Panduan menulis untuk anak

Ayo menjadi penulis
Panduan menulis untuk anak usia SD

Bagaimana caranya menjadi penulis?
Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah menulis, menulis dan menulis. Kamu dapat menulis pengalaman menarik yang kamu temukan, kamu alami, atau kamu impikan. Jadilah sebuah tulisan. Dengan begitu kamu sudah menulis.
Lalu, langkah kedua adalah menentukan tulisanmu itu akan diapakan. Misalnya, tulisanmu akan kamu simpan sebagai catatan harian. Catatan yang demikian biasa disebut buku harian (diary). Tulisanmu juga bisa dibagikan (di-share-kan) untuk teman-teman kalian dengan diberikan ke redaksi mading atau majalah di sekolahmu.  Kamu juga bisa mengirimkan tulisanmu ke majalah anak atau koran anak yang sering kamu baca.
Nah, jika tulisanmu itu akan diperlihatkan pada banyak orang, kamu tidak bisa lagi sembarangan menulis. Kamu harus menulis yang bisa dinikmati dan bermanfaat untuk orang lain. Kamu bisa menulis salah satu jenis tulisan yang kamu bisa, misalnya menulis cerita atau menulis puisi.
Puisi yang kamu tulis dapat menginspirasi pembaca untuk melakukan hal yang sama seperti kamu. Misalnya puisi di bawah ini.

Pahlawanku

Pahlawanku…
Sungguh besar jasamu
Engkau yang telah berjuang
demi kemerdekaan Negeri ini
Engkau yang telah melawan
penjajah-penjajah dari Negera lain
Pahlawanku…
Tanpamu aku tidak akan ada di Bumi ini
Tanpamu Negeri ini sudah dikuasai oleh
Negara lain
Pahlawanku…
Jasamu tak akan kulupakan
Pengorbananmu akan selalu kukenang
Sepanjang hayatku akan selalu
Mengenangmu
Wahai Pahlawanku

Ditulis oleh Aulia Tri R, diambil dari Majalah Bobo edisi 11 Desember 2014

Cerita yang kamu tulis juga bisa menjadi inspirasi bagi pembacanya. Misalnya tulisan cerita berikut ini.

Pemimpin Upacara
Aku adalah ketua kelas. Biasanya saat upacara, akulah yang mempersiapkan barisan. Tapi pada waktu itu, aku malah dipanggil oleh Bapak Guru dan aku disuruh menjadi pemimpin upacara. Awalnya aku merasa tegang, saat harus berbicara di depan pengeras suara. Tapi untungnya, aku bisa menguasai rasa tegang itu, dan akhirnya upacara berjalan dengab sangat baik.

Ditulis oleh Devi Novita Sari, diambil dari Majalah Bobo hal 16 edisi 11 Des 2014

Bagaimana cara menulis puisi yang baik?
Bagaimana cara menulis cerita yang asyik?
Bagaimana cara mengirim tulisan ke Majalah Bobo?
Ingin tahu caranya?

Kamu bisa membacanya di buku ini
Judul: Aku Mau Jadi Penulis
Penulis: Askalin
Penerbit: Grasindo, Jakarta
Tahun: 2013
Harga: Rp 60.000

image

Buku ini bisa dibeli di TB GRAMEDIA, www.bukabuku.com
Atau bisa juga dipesan dengan mengirim SMS/WA ke 08159898723 (penulisnya langsung)
Buku ini juga bisa dibeli secara digital di www.gramediana.com dengan harga Rp 49.000

Pesan buku AKU MAU JADI PENULIS
sms/wa 08159898723

image

Permainan tradisional BP (bongkar pasang)

image

Sumb gbr: www.tumblr.com

Banyak sekali permainan tradisional yang sudah dilupakan. Mungkin karena dianggapnya permainan trasidional itu permainan orang kampung alias dolanan cah ndeso. Pertanyaannya, apakah orangtua memilih permainan untuk anak karena permainan itu modern plus tidak ketinggalan zaman? Atau, apakah orangtua akan memberikan permainan yang bermanfaat untuk anaknya dan minim pengaruh negatif terhadap karakter anak?

Ladies… masih ingat dengan permainan masa kecil, BP alias bongkar pasang. Permainan boneka plus baju-baju yang fashionable terbuat dari kertas ini dimainkan oleh anak perempuan. Jika dibandingkan dengan zaman sekarang, BP hampir sama dengan boneka barbie yang bisa bergonta-ganti baju, model rambut, dan aksesori. Bahkan mainan boneka barbie pun kini tergantikan oleh permainan boneka digital yang ada di komputer, telepon pintar, dan gadget-gadget terbaru masa kini.

Apa anak perempuan masa kini mengenal permainan bongkar pasang ini? Dengan munculnya fenomena gadget seperti sekarang ini bisa dipastikan permainan ini hanya tinggal kenangan.

Permainan bongkar pasang merupakan salah satu permainan tradisional yang (mungkin) saat ini sudah menghilang. Amat disayangkan sebenarnya. Permainan bongkar pasang sebuah permainan murah meriah tidak membahayakan dan bisa melatih kreativitas anak. Selain itu, permainan ini juga membantu anak bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya.
Dalam permainan bongkar pasang ini terbuat dari kertas yang pada awal dibeli berupa lembaran kertas bergambar karakter orang, baik itu karakter ayah, ibu, anak remaja, bayi, dan sebagainya, disertai dengan gambar beraneka macam baju untuk berbagai aktivitas. Gambar-gambar itu bisa langsung dilepas lalu dimainkan. Sebagai pendukung, anak-anak bisa menggunakan kotak kemasan sabun sebagai tempat tidur dan karton-karton bekas untuk kursi dan meja serta peralatan rumah tangga lainnya.
Permainan bongkar pasang bisa dimainkan sendiri, tapi akan lebih seru jika dimainkan beberapa orang. Setiap anak perempuan yang bermain akan bermain peran sebagai tokoh yang diinginkan dalam rumah ciptaan mereka.
Kreativitas anak-anak terasah dalam permainan ini. Anak-anak juga bermain peran berganti-ganti pakaian sesuai dengan fungsinya. Misalnya, ada pakaian khusus untuk ke kantor, liburan ke pegunungan, pakaian untuk tidur, pakaian untuk liburan ke pantai, pakaian pesta, dan masih banyak lagi. Dalam aktivitas ini, secara tidak langsung anak-anak belajar tentang kepantasan cara perpakaian. Dan, apa yang didapat dari pendidikan orangtuanya dapat terlihat jelas dari cara bermain peran anak-anak ini.
Setiap permainan anak, baik itu permainan tradisional atau permainan modern sekali pun, selain memberikan manfaat positif bagi anak, dapat juga memberikan dampak negatif. Nah, dalam hal ini peran orangtua amat penting. Permainan apapun yang dimainkan anak, orangtua harus menjadi pendamping yang hebat untuk anak yang siap menjaga anak dari akibat negatif. (Askalin)

Lebih lengkap tentang macam-macam permainan tradisional ada di buku ini!
Judul Buku : 100 Permainan dan Perlombaan Rakyat
Nama Penulis : Askalin
Ilustrator : SatuDuniaIde
Penerbit : Nyo-Nyo (Imprint Penerbit Andi)
Tahun : 2013
ISBN : 978-979-29-4003-9
Tebal  : vi + 90 halaman
Harga :  Rp45.000

Ingin beli buku ini dengan diskon 20% klik www.andipublisher.com
Ingin beli buku ini dengan diskon 15% klik www.bukabuku.com

image

Naskah Ditolak, ah ga sakitnya tuh di sini!!

Naskah ditolak oleh penerbit atau media cetak, rasanya tuh sakit banget. TAPI sakitnya kayak digigit semut, terasa 5 sampai 10 menit setelah itu tak berasa apa-apa. Naskah yang ditolak mau ditangisi seperti apa pun, tak akan mengubah apa-apa, ditolak ya ditolak. Masih untung naskah itu dikembalikan sehingga tidak menjadi onggokan kertas bekas pembungkus cabe di pasar yang harganya sedang meroket.
Naskah yang ditolak itu, trus mau diapakan? Biarkan saja sehari dua hari atau dua minggu, baru kemudian lihat kembali secara bijak, apa alasan naskah itu ditolak. Tak perlu berpikiran negatif pada redaksinya, tak perlu mencari-cari alasan pembenaran jika naskah kita luar biasa bagus. Cobalah terima segala kritik dari naskah kita yang ditolak itu.
Kemudian JANGAN TAKUT untuk mencoba lagi mengirim naskah ke penerbit atau media cetak yang pernah menolak naskah kita. YAKIN pasti dari 5 hingga 10 naskah yang dikirim pasti akan ada yang DITERIMA.
Sesuai pengalaman saya mencoba mengirim 5 penawaran naskah ke sebuah penerbit. Penawaran 1 sampai 4 ditolak. Penawaran ke 5 akhirnya diterima. (Horeeeeee)
Jadi kuncinya adalah
Naskah DITOLAK, tidak masalah, satu naskah ditolak, coba lagi lagi dan lagi. Ditolak adalah proses kita menuju diterima. Ditolak juga proses kita belajar menulis. Sampai kapan pun penulis akan terus belajar menulis.

Hari Guru Nasional, 25 November

image

Di Indonesia, tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Semua Guru di Indonesia patut berbangga karena jasanya yang tanpa pamrih diabadikan dalam sebuah perayaan Hari Guru, walau tidak menjadi hari libur nasional 🙂
Bagaimanakah sejarah terjadinya atau diperingatinya Hari Guru tanggal 25 November itu? Berikut ini sejarahnya.
Tepat tanggal 25 November setiap tahunnya, Indonesia memperingati Hari Guru Nasional, yang juga adalah hari lahirnya organisasi guru yaitu Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Namun tahukah Anda asal usul mengapa tanggal tersebut dipilih menjadi hari yang khusus bagi para pahlawan tanpa tanda jasa?

Sejak sebelum kemerdekaan Indonesia, para pegiat pendidikan di nusantara telah mendirikan organisasi bernama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) tahun 1912. Anggotanya merupakan kalangan Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah, dan Penilik Sekolah yang bekerja di sekolah-sekolah yang ada di tanah air.

Kemudian, kuatnya keinginan untuk merdeka dan mendirikan negara sendiri yang bernama Indonesia membuat pengurus dan anggota PGHB mengubah nama organisasi mereka menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) di tahun 1932.

Usai kemerdekaan 17 Agustus 1945, para pengurus dan anggota PGI menyelenggarakan Kongres Guru Indonesia yaitu tepat di 100 hari setelah tanggal kemerdekaan tersebut, 24 -25 November 1945. Kongres yang berlangsung di Kota Surakarta tersebut diadakan untuk mengikrarkan dukungan para guru untuk NKRI. Saat itu, nama organisasi PGI pun diperbarui menjadi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Dilansir oleh situs resmi PGRI, karena jasa dan perjuangan yang telah dilakukan oleh para guru di tanah air, maka Pemerintah RI melalui Kepres No 78 Tahun 1994 menetapkan tanggal berdirinya PGRI sebagai Hari Guru Nasional.

Keppres itu juga dimantapkan di UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang menetapkan tanggal 25 November setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Guru Nasional, yang kerap diperingati bersamaan dengan ulang tahun PGRI.

(Sumber teks: sidomi.com, sumber gambar: chien-puterirahsia.blogspot.com)

Oh ternyata Hari Guru juga bersamaan dengan Hari Ulang Tahun PGRI.

Selamat Hari Guru

Resensi buku Kisah Nora Mengenal Rambu-rambu Lalu Lintas

Resensi buku Kisah Nora Mengenal Rambu-rambu Lalu Lintas yang ditulis oleh Mbak Renny Yaniar di www.kidnesia.com

resensi kisah noraF

Jangan Melanggar Lalu Lintas

Jangan melanggar lalu lintas

Jangan kaget ketika anak sudah memiliki buku ini, dia akan mengingatkan Anda, orang dewasa, untuk tidak melanggar lalu lintas. Ketika Anda tak bisa mengingatkan diri Anda sendiri untuk tidak melanggar rambu-rambu lalu lintas, dengarkan peringatan dari anak Anda. Jangan melanggar rambu-rambu lalu lintas. #askalin, penulis Kisah Nora Mengenal Rambu-rambu Lalu Lintas.
***

Berbicara tentang rambu-rambu lalu lintas, berarti kita berbicara tentang peraturan berlalu lintas di jalan raya. Rambu-rambu lalu lintas merupakan tanda-tanda peringatan bagi pengendara kendaraan yang melaju di jalan raya dan pengguna jalan lain seperti pejalan kaki. Rambu-rambu lalu lintas ini diatur sedemikian rupa supaya pengguna jalan tidak mengalami kecelakaan.
Rambu-rambu lalu lintas yang paling menonjol yaitu “traffic light” atau sering kita sebut “lampu merah”.Kita sering menjumpai lampu merah di mana-mana. Namun sayangnya, kita juga masih sering melihat pengguna jalan raya yang melanggar traffic light yang menyebabkan terjadinya kecelakaan. Kesadaran masyarakat untuk menaati rambu-rambu lalu lintas sangat kecil, padahal melanggar lalu lintas bisa membahayakan nyawa diri sendiri dan juga orang lain.
Orang dewasa sudah paham keberadaan rambu-rambu lalu lintas di jalan raya, namun mereka seakan tidak peduli. Dengan alasan takut terlambat dan seribu satu alasan lain, orang dewasa memilih untuk melanggar rambu-rambu lalu lintas.
Apakah kita akan membiarkan anak-anak kita kelak juga menjadi pelanggar peraturan rambu-rambu lalu lintas? Apakah kita akan membiarkan anak-anak kita membahayakan dirinya dan orang lain karena melanggar rambu-rambu lalu lintas?
Tentu saja jawabannya TIDAK

IMG_20140904_233427

Kesadaran untuk menaati rambu-rambu lalu lintas perlu ditanamkan sejak anak usia dini. Caranya? Buku Kisah Nora Mengenal Rambu-rambu Lalu Lintas dapat membantu anak mengenal rambu-rambu lalu lintas. Buku ini disajikan dalam bentuk cerita yang dipadu dengan berbagai aktivitas yang disukai anak, seperti mewarnai dan memasangkan gambar. Tokoh Nora dalam buku ini akan mengajak anak masuk dalam ceritanya sambil mengenal berbagai rambu-rambu lalu lintas. Anak tidak akan merasa digurui sehingga pengenalan rambu-rambu lalu lintas lebih mengena pada ingatan anak.
Kisah Nora Mengenal Rambu-rambu Lalu Lintas merupakan buku aktivitas, sehingga anak dapat mengerjakan langsung semua aktivitas mewarnai atau memasangkan gambar dalam buku. Kisah Nora Mengenal Rambu-rambu Lalu Lintas merupakan buku cerita yang berisi tiga cerita Nora. Dalam ketiga cerita Nora itu tersisip berbagai pengenalan Nora terhadap rambu-rambu lalu lintas.
Kisah Nora Mengenal Rambu-rambu Lalu Lintas dapat dibeli dengan harga Rp 29.000. Harga yang cukup murah untuk manfaat besar yang diperoleh anak.
Kisah Nora Mengenal Rambu-rambu Lalu Lintas bisa dibeli di toko buku gramedia seluruh Indonesia. Kisah Nora Mengenal Rambu-rambu Lalu Lintas juga dapat diperoleh di toko buku online www.andipublisher.com, www.bukabuku.com, dan tb online lainnya.
Kisah Nora Mengenal Rambu-rambu Lalu Lintas juga bisa dibeli langsung di penulisnya #askalin dengan sms/wa di 08159898723.

Judul : Kisah Nora Mengenal Rambu-rambu Lalu Lintas
Penulis : Askalin
Penerbit : Rainbow (Andi Publisher)
Tebal : 40 halaman
Ukuran : 20 x 28 cm
ISBN : 978-979-29-4247-7
Terbit : 20 Agustus 2014
Harga : Rp 29.000
Bisa dibeli di tb gramedia dan tb online
www.andipublisher.com
www.bukabuku.com

IMG_20140904_233427

 

Manfaat membaca buku

Membaca buku bukanlah kegiatan hiburan belaka. Membaca buku itu banyak manfaatnya. Di hari Hari Buku Nasional 17 Mei ini, saya ingin membagi empat manfaat membaca buku.

Sebelumnya saya ucapkan

SELAMAT HARI BUKU NASIONAL

Jadikan membaca menjadi salah satu budaya keluarga Anda

Empat manfaat membaca buku adalah

1. Mengurangi stres

The Journal of Psychosomatic pernah membuat penelitian bahwa membaca adalah cara terbaik untuk mengurangi stres. Dr David Lewis dari University of Sussex, Inggris, menuliskan bahwa membaca buku bahkan lebih baik dari mendengarkan musik, bermain game, atau berjalan-jalan dalam mengurangi stres. Manfaat membaca juga disejajarkan dengan olahraga dan Tai Chi yang efektif menghilangkan stres.

 

2. Mempertahankan daya ingat

Para ilmuwan melaporkan bahwa aktif membaca juga dapat menjaga otak dalam kerja kognitif pada usia tua. Dalam sebuah penelitian dilaporkan bahwa hampir 300 orang yang suka membaca juga memiliki tingkat kognitif 30 persen lebih baik dari yang jarang membaca. Selain itu, mereka yang aktif membaca berisiko lebih rendah mengalami pikun dibandingkan dengan yang tidak melakukan aktivitas yang melibatkan otak.

 

3. Mencegah Alzheimer

Sebuah studi yang dilaporkan oleh National Academy of Science, Amerika Serikat, menemukan bahwa orang-orang yang menggunakan kemampuan kognitif secara optimal pada usia pertengahan berisiko lebih rendah menderita Alzheimer. Peneliti juga menjelaskan aktivitas kognitif, termasuk membaca dan bermain catur, merupakan latihan otak yang terbaik dalam mencegah degenerasi kognitif pada otak.

 

4. Membuat tidur lebih berkualitas

Jika membaca bisa membuat rileks, tidur Anda akan lebih berkualitas. Menurut data dari National Sleep Foundation, mengurangi stres saat hendak tidur dengan membaca buku yang menarik adalah teknik yang bagus.

Sumber:http://m.tempo.co

 

Sumber: