Hari Pertama Masuk Sekolah Daring 2021, SD Notre Dame

Pandemi mengubah segala aspek kehidupan kita. Anak-anak yang dulu (2 tahun lalu) dianjurkan jauh-jauh dari gawai,  pada masa pandemi ini malah harus didekatkan dengan gawai. Anak-anak yang tidak mahir mengoperasikan laptop dan smartphone diajari oleh orang tua mereka supaya lebih lihai menggunakannya.
Ah pandemi… Segeralah berlalu, pergilah!!

Hari ini bersejarah buat saya, sebagai seorang ibu, anak kedua saya Anselmus Kenanutama Sinduaji telah duduk di bangku SD.

Semalam saya mencoba untuk menarik hati si Kakak, dengan bertanya besok mau pakai baju yang mana? Sarapannya mau apa? Pasalnya, si Kakak agak kurang bersemangat untuk memulai sekolah pertamanya. Bisa jadi, si Kakak merasa takut atau deg-degan ketemu orang baru, meski hanya di Zoom. Saya mencoba yakinkan si Kakak, jika pembelajaran di SD pasti lebih menarik daripada di TK. Dan benar, ketika zoom perdana hari ini usai, saya tanya padanya, apakah menyenangkan cara Miss (bu guru) mengajar dan memandu acara hari ini. Si Kakak menjawab, iya. Puji Tuhan jika si Kakak mendapat pengalaman baik di hari pertamanya sekolah.

Sejak mengakhiri masa taman kanak-kakaknya, si Kakak rajin sekali bangun siang, bangun pagi sekitar jam 8.30. Sejak beberapa hari sebelum hari ini, saya sudah mengingatkan si Kakak, jika mulai minggu depan, saat sekolah sudah mulai, tidak bisa bangun siang lagi. Hari ini saat sekolah daring akan segera mulai, si Kakak sudah selesai mandi. Puji Tuhan. Usai si Kakak mandi, langsung saya buatkan roti bakar kesukaannya. Dengan pakaian kasual, si Kakak memulai hari pertama
sekolahnya.

Kakak belum mendapat seragam barunya. Jadi, di hari pertama si Kakak sekolah, Kakak memakai baju bebas. Sebenarnya ini harusnya tak terjadi, tapi ya sudahlah. Walau tak menggunakan seragam Kakak Kenan bisa mengikuti dengan baik dan senang. Meski tetap saja ada pertanyaan, kapan selesai, lama amat sih, ya sudahlah namanya anak-anak punya waktu mereka sendiri.

Jam 9 malam, seragamnya Kakak Kenan baru sampai rumah. Langsung saja, seragamnya dicoba-coba semua. Kakak Kenan semangat memakai seragam merah putih.

Refleksi #selfreminder
Sebagai orangtua, saya ingin anak saya tampil baik saat memulai hari pertama sekolah, walau hanya melalui zoom. Memakai baju yang rapi, duduk rapi, pokoknya tidak bertindak aneh-aneh.
Namun, rupanya saya lupa, Kakak Kenan sudah sangat bosan di rumah. Semangat untuk sekolah saja masih naik turun. Dari kenyataan itu, saya menangkap dua hal yang mesti saya lakukan dan menjadi refleksi bagi saya.


PERTAMA, tidak perlu banyak menuntut. Saya harus lebih bersabar, saat ini saya sampai di puncak bosan begitu juga anak saya. Jika saya terlalu banyak meminta (menuntut) anak terlalu banyak, malah membuat kesenangan anak hilang. Percuma duduk di depan laptop sambil mecucu mulutnya karena pakai baju yang tak sesuai keinginannya atau alasan lainnya. Apalagi Kakak Kenan termasuk anak dengan kecerdasan kinestetik lebih unggul alias tidak bisa diam. Mengharuskannya duduk tenang selama 5 menit saja sulit. Ada saja yang dilakukannya. Kaki memang bisa diam, tetapi tangan pasti bergerak terus, misalnya dengan corat-coret kertas

KEDUA, berikan ciuman selamatšŸ˜˜. Ketika Kakak Kenan usai sekolah daring hari pertama, saya berikan pelukan dan ciuman selamat karena kakak sudah menjadi anak SD. Saya berikan pelukan dan ciuman karena Kakak Kenan sudah menjadi anak baik dan melakukan sekolah daring dilakukan dengan baik.

Semua orangtua pasti ingin sekolah tatap muka segera dilaksanakan. Tetapi keinginan itu harus kandas, karena Nona Virus semakin merenggut korban. Semua orang di dunia harus bersabar dan tetap semangat walau dengan segala keterbatasan gerak.

Mari kita berdoašŸ¤² semoga Nona Virus segera pergi dari muka bumi ini. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *