Dongeng Manusia Kue Jahe

Krisan suka sekali dibacakan buku Dongeng Manusia Kue Jahe. Entah sudah berapa kali saya membacakannya.

Cerita pagi ini, cerita ibu di rumah. Sekitar jam 10.00 pagi saya sudah selesai mandi, sudah masak walaupun belum lengkap, dan anak saya belum mandi. Urusan mandi pagi menjadi PR besar buat saya. Karena setiap kali diminta mandi, si adek pasti menolak.

Tapi itu bukan masalah sebenarnya. Urusan mandi saya abaikan daripada merusak hari-hari saya dengannya. Si Adek tidak mau mandi, tidak apa-apa, nanti juga mau mandi.

Pagi ini urusan mandi terabaikan karena membaca buku. “Mama, ayo membaca buku,” kata Adek.
“Mandi dulu, yuk,” jawab saya.
Baca buku dulu,” kata Adek keukeuh.

Buat saya sebagai orang tua, dia mengajak membaca buku itu lebih baik daripada harus bersitegang menyuruh dia mandi. Akhirnya saya pun membacakan buku. Buku yang dibaca adalah buku dongeng Manusia Kue Jahe.

Berikut ini kutipan cerita buku dongeng Manusia Kue Jahe.

Suatu ketika, hiduplah seorang wanita tua dan seorang pria tua yang tinggal di peternakan.
Mereka hidup bahagia.
Tapi, ada hal yang membuat mereka sedih.
Mereka tidak mempunyai anak.
Jadi wanita tua itu mencoba membuat manusia dari kue jahe titiknya. Dia pun mencampur adonan lalu membentuknya. Wanita itu menambahkan mata, mulut, dan kancing, lalu memanggangnya di dalam oven.
Tak lama, tercium aroma kue jahe yang matang.
Dia membuka pintu oven dan memeriksanya.
Manusia kue jahe melompat keluar dan berlari.
“Berhenti!” teriak wanita tua.
“Berhenti, berhenti!” teriak pria tua. Tapi, manusia kue jahe berlari keluar rumah sambil bernyanyi.
“Lari, lari, secepat mungkin. Kalian tidak akan bisa menangkapku. Akulah manusia kue jahe!”
………

Saya membacakan buku dongeng Manusia Kue Jahe hingga selesai. Membacakan buku saja pasti bermanfaat untuknya. Apalagi ditambahkan atau disisipkan aktivitas lain pastilah berlipat-lipat manfaatnya.
Saya menyisipkan aktivitas mengenalkan huruf dan kosakata saat membaca buku dongeng Manusia Kue Jahe. Hanya tiga huruf dan tiga kata yang saya fokuskan.

Huruf m, k, dan j

untuk kata
m a n u s i a
k u e
j a h e

Hanya sekilas saja saya sebutkan kembali judulnya. Saya perlihatkan judul bukunya lalu dibacakan berulang kali huruf awalnya dan katanya.

Saat anak merasa tidak nyaman karena terganggu aktivitas membacanya, hentikan aktivitas sisipan itu, dan lanjutkan membacakan bukunya.

Aktivitas membacakan buku bisa dilakukan hanya membaca buku saja atau ditambahkan/disisipkan aneka pengetahuan dan pemahaman untuk anak. Semua tergantung orang tua atau pendamping anak yang membacakan. Aktivitas sisipan saat membacakan buku bisa dikreasi sesuai kebutuhan anak atau sesuai isi cerita.

Anak-anak selalu suka dibacakan buku. Terutama dibacakan buku saat hendak tidur siang atau tidur malam. Sekarang, tergantung orang tuanya, mau membacakan buku atau tidak?🙂

Visited 12 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *