Berangkat Lebih Pagi Itu Menyenangkan

Berangkat Lebih Pagi Itu Menyenangkan

Berangkat lebih pagi ke kantor itu ternyata menjadi bagian dari citra diri kita lho. Berangkat lebih pagi menjadikan kita lebih siap menjalani hari dengan baik. Berangkat lebih pagi juga menghindarkan diri dari emosi pagi hari karena kemacetan yang mendera, terutama bagi kita yang ada di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Jika kita ingin berangkat lebih pagi, tentunya kita perlu merencanakan hal ini sejak malam hari. Kita akan mempersiapkan sedemikian rupa apa saja yang dibutuhkan dan harus dibereskan supaya tidak terjadi masalah jika kita berangkat lebih pagi.
Bagi Anda yang memiliki buah hati yang harus berangkat sekolah pagi-pagi, bisa ikutan berangkat pagi juga, apalagi arah kantor dan arah sekolah sang buah hati sama.

kala_senja_datang_by_rezadewangga
Foto: Kala Senja Datang Karya Reza Dewangga

Apa keuntungan berangkat kerja lebih pagi?
(1) Tidak terburu-buru dalam melaksanakan pekerjaan. Hidup dan hari-hari kita jadi terasa lebih santai.

(2) Bisa mempersiapkan segala sesuatu secara matang, misalnya tiba-tiba mendapat tugas dari bos, tidak kelabakan karena ketika alarm masuk kantor berbunyi sudah siap di kantor.

(3) Jika mempunyai kebiasaan minum kopi pagi-pagi ketika sampai kantor, atau kebiasaan sarapan pagi di kantor, dengan berangkat lebih pagi kebiasaan itu bisa dilakukan sebelum alarm kantor berbunyi, sehingga ketika alarm atau bel berbunyi, kita siap mengerjakan tugas di kantor.

(4) Menciptakan kebiasaan baik di kantor, apalagi jika kita mempunyai bawahan/anak buah. Dengan berangkat lebih pagi, bawahan kita juga akan melakukan hal yang sama. Malu dong, bosnya saja tidak terlambat, masa bawahannya terlambat.

(5) Karakter baik yang menempel pada seseorang tidak bisa berpindah, walaupun bisa ditiru atau diikuti oranglain, karakter baik kita tidak akan berkurang. Jadi jangan takut melakukan karakter yang baik, dan ajak orang di dekat serta di sekeliling kita untuk melakukan karakter baik juga.

(6) Tidak terlambat masuk kerja. Tentu saja dengan berangkat lebih pagi, kita terbebas dari keterlambatan. Dan, tidak ada potongan karena keterlambatan dan tidak mendapat catatan negatif dari bagian personalia. Karena ada perusahan yang memberlakukan kebijakan potongan gaji jika karyawannya terlambat datang ke kantor, atau ada juga yang tidak mendapat peluang naik gaji atau naik jabatan karena sering terlambat ke kantor.

Berangkat kerja lebih pagi bagi yang sudah sering melakukan adalah sebuah kebiasaan saja, yang tidak disadari membentuk sebuah karakter baik bagi dirinya. Karena sebuah kebiasan baginya berangkat lebih pagi pagi mereka yang bekerja, bukanlah demi mendapat rekor karyawan teladan, mendapatkan bonus lebih diakhir tahun. Kebiasaan itu berjalan begitu saja. Nah, bagi kita yang belum bisa berangkat lebih pagi, coba lakukanlah… minimal tidak terlambat sampai di kantor, tidak terlambat mengantar anak ke sekolah, tidak terlambat datang ketika janjian ketemuan.

Ayo berangkat lebih pagi, untuk mengurangi stres pekerjaan, stres lalu lintas padat, stres pekerjaan bertumpuk. Dengan berangkat lebih pagi, segala sesuatu bisa disiapkan dengan lebih baik. (Askalin)

Buku dan Anak Saya, Selamat Hari Buku Sedunia

Jika ditanya, apa yang terpikir di pikiranmu ketika mendengar kata buku? Yang pertama muncul di pikiran saya adalah penulis buku, kenapa? Karena saya bangga dan suka kalau disebut sebagai seorang penulis buku. Saya bukan tukang belanja buku, tapi saya ingin anak saya juga suka baca buku, nantinya (karena sekarang baru berusia 1,5 tahun). Tapi sudah sejak sebelum anak saya lahir, saya sudah membacakan buku untuknya. Setelah dia lahir, saya mencoba terus memperkenalkan anak saya pada buku.
Anak saya suka memegang buku. Dia ingat betul judul buku Simsalamadu Winnie the Pooh yang saya belikan. Ketika disebut simsalamadu, anak saya langsung mengambil buku itu.
Sudah ada beberapa buku yang saya perkenalkan. Anak saya sangat antusias terhadap buku, walau saat ini hanya untuk menjadikan buku sebagai mainan yang disobek-sobek, dilempar, paling tidak, anak saya sudah mengenal buku.

Selamat Hari Buku Sedunia

#selamatharibukusedunia #selamatmembacabuku #ayobacabuku

Buku Askalin 2015 – Seri Tania: Jangan Lupa Menggosok Gigi

image

Buku Askalin terbaru di 2015 hadir dalam tema kemandirian dan kesehatan. Buku tersebut terbit dalam dua buku seri, yaitu SERI TANIA.
Ada dua buku Seri Tania
(1) Seri Tania: Aku Bisa Sendiri
(2) Seri Tania: Jangan Lupa Menggosok Gigi
===========***=========
Kadang orangtua kesulitan untuk mengajak anak untuk menjaga kesehatan, salah satunya dengan rajin menggosok gigi. Namun, kini orangtua tak perlu merasa kesulitan, karena ada cara supaya anak mau menggosok gigi secara teratur. Caranya?
Beli buku Seri Tania: Jangan Lupa Menggosok Gigi”
Anak-anak akan dengan mudah mencerna pesan apapun melalui cerita. Setelah membaca buku ini, yakin deh, anak-anak pasti jadi rajin menggosok gigi.

Seri Tania: Jangan Lupa Menggosok Gigi

Penulis: Askalin
ISBN: 978-979-29-4451-8
Ukuran⁄Halaman: 19×19 cm² ⁄ iv+24 halaman
Tahun Terbit: 2015
Berat: 45 gram
Harga: Rp 25.000,-   
Diskon 20% beli di www.andipublisher.com
Harga Diskon: Rp 20.000,-
Buku ini juga bisa dibeli di TB Gramedia seluruh Indonesia dan TB online seperti www.bukabuku.com, www.kutukutubuku.com, www.belbuk.com, dll
     
   
Sinopsis

Tiba giliran Tania masuk ke ruang periksa. Tania berjalan di belakang Bundanya.
“Ayo masuk, jangan takut,” kata Bunda.
Tania sakit gigi karena sering lupa menggosok gigi. Bunda membawa Tania ke dokter gigi. Namun, Tania takut diperiksa giginya. Di ruang pemeriksaan, Tania banyak mendapat nasehat setelah diperiksa. Bu Dokter berpesan pada Tania. Yuk temukan pesan-pesan itu di dalam cerita “Jangan Lupa Menggosok Gigi” ini.
Kamu pasti tahu penasarankan dengan pesan Bu Dokter?

Aku Bisa Sendiri, Bunda!!!

“Bunda, aku bisa mandi sendiri.”
“Bunda, aku ga mau disuapin. Aku bisa makan sendiri.”
“Bunda, aku mau pakai baju sekolah sendiri.”
Kira-kira seperti itu kata si kecil yang sudah mulai bisa melakukan banyak hal sendiri. Tapi hal itu kadang tidak disadari orangtua.
“Bunda yang suapin ya, supaya cepat dan tidak mengotori baju sekolahmu.”
Orangtua bisa saja berkata demikian, dengan alasan supaya cepat dan tidak mengotori pakaian. Padahal hal itu menjadikan orangtua mengabaikan proses belajar anak tentang kemandirian.
Anak usia dini (TK/PAUD) sudah bisa melakukan banyak hal sendiri, misalnya memakai baju seragam, memakai kaoskaki dan sepatu, makan sendiri, mandi sendiri, dan sebagainya. Kemandirian anak usia dini ini tentunya tidak terlepas dari bimbingan dan pendampingan dari orangtuanya.
Buku Seri Tania: Aku Bisa Sendiri adalah sebuah picture book yang mengajak anak untuk melakukan banyak hal sendiri tanpa bantuan orang lain. Diharapkan buku ini dapat membantu anak menjadi lebih mandiri dalam kehidupan sehari-harinya.

SERI TANIA: AKU BISA SENDIRI
ISBN: 978-979-29-4452-5
Penulis: Askalin
Ukuran⁄Halaman: 19×19 cm² ⁄ iv+24 halaman
Tahun Terbit: 2015
Berat: 45 gram
Harga: Rp 22.000,-   
Diskon 20% beli di www.andipublisher.com
Harga Diskon: Rp 17.600,-
 

image

Sinopsis

Menjadi anak yang mandiri, tentu hal mudah yang dilakukan. Buktinya, Tania bisa melakukan banyak hal secara mandiri lho. Tania bisa membereskan tempat tidur, memakai baju sendiri, makan tanpa disuapi, dan masih banyak lagi. Penasaran kan dengan kelanjutan cerita dari Tania yang mandiri ini. Yuk temukan hal lain yang bisa dilakukan Tania secara mandiri dalam buku “Aku Bisa Sendiri”
Bagaimana denganmu, apakah kamu anak mandiri?