Pengangguran yang Tidak Nganggur

Saya mah pengangguran, kata saya pada seorang teman lama yang tiba-tiba menyapa melalui WA.

Lalu, saya berpikir sendiri, benarkah saya pengangguran. Mungkin iya ya, hahaha. Saking penganggurannya, hingga saya tidak tahu, bingung, mau mengerjakan apa.

Pekerjaan saya banyak sebenarnya, tapi saya kesulitan MEMBAGI WAKTU. Membagi waktu yang hanya 24 jam supaya semuanya bisa berjalan dengan baik itu sangatlah sulit. Hingga akhirnya banyak yang tak tersentuh.

Tidak semua yang terlihat mudah olehmu itu benar-benar mudah. Tidak semua yang  terlihat sulit olehmu itu benar-benar sulit. Paskalina Askalin

Saya tidak terbiasa untuk mengumbar lara dan kekesalan. Percuma, paling hanya dapat kata, SABAR YA. Sesekali mengumbar kesibukan menulis karena memang itu pekerjaan, yang sebenarnya sulit saya lakukan saat ini, sulit saya sempatkan. TAPI HARUS SAYA LAKUKAN. HIDUP HARUS BERJALAN, BOLA BOLA PERLU MINUM SUSU DAN MAKAN MAKANAN BERGIZI.

Jadinya sulit bagi saya untuk menambah kesibukan walau hanya sekadar mencatat atau apapun itu. Saya sudah terengah-engah luar biasa. Jika saya katakan tidak, ya TIDAK. TIDAK ADA BASA BASI. Karena bagi saya, kalau memang saya tidak bisa fokus membantu lebih baik tidak sama sekali. Tidak ada yang tahu juga jungkir balik saya tahun lalu tidak perlu saya bercerita juga, hanya Tuhan yang tahu ☺️

Hanya sekadar cerita saja. Yang baca pasti juga bingung bacanya hahahaha😅

Jadi apakah saya pengangguran di rumah? Anggap saja begitu☺️ Semua orang bebas beranggapan.

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *