Ulasan Buku: Mana Perilaku yang Baik dan Tidak Baik

Sudah lama sekali saya membeli buku ini, 4 atau 5 tahun yang lalu. Saya benar-benar lupa.
Buku ini buku terjemahan yang diterbitkan oleh Penerbit Bhuana Ilmu Populer (BIP) tahun 2013.
Baru beberapa bulan belakangan ini (tahun 2020) saya membacakan buku-buku ini untuk Kenan. Saya sebut buku-buku, karena buku ini berseri terdiri atas 4 judul, sedangkan yang saya beli hanya tiga judul. Buku ini lama tersimpan di kardus dan masih ada plastiknya.

Saat pertama kali buku ini dibacakan untuk Kenan, dia langsung suka dan setiap malam saya diminta membacakan buku-buku ini.
Buku-buku ini memiliki warna kover yang cerah, pink, biru, dan kuning. Buku lainnya yang tidak dibeli warnanya hijau. Buku ini juga memiliki ukuran yang mungil.

Kenapa Kenan suka buku ini? Mungkin ini alasannya.
– karena kover buku ini menarik, penuh warna.
– saat membaca buku ini Kenan harus memberi respons dengan memilih mana perilaku anak baik atau tidak baik, jadi Kenan merasa dilibatkan dalam cerita.
– cerita dalam buku ini sederhana, tentang kehidupan sehari-hari anak saat di rumah, ikut berbelanja, dan saat liburan keluarga, sehingga seakan-akan Kenan mengalaminya juga.

Jadi buku-buku apa yang saya maksud ini?? Inilah bukunya.

Tiga buku seri Aku Anak Baik.

Judul buku:
(1) Aku Anak Baik Saat Liburan
(2) Aku Anak Baik Saat Berbelanja
(3) Aku Anak Baik di Rumah
(4) Aku Anak Baik di Sekolah (belum punya)
Ide cerita: Nathalie Belineau
Teks: Emilie Beaumont
Ilustrasi: Sylvie Michelet

Tampilan dalam buku Aku Anak Baik Saat Berbelanja

Tampilan bagian dalam buku ini disajikan berpasangan, bagian kiri dan kanan. Bagian kiri menunjukkan perilaku anak baik, bagian kanan menunjukkan perilaku anak tidak baik atau sebaliknya. Membacakan buku ini sekaligus dapat berkomunikasi dan menanyakan kepada anak perilaku mana yang baik atau perilaku mana yang patut diikuti menjadi contoh. Jika anak memilih perilaku yang tidak baik sebagai perilaku baik, kita bisa menjelaskan kepada perilaku  mana yang seharusnya dicontoh.

Sahabat Paskalina yang terkasih, coba deh bacakan buku-buku ini untuk anak, adik, keponakan, atau siswa di sekolah. Pasti mereka akan suka dengan buku ini.😀

Note: Malam ini Kenan minta dibacakan buku-buku ini. Dia sudah mengambilnya di rak. Tapi saat mau tidur, Kenan memilih dibacakan buku-buku dari Let’s Read sebanyak 10 judul. Saya bacakan hingga buku ke-6. Di buku ke-7, Kenan sudah tertidur.

Fabel 34 Provinsi: Jambi – Harimau Pemakan Durian

Judul buku: Fabel 34 Provinsi: Jambi – Harimau Pemakan Durian
Penulis: Dian K.
Ilustrator: Orange Nira
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer
Tahun terbit: 2019
Tebal: 32 halaman
ISBN: 978-623-216-503-8

Fabel ini mengisahkan tentang kecerdikan sang kepala desa dalam menyelesaikan masalah yang dialami oleh penduduk desa karena ulah harimau.

Harimau setiap malam mencuri hewan ternak penduduk desa. Awalnya penduduk mengira pencuri ternak mereka adalah manusia. Ternyata setelah dilakukan penjagaan malam pencuri ternak itu ternyata seekor harimau.

Penduduk desa tidak berani menghadapi harimau itu.
Kepala desa kemudian memberi usul supaya memasang perangkap kulit durian di sekeliling kandang. Di luar dugaan, perangkap kulit durian tidak membuat harimau pergi. Harimau malah menyukai rasa manis dari kulit durian yang dijilatinya. Melihat hal itu kepala desa mengajak harimau bernegosiasi dan berhasil. Harimau berjanji tidak akan mengganggu hewan ternak penduduk desa. Sebagai gantinya harimau diperbolehkan mengambil dan makan durian sepuasnya.

Penduduk desa pun kini dapat hidup dengan tenang. Walaupun demikian, penduduk desa tetap bergiliran jaga malam untuk menjaga keamanan desa.

Akan lebih menarik jika Anda membaca buku Fabel 34 Provinsi: Jambi – Harimau Pemakan Durian secara keseluruhan. Buku ini saya rekomendasikan pada orangtua dan guru untuk dibacakan pada anak-anak. Buku ini memiliki 34 seri karena fabel berasal dari 34 provinsi di Indonesia. Mungkin Anda bisa pilih fabel yang berasal dari daerah kelahiran Anda atau daerah tempat tinggal.

Ayo bacakan buku untuk anak-anak!

Buku Rekomendasi: Membaca itu Asyik, Lho!

Literasi, literasi, literasi… Kata ini sungguh tidak asing di telinga kita. Lalu bagaimanakah perkembangan literasi baca anak-anak Indonesia saat ini, makin maju atau malah mengalami kemunduran? Masing-masing diri kita yang bisa menjawabnya.

Bagi saya, literasi baca anak-anak masa kini semakin menurun karena banyak faktor yang menyebabkannya. Misalnya, kurangnya dukungan orang-orang di sekitar anak yang menjadi teladan. Orang tua saja tidak suka baca buku, bagaimana anak akan suka membaca buku.

Continue reading “Buku Rekomendasi: Membaca itu Asyik, Lho!”

Ulasan Buku: Konferensi Musim Sejagat

Sungai tampak temaram disinari cahaya lampu dari beberapa rumah warga. Sampah di pinggir sungai, di bawah jembatan, ada sesuatu yang bergerak-gerak. Adin berhenti. Dia pikir cuma sampah hanyut, tapi tampak mengeliat dan semakin membesar. Sepi. Tidak ada orang lewat lagi! Bapak-bapak belum nongkrong di pos ronda.
Benda itu makin merekah. Adin mau berteriak. Tidak bisa. Itu bukan ikan bermuka dua atau harimau putih seperti di cerita-cerita penunggu sungai. Benda itu seperti hantu Casper, tapi sekujur badannya mencuatkan aneka sampah. Pampers, kulit telur, kresek hitam, plastik putih, tali rafia, botol fresti, gelas akua, bungkus es krim, batok kelapa, ranting pohon, sedotan, …
Adin ingin berlari, tapi kekagetan memakunya. Kasihan, hantu itu diganggu sampah!

Kutipan di atas adalah ending cerita “Hantu Sampah” (hal 20-21). Akhir ceritanya cukup seram, bagi saya. Saya jadi berandai-andai, “Seandainya semua hantu sampah di Jakarta bangun dari tidurnya, apa jadinya Jakarta? Mungkin Kota Jakarta akan menjadi kota sampah.

Continue reading “Ulasan Buku: Konferensi Musim Sejagat”

Lisa San No Machigatta Koi, Cinta yang Salah

Judul: Lisa San No Machigatta Koi, Cinta yang Salah
Penulis: Ira Diana
Tahun: 2016

Cinta selalu punya banyak cerita. Cerita cinta yang manis, cerita cinta penuh haru, hingga cerita penuh penuh lara dan duka. Apakah benar ada cinta yang salah?

Novel berkover ungu ini mengisahkan cerita cinta seorang wanita bernama Lisa. Cerita cinta diawali kisah yang manis, namun terasa tergesa-gesa karena memutuskan menikah di usia muda. Lisa terbuai oleh cinta dan janji manis yang membawanya ke pelaminan semu yang kemudian berakhir dalam perceraian.

Di antara cerita cintanya yang berliku, Lisa masih mempunyai mimpi untuk mengejar cita-cita, melanjutkan pendidikannya. Setelah bercerai, Lisa berusaha bangkit demi anak dan kedua orang tuanya. Lisa mendapatkan kesempatan melanjutkan studi di Negeri Sakura. Walau berat meninggalkan anaknya, Lisa bertegar hati pergi selama beberapa tahun.

Continue reading “Lisa San No Machigatta Koi, Cinta yang Salah”

Buku Sahabat: Peluncuran dan Bedah Buku Embara Embun Mimpi

tepian sawah
mewah kau duduk makan
mengusir padi

bangau tunggui
petani bajak sawah
mencari makan

(Dua haiku dalam buku Embara Embun Mimpi)


Saya sungguh turut berbahagia untuk dua sahabat saya, Ira Diana dan Dwi Guna, untuk peluncuran buku terbaru mereka berjudul Embara Embun Mimpi. Buku ini ada sebuah buku haiku yang unik karena semua ilustrasinya adalah lukisan. Dimana kebanyakan buku haiku menggunakan ilustrasi foto.

Ira dan Guna pertama kali bertemu sejak 2013 ketika mereka menjadi jawara dalam sayembara buku yang diadakan oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan. Ira menulis buku naskah drama dan Guna menulis buku biografi. Sementara, saya mengenal dekat mereka ketika buku kami menjadi buku terpilih dalam Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi Gerakan Literasi Nasional 2017.
Continue reading “Buku Sahabat: Peluncuran dan Bedah Buku Embara Embun Mimpi”

​Imajinasi Luas, Liar, dan Tanpa Batas

​Imajinasi Luas, Liar, dan Tanpa Batas

Menjadi sebuah kebanggaan bagi saya bisa memberikan testimoni untuk buku ini. Anak usia 11 tahun, bisa dikatakan masa-masa rentan oleh pengaruh buruk lingkungan. Namun, tentu tidak demikian dengan Ian. Di usia ke-11, Ian telah menerbitkan buku keduanya.
FIXIANO 2 berisi kumpulan cerita yang ditulis Ian sendiri. Dalam setiap cerita yang ditulisnya, Ian menyuguhkan sebuah dunia lain. Membaca ceritanya seakan membawa kita, pembacanya, masuk dalam dunia khayal ciptaan Ian. Namun, ketika satu cerita selesai dibaca, pembaca akan menangkap pesan yang dalam.
Continue reading “​Imajinasi Luas, Liar, dan Tanpa Batas”