Jangan Kirim Resensi ke Perada Koran Jakarta

Dua minggu lalu saya mengirim resensi ke Redaksi Perada Koran Jakarta. Kemudian berharap-harap cemas, dimuat atau tidak ya resensi saya.

Sebelum mengirim resensi, saya coba telusuri resensi yang dimuat di Perada Koran Jakarta tahun 2020. Hasilnya tidak satu pun saya temukan. Meski begitu, saya tetap mengirim resensi ke alamat email opinikoranjakarta@gmail.com.

Dua minggu berlalu, tak ada kabar konfirmasi. Maka hari ini saya kirim email lagi untuk meminta konfirmasi. Usai saya kirim email, saya buka www.koran-jakarta.com, lalu mengklik rubrik Perspektif. Nah, akhirnya terjawab. Resensi saya tidak akan dimuat, karena rubrik resensi buku sudah ditiadakan mulai 2 Januari 2020. Ini bunyi pengumumannya, yang saya dapatkan di laman Koran Jakarta.

 

INFORMASI PENONAKTIFAN
HALAMAN GAGASAN

Terkait dengan kebijakan baru redaksi Koran Jakarta,dengan ini diberitahukan PENONAKTIFAN HALAMAN GAGASAN (yang berisi PERADA/RESENSI) sejak 2 Januari 2020. Redaksi mengucapkan terima kasih banyak kepada para penulis dan peresensi buku yang selama ini aktif berpartisipasi di halaman Gagasan.

Salam hormat
Redaksi Koran Jakarta

Kenapa baru hari ini saya melihat informasi penonaktifan PERADA ini? Padahal entah sudah berapa kali saya bolak balik mengunjungi laman Koran Jakarta. Apa mata saya yang tidak awas lagi atau pengumumannya yang baru muncul? Entahlah, yang pasti Perada sudah tidak ada lagi. Tapi saya masih berharap redaksi Koran Jakarta masih bisa memuat RESENSI BUKU walau hanya seminggu sekali atau dua minggu sekali atau sebulan sekali. Semoga saja…

Tangkapan layar dari laman Koran Jakarta, 9 Juli 2020.

Akhir cerita saya cari koran lain yang masih memuat resensi buku. Masih ada jalan lain menuju Roma. Semangat💪

Selamat tinggal PERADA KORAN JAKARTA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *