Puisi Ibu

Ibu

Ibu

Siapa ibuku

Ibu yang menyayangiku

sepanjang waktu

Ibu yang mengasihiku

sepanjang waktu

Ibu yang mengajariku

saat aku tidak bisa

Ibu yang membelaku

saat aku disakiti

Ibu yang memarahiku

saat aku salah langkah

Ibu yang mengingatkanku

saat aku tersesat
Tak penting dia siapa

Dia ibuku

Tak penting dia bagaimana

Dia ibuku

Tak penting dia ibu angkat/kandung

Dia ibuku

Tak penting dia seperti apa

Dia ibuku
Kemarahannya adalah kesalahanku

Kesuksesanku adalah peluhnya

Keberhasilanku adalah doanya
Ibu

Ibu

Ibu
Bojonegoro, 27 Juni 2017

#paskalinaaskalin

#day12 #menulisbebas #freewriting #paskalinamenulis #bojonegoro #puisi #ibu
Sumber gbr: amiracarluccio.com

CATATAN HUJAN

Catatan Hujan

Hujan mengguyur
Awal pelan pelan pelan sekali
Lalu keras keras dan berisik
Tapi entah mengapa
Aku merasa tenang dengan suaranya
Suara berisiknya tak menggangguku
Aku suka, bahkan sangat suka
Aku merasa tenang berada di antara suara hujan
Sayang…
Aku tak bisa menyatukan diriku dengan hujan
Ada tubuh lain di tubuhku
Dia butuh kenyamanan dan damai
Cukuplah aku menyatu dengan suara hujan
Aku tenang damai dan syahdu
Sebuah rasa yang aneh
Inikah rasa akhir tahun itu
Inikah rasa haru bercampur biru
Hujan menjelang tahun yang baru
Hujan oh hujan
Aku ingin lesap bersamamu
Menyatu dalam satu raga
Hujan oh hujan
Inikah rasa rindu terdalamku
Inikah rasa rindu tercekat
Hujan tegaskan suaramu
Aku merasa damai dan tenang
Hujan hujan oh hujan

Bekasi, 2.17 pm, 31 Des 2014
Paskalina Askalin

Catatan: Desemberku

Desemberku

Ada apa di Desember
Inginku ada salju jatuh di kepala
Tapi itu khayal

Ada apa di Desember
Banyak tulisan menggantung
Kejar tayang menulis deh

Ada apa di Desember
Ada peringatan hari  Ibu
Terima kasih untuk semua Ibu

Ada apa di Desember
Sambut kelahiranNya di Desember
Yesus Sang Juru Slamat

Ada apa di Desember
Aku menantikan kelahiran anakku
Semoga Tuhan melancarkan semuanya

Ada apa di Desember
Ada rasa hilang kehilangan dalam
Tuhan menjemputnya terlalu cepat

Catatan Askalin di siang bolong, 4 Desember 2014

DIA SEORANG GURU

Dia seorang guru
Jauh dari hiruk pikuk perkotaan
Dia mengabdi penuh
Tuk mendidik anak-anak desa
Menjadi pemimpin dunia

Dia seorang guru
Pengabdiannya tanpa pamrih
Siang malam pagi sore
Tak henti menyediakan waktu
Tuk anak-anak didiknya

Dia seorang guru
Tak terhitung tak terbilang
Jasanya mendidik anak-anak desa
Tak ada tanda kehormatan atau pangkat
Atas jasanya yang tiada tara

Dia seorang guru
Hidupnya sungguh seluruh
Diabdikan untuk pendidikan Indonesia
Hingga akhir masa tuanya
Hingga akhirnya tutup usia

Dia seorang guru
Dia adalah ayahku
Dia adalah bapakku
Dia adalah teladanku
Bagiku dia adalah guru segala guru

Paskalina/Askalin, 25 Nov 2014