seorang yang ingin sukses juga harus memiliki motivasi yang kuat. Orang Tionghoa sukses dalam berbisnis karena mereka merupakan orang yang penuh motivasi dan mendapat didikan hidup prihatin sejak kecil.

Kerja keras dengan semangat dan motivasi tinggi membangkitkan seseorang untuk bertindak cepat. Seorang pebisnis Tionghoa jarang menyia-nyiakan kesempatan setelah ia benar-benar menyakini kesempatan tersebut, apalagi jika kesempatan tersebut merupakan kesempatan emas yang sangat menguntungkan. Oleh karena itu, ketika melihat kesempatan, pebisnis Tionghoa akan bertindak cepat.

Lima rahasia lainnya, tentu dapat semakin menambah wawasan Anda dan mengembangkan semangat bisnis Anda. Baca lebih lengkapnya dalam buku ini.

Dapat dibaca juga di www.wisata-buku.com