Heei! Pelanginya Kok Satu Warna?

Pelangi atau bianglala bukanlah benda asing. Sobat-sobat sudah tahu, kan? Ia biasanya muncul di langit setelah turun hujan bersamaan dengan panas terik. Bentuknya seperti busur, yang terdiri dari tujuh warna serasi. Tahukah sobat, warna-warni indah seperti pelangi juga bisa hadir gara-gara cipratan air di sekitar air terjun saat matahari bersinar, atau di antara tetes-tetes embun di jaring laba-laba.

rainbow_6

Lalu dari mana munculnya warna pelangi? Begini, sinar matahari yang putih sesungguhnya merupakan gabungan dari sinar warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu, yang panjang gelombangnya berbeda-beda. Pelangi muncul ketika sinar matahari mengenai setetes bola air, lalu tiap unsur warnanya mengalami pembelokan dengan sudut yang berbeda-beda sampai tiga kali. Pertama, ketika menembus dinding bola titik air. Kedua, sewaktu direfleksikan pada dinding dalam bola itu, dan ketika saat meninggalkan bola air, kembali ke udara. Karena gelombangnya terpanjang, sinar merah muncul pada sisi terluar busur pelangi, sedangkan sinar hijau yang memiliki gelombang terpendek, berada pada sisi paling dalam.
Kemunculan pelangi pun tak selalu terdiri dari tujuh warna. Coba deh sobat-sobat amati. Kadang-kadang, ada juga pelangi yang terdiri dari satu warna, seperti ungu, putih, atau merah saja. Lalu apa penyebab pengecualian itu?
Begini, lho. Kita ambil contoh pelangi warna nila. Ia hanya bisa dilihat saat matahari terbenam atau terbit. Peristiwa langka ini terjadi bila sinar biru dan ungu dipecah oleh awan tinggi, lalu dibiaskan kembali oleh air hujan. Waktu matahari terbenam, saat matahari rendah, pelangi bisa tampak sebagai busur merah menyala. Penyebabnya, gelombang-gelombang warna pendek (biru, hijau, dan kuning) telah pudar selama perjalanan jauh menuju lapisan atmosfer.

rainbow_conception_missouri_1_crop

Lain lagi dengan pelangi berwarna putih, yang dapat muncul di siang hari atau malam terang bulan. Di siang hari, sinar matahari dibiaskan oleh tetes embun yang sangat kecil, begitu kecilnya, sehingga pita warna yang muncul berderet sangat dekat, seperti saling tumpuk akibatnya, terciptalah kesan warna putih. Sedangkan pelangi putih di malam hari sebenarnya tidak putih. Hanya pancaran warna-warninya terlalu lemah untuk ditangkap mata.
Selain warna, keunikan lainnya adalah bentuk pelangi. Ternyata, bentuknya tak selalu mirip busur. Ada juga pelangi vertikal seperti pilar yang berkilauan, atau pelangi horizontal yang biasanya muncul di atas permukaan air yang luas. Ilmuwan menduga refleksi dari air itu sebenarnya menciptakan banyak warna pelangi, tersusun urut, namun hanya ujungnya yang telihat.
Lain lagi dengan pelangi horizontal. Jenis ini biasanya disebabkan oleh embun yang menutupi dataran luas atau permukaan air. Pelangi itu pun sering kali dibayangi dengan pelangi normal di latar belakangnya.
Kadang-kadang, ada juga pelangi berwarna tersusun. Artinya, masing-masing warna merupakan bayangan dari warna lainnya. Diduga, penyebabnya ialah sinar pelangi bagian luar dipantulkan dua kali di dalam tetes air. Kemudian sinar ini muncul pada sudut yang sedemikian rupa, sehingga urutan warnanya berkebalikan. Ditulis oleh Arrigo Hagi R.

Sumber teks dan gambar: Pikiran Rakyat, Peer Kecil, 21 Oktober 2007, www.entheosweb.com dan www.missouriskies.org


Keajaiban Mendongeng

Tahukah Anda, bahwa…

Mendongeng adalah pekerjaan yang kecil yang mendatangkan hasil yang sangat besar. Apa hasilnya? Anak adalah karunia terbesar dan terindah yang dititipkan Tuhan kepada kita. Setiap orang tua menginginkan anak super, anak jenius anak yang kreatif. Ingatlah bahwa anak jenius tidak dilahirkan. Mereka dibina! Pendidikan dimulai dari pangkuan Ibu, dan setiap kata yang diucapkan di telinga anak, akan membangun karakter mereka.

Lima belas menit waktu yang Anda sediakan untuk mendongeng akan membuka waduk besar berisi energi dan gagasan kreatif, yang terkunci di dalam diri anak. Mendongeng seperti membuat api dalam diri anak. Percikan api kecil itu merupakan percikan pi seorang jenius. Dia akan bersinar di dunia yang berisi kemungkinan-kemungkinan yang dahsyat.

Sayang sekali saat ini banyak sekali orang tua yang kehabisan waktu, segala macam target pekerjaan, sehingga tidak bisa meluangkan waktu untuk mendongeng bagi putra-putrinya.

Saya merasa nelangsa ketika melihat kondisi yang berubah, dari masa kanak-kanak saya dahulu ke masa sekarang. Zaman saya kecil saya seringkali di bacakan dongeng oleh Ibu, sebelum kami tidur.

Tiga puluh tujuh tahun umur saya kini dan kini saya masih mengingat dengan jelas cerita-cerita yang didongengkan Ibu kepada kami, sebagai pengantar tidur. Saya sangat bersyukur, bisa mendapatkan saat-saat bahagia seperti itu. Saya merasakan manfaat besar dongeng Ibu terhadap pertumbuhan kepribadian kami.

Continue reading “Keajaiban Mendongeng”

Mendongeng itu Mudah!

MEMILIH bacaan untuk anak di tengah-tengah lautan buku bacaan yang dewasa
ini demikian melimpah ruah, tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Apalagi bila dihadapkan dengan buku-buku bacaan hasil terjemahan, entah itu
berupa komik, cerita pendek, atau novel.

Dalam upaya menumbuhkembangkan daya intelektual anak lewat bacaan, orang tua
mempunyai peran yang cukup penting. Orang tua harus menjadi pembaca pertama
buku-buku yang kelak akan dibaca anak.

Dalam memilih bacaan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama,
lihat bahasa yang dipakainya, apakah mudah dicerna atau tidak oleh si anak.
Setelah itu lihat jalan ceritanya, konflik yang dihidupkannya, latar
ceritanya, dan sebagainya. Pasalnya, dewasa ini hal-hal yang bersifat
pornografis sudah merasuk ke dalam komik, novel, bahkan cerita pendek.
Jangan sampai hal yang belum pantas dibaca anak, malah menjadi santapannya.
Hal itu bisa membuat anak lupa pada tugas utamanya, yakni belajar menghayati
hidup dan kehidupan secara mandiri, arif dan bijaksana. Continue reading “Mendongeng itu Mudah!”

Dongeng: Asal Usul Danau Toba

danautoba11Di sebuah desa di wilayah Sumatera, hidup seorang petani. Ia seorang petani yang rajin bekerja walaupun lahan pertaniannya tidak luas. Ia bisa mencukupi kebutuhannya dari hasil kerjanya yang tidak kenal lelah. Sebenarnya usianya sudah cukup untuk menikah, tetapi ia tetap memilih hidup sendirian. Di suatu pagi hari yang cerah, petani itu memancing ikan di sungai. “Mudah-mudahan hari ini aku mendapat ikan yang besar,” gumam petani tersebut dalam hati. Beberapa saat setelah kailnya dilemparkan, kailnya terlihat bergoyang-goyang. Ia segera menarik kailnya. Petani itu bersorak kegirangan setelah mendapat seekor ikan cukup besar.

Ia takjub melihat warna sisik ikan yang indah. Sisik ikan itu berwarna kuning emas kemerah-merahan. Kedua matanya bulat dan menonjol memancarkan kilatan yang menakjubkan. “Tunggu, aku jangan dimakan! Aku akan bersedia menemanimu jika kau tidak jadi memakanku.” Petani tersebut terkejut mendengar suara dari ikan itu. Karena keterkejutannya, ikan yang ditangkapnya terjatuh ke tanah. Kemudian tidak berapa lama, ikan itu berubah wujud menjadi seorang gadis yang cantik jelita. “Bermimpikah aku?,” gumam petani.danautoba2

“Jangan takut pak, aku juga manusia seperti engkau. Aku sangat berhutang budi padamu karena telah menyelamatkanku dari kutukan Dewata,” kata gadis itu. “Namaku Puteri, aku tidak keberatan untuk menjadi istrimu,” kata gadis itu seolah mendesak. Petani itupun mengangguk. Maka jadilah mereka sebagai suami istri. Namun, ada satu janji yang telah disepakati, yaitu mereka tidak boleh menceritakan bahwa asal-usul Puteri dari seekor ikan. Jika janji itu dilanggar maka akan terjadi petaka dahsyat.

Continue reading “Dongeng: Asal Usul Danau Toba”

Cerita Rakyat dari Kalimantan Timur: Asal Usul Danau Lipan

Danau Lipan adalah sebuah tempat di Kalimantan Timur. Tepatnya di Kecamatan Muara Kaman, yang letaknya di hulu Tenggarong, Kabupaten Kutai Kertanegara. Sebutan “danau” di depan nama Lipan bukanlah mengandung arti danau yang sebenarnya. Karena tempat itu merupakan daerah yang ditumbuhi pang semak yang luas.

Konon, di suatu waktu, Muara Kaman merupakan lautan. Di sana berdirilah sebuah kerajaan dengan Bandar di tepi laut yang ramai. Tersebutlah seorang puteri cantik bernama Puteri Aji Berdarah Putih. Kata yang empunya cerita, disebut demikian karena jika sang Puteri memakan sirih, maka air sepah berwarna merah yang ditelannya akan terlihat saat mengalir. Kecantikan itu tersebar ke seantero negeri dan kerajaan di luarnya. Continue reading “Cerita Rakyat dari Kalimantan Timur: Asal Usul Danau Lipan”