​Imajinasi Luas, Liar, dan Tanpa Batas

​Imajinasi Luas, Liar, dan Tanpa Batas

Menjadi sebuah kebanggaan bagi saya bisa memberikan testimoni untuk buku ini. Anak usia 11 tahun, bisa dikatakan masa-masa rentan oleh pengaruh buruk lingkungan. Namun, tentu tidak demikian dengan Ian. Di usia ke-11, Ian telah menerbitkan buku keduanya.
FIXIANO 2 berisi kumpulan cerita yang ditulis Ian sendiri. Dalam setiap cerita yang ditulisnya, Ian menyuguhkan sebuah dunia lain. Membaca ceritanya seakan membawa kita, pembacanya, masuk dalam dunia khayal ciptaan Ian. Namun, ketika satu cerita selesai dibaca, pembaca akan menangkap pesan yang dalam.
Continue reading

Karena Buku “Kisah Nora Mengenal Rambu-rambu Lalu Lintas”

Karena Buku “Kisah Nora Mengenal Rambu-rambu Lalu Lintas”

Gadis kecil itu tiba-tiba berkata dengan keras, “Ayah kita tidak boleh parkir di sini. Lihat ada tulisan P dicoret. Kata Bu Guru itu artinya tidak boleh parkir di sini.”
Sang ayah tersenyum kecut, lalu kembali menyalakan mesin mobil untuk menuju tempat parkir yang ada di basemant. Sang bunda melirik sang ayah yang jadi salah tingkah karena protes si kecil.
Continue reading

Seri Anak Rajin – Yuk, Bantu Ortu di Rumah

Seri Anak Rajin – Yuk, Bantu Ortu di Rumah

Pagi ini Ema dan Bimo bangun lebih pagi.Padahal hari ini mereka tidak sekolah karena hari Minggu. Mereka sudah mandi dan siap bertempur.Melihat Ema dan Bimo, ayah pun jadi heran. Memangnya ada apa ya? Siap bertempur untuk apa?

Ooh ternyata hari Minggu ini ada acara bersih-bersih bersama. Ibu Ema sebagai komandan langsung membagi tugas untuk Ema, Bimo, dan ayah. Apa ya kira-kira tugas Ema dan Bimo? Apakah mereka bisa menyelesaikannya dengan baik? Yuk, simak kelanjutan ceritanya.

seri anak rajin

Judul: Yuk, bantu ortu di rumah
Penulis: Askalin
Harga: Rp 23.000
Terbit: November 2013

SMS ORDER 08159898723

ingin dapat diskon 20% klik link di bawah ini
http://andipublisher.com/produk-1213004992-seri-anak-rajin-yuk-bantu-ortu-di-rumah.html

Mengingat Kembali Berbagai Permainan Tradisional

Kover (100 Permainan)

RESENSI BUKUKU di Koran Jakarta, Rabu, 18 Des 2013

Judul Buku : 100 Permainan dan Perlombaan Rakyat
Nama Penulis : Askalin
Ilustrator : SatuDuniaIde
Penerbit : Nyo-Nyo (Imprint Penerbit Andi)
Tahun : 2013
ISBN : 978-979-29-4003-9
Tebal  : vi + 90 halaman
Harga :  Rp45.000

“Jamuran yo gegethok. Jamur opo, yo gegethok. Jamur gajih bejijih sak oro-oro. Siro badhe jamur opo” (hal 31).

Kaum tua asal di Yogyakarta dan sekitarnya mungkin masih ingat atau pernah mendengar lagu dengan syair tersebut sebagai pengiring permainan jamuran. Anak-anak sekarang mungkin tidak lagi pernah mengdengar lagu tersebut.

Pada halaman 30-31 buku 100 Permainan dan Perlombaan Rakyat ini dijelaskan mengenai permainan tradisional yang populer di Yogyakarta dan Jawa Tengah tersebut. Meski singkat, informasi yang disampaikan relatif jelas, mencakup waktu permainan, jumlah pemain, dan caranya.

Sebagaimana judulnya, buku ini mengenalkan atau tepatnya mengingatkan pembaca akan 100 jenis permainan dan perlombaan rakyat yang terdapat di Indonesia.

Angka 100 terbagi atas 50 jenis permainan tradisional dan 50 perlombaan agustusan. Kata “agustusan” merujuk pada pesta rakyat yang biasa digelar untuk memperingati HUT RI setiap 17 Agustus. Uraian permainan/perlombaan dilengkapi ilustrasi pendukung yang menggambarkan kepada pembaca bentuk permainan/perlombaan.

Ada juga permainan egrang bambu, benthik, engklek, senapan pelepah pisang. Di sini juga dijelaskan cara membuatnya. Misalnya, untuk membuat senapan dibutuhkan dua pelepah pisang dengan diameter 1,5 sentimeter dan panjang 90 sentimeter. Kemudian satu buah pelepah pisang dengan diameter 2,5 sentimeter dan panjang 50 sentimeter. Sediakan juga lidi bambu sepanjang 10 sentimeter untuk pasak dan pisau atau cutter (hal 27).

Selain jamuran, berbagai permainan lain dengan lagu adalah cingciripit, cublak-cublak suweng, dan sebagainya. Selain dalam bahasa Jawa, terdapat pula beberapa syair berbahasa Sunda dan Betawi. Contoh Cingciripit berbahasa Sunda (hal 31). Uraian lengkap 50 jenis permainan dapat ditemukan pada hal 3-48. Selain beberapa yang telah disebut, permainan yang diulas adalah congklak, yoyo, dan lain-lain.

Selanjutnya, pada halaman 48-89, pembaca dapat menemukan 50 perlombaan agustusan untuk individu dan kelompok. Adakalanya perlombaan individu bisa juga dimainkan secara kelompok seperti balap karung.

Dalam perlombaan biasanya banyak hadiah dari panitia/sponsor yang diperebutkan. Namun, dikatakan bahwa prinsipnya semua perlombaan bersifat hiburan karena cenderung seru, lucu, dan menegangkan sehingga menimbulkan tawa dan sorak-sorai penonton. Salah satu perlombaan yang relatif seru, lucu, dan menegangkan adalah “pukul bantal di air”.

Lomba pukul bantal dilakukan oleh dua peserta yang duduk berhadapan di bambu panjang sambil memegang bantal. Melalui aba-aba juri, peserta saling pukul bantal. Peserta yang jatuh ke air kalah. Tidak jarang kedua-duanya jatuh ke dalam air (hal 56).

Ada juga penjelasan mengenai peralatan, persiapan, dan tata cara perlombaan. Pada hal 50, misalnya, dijelaskan tentang lomba “pecahkan balon”. Peralatan yang dibutuhkan balon diisi air dan pemukul. Balon digantung dan dibentangkan pada dua tiang. Peserta ditutup matanya memegang pemukul berdiri di garis batas. Jarak garis batas dengan tempat balon kurang lebih 3 meter.

Kiranya buku ini berguna untuk menyosialisasikan kembali berbagai permainan tradisional yang hampir punah dan sebagai sarana menemukan inspirasi lomba bilamana pembaca berkesempatan menjadi panitia agustusan atau gathering.

Meski satu-dua permainan/perlombaan sebenarnya bukanlah asli tradisi/budaya Indonesia, sebagian besar memang biasa dimainkan rakyat. Beberapa perlombaan, seperti panjat pinang, bahkan menjadi kekhasan dalam pesta rakyat. Jadi tidak terlalu berlebihan jika pada subjudul buku ditambahkan kalimat “hanya ada di Indonesia”.

Diresensi Dwi Klarasari, lulusan Unika Soegijapranata, Semarang

INGIN MEMBELI BUKUNYA klik link berikut untuk mendapatkan diskon 20% dan diskon 15 %

www.andipublisher.com

www.bukabuku.com

 

 

Ide Bisnis Anak Muda

ide-bisnis-anak-muda

Judul: Ide Bisnis Anak Muda
Penulis: Lea Lina (Paskalina Oktavianawati)
Penerbit: PT Perca, Jakarta
Tahun: 2013
Isi: 2 warna, softcover
Ukuran buku: 17.6 x 25 cm
Tebal: 96 halaman
Harga: Rp 38.000
Beli: sms 08159898723

ide bisnis anak muda

Sinopsis kover
Kamu ingin menjadi seorang pebisnis muda? Kamu ingin menghasilkan uang sendiri? Kamu ingin mengisi waktu luang dengan berbisnis? Semua jawabannya ada di buku ini.
Siapa pun kamu, berbakat bisnis atau tidak, bisa menjadi seorang pebisnis atau istilah kerennya ENTREPRENEUR. Dalam buku ini dibahas enam bidang bisnis yang bisa kamu coba dan bisa kamu kembangkan.
Mencari ide bisnis tak perlu berpikir lama-lama, cukup dengan menyalurkan hobi, sebuah bisnis bisa kamu jalankan.

Resensi Paskalina di Koran Jakarta, Rabu, 23 Januari 2013

Resensi Paskalina di Koran Jakarta

Kisah Inspiratif untuk Buah Hati

chicken soup for the kidsKamar Amanda sangat berantakan, baju berceceran di sana-sini. Setiap hari Ibu Amanda selalu mengingatkan untuk membereskan kamarnya. Setiap diingatkan, dia selalu memunyai alasan untuk menghindar. Ibunya tidak pernah berhasil membuat Amanda membereskan kamar. Suatu hari, Amanda akan pergi ke mal bersama teman-temannya. Dia mencari dompet di kamarnya, tapi tak menemukan.
Amanda memanggil ibunya dan menanyakan benda yang dicari. Ibunya menyarankan untuk mulai merapikan baju-baju yang berantakan, mungkin dompet itu berada di antara tumpukannya. Demi uang 100 dollar di dompet itu, Amanda menurut. Satu per satu baju dirapikan. Namun, setelah 20 menit dia tidak menemukan dompetnya.

Ibu Amanda menyarankan untuk merapikan lebih banyak lagi baju, namun Amanda tidak juga menemukan dompetnya, hingga akhirnya semua baju tersimpan dengan rapi di kamar Amanda. Amanda tidak menyadari jika ibunya telah berhasil membuatnya merapikan kamar. Amanda melihat bahwa kamarnya rapi. Selama beberapa waktu dia tersenyum bersama ibunya. Dia lalu bertanya lagi dompetnya.

“Di pintu depan, menunggumu,” sahut ibunya. Amanda bergegas menuruni tangga dan pergi dengan teman-teman, sementara ibunya masih berdiri di lantai atas sambil tersenyum (hal 141). Kisah tersebut ditulis Amanda Kelly (11). Sebuah kisah masa kanak-kanak yang sederhana, namun memiliki nilai pembelajaran hidup yang luar biasa.

Pembaca atau orang tua tentu juga pernah mengalami kisah tersebut. Misalnya, menyuruh anak atau penghuni rumah lainnya untuk melakukan sesuatu, namun tidak dihiraukan. Pembaca atau orang tua tersebut tentu menjadi kesal. Pernahkah mereka berpikir mencari cara lain yang bijak sehingga tidak terjadi ketegangan? Kisah lain ditorehkan oleh Brandon Deitrick (12).

Brandon mempunyai kisah tentang kejujuran. Dia sakit perut yang luar biasa sehari setelah mengambil tanpa membayar kartu koleksi Star Wars di swalayan. Dia melakukan itu karena ayahnya tidak mau membelikan. Hati nurani Brandon berteriak telah melakukan hal yang salah. Muncul ketakutan, dia tidak bisa lagi pergi ke swalayan tersebut dan terbayang akan dipenjara.

Akhirnya anak itu mengaku “dosa” pada ibunya yang lalu memberi uang dan mengantarnya agar berkata sejujurnya pada pemilik swalayan. “Setelah melakukan kebenaran, aku merasa lebih baik. Namun, aku masih merasa bersalah karena melakukan sesuatu yang tak pernah terpikir dalam hidup. Setiap kali berpikir tentang mencuri, aku lalu merinding dan muncul perasaan seperti yang kualami saat mencuri satu pak kartu itu. Aku juga mendapat pelajaran penting dalam minggu tersebut: dengarkan kepala dan hatimu, bukan kerasukanmu (hal 108).

Kisah Brandon tersebut tentu ada yang pernah mengalami. Kiranya tepat bila kisah ini dibacakan kepada anakanak. Melalui kisah Brandon, bocah anak bisa belajar bahwa tidak jujur itu sungguh membuat hidup tidak nyaman. Cerita Brandon dan Amanda hanyalah dua dari 58 kisah dalam buku Chicken Soup for the Kid’s Soul 2.

Buku kumpulan kisah nyata yang inspiratif ini ditulis anak-anak dan juga orang dewasa. Banyak pesan yang bisa dipetik pembaca, di antaranya tentang perilaku baik, kejujuran, berani membuat keputusan, persahabatan, dan keluarga. Chicken Soup ini bisa dibacakan guru untuk siswa-siswanya, orang tua untuk anak-anaknya, atau dibaca anakanak sendiri. Kisah-kisahnya memang banyak memberi pelajaran nilai bagi bocah, tetapi tidak ada kesan menceramahi atau menggurui. Jadikan buku ini hadiah bernilai untuk anak-anak.

Peresensi adalah Paskalina Oktavianawati, tinggal di Jakarta

Judul : Chicken Soup for the Kid’s Soul 2
Penulis : Jack Canfield dkk
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Jakarta, 2012
Tebal : xxii 206 halaman
ISBN : 978-979-22-7886-6