Sejenak Bermain di The Park Sawangan

#catatanibudirumah #tempatbermainanak #theparksawangan #maltheparksawangan

Pergi ke mal atau jalan-jalan ke mal bukan menjadi kebiasaan keluarga kami. Kalau pun harus pergi ke mal, pasti punya tujuan pasti, misalnya makan di restoran cepat saji, beli sepatu/baju, pergi ke playground atau arena bermain anak, seperti Timezone, Fun World, Kidzania, Kidzilla, dan sebagainya.

Hari ini, Sabtu, 28 Mei 2022, setelah sekian lama tidak pergi ke mal karena pandemi, kami pergi ke mal. Itu pun karena saya yang memberi ide pada si Kakak. Si Kakak selalu meminta pergi liburan jika hari libur tiba.

Saat ide sudah diberikan, si Kakak tidak berhenti bertanya kapan pergi, kapan pergi.  Jadilah, pukul 13.00 waktu Depok, di Sabtu yang adem, karena usai hujan mengguyur deras di pagi hari, kami pergi ke mal The Park Sawangan, yang kata orang adalah mal mewah.

Pandemi telah hampir menuju endemi. Mal The Park Sawangan sudah benar-benar terbuka untuk pengunjung, hampir tak ada lagi pembatasan. Saat memasuki mal, pengunjung hanya diminta scan barcode melalui aplikasi Peduli Lindungi.

Tibalah kami di dalam mal The Park Sawangan. Si Kakak dan si Adek tak sabar untuk berlarian ke sana ke mari. Memang, ini mal yang sangat mewah. Rasanya saya tak berani untuk memasuki salah satu tokonya.

Kami langsung ke eskalator untuk menuju tempat bermain anak yang terletak di lantai paling atas. Si Kakak begitu bersemangat ingin segera bermain.

Sampai di lantai teratas Tha Park Sawangan, ada dua tempat bermain, Fun World dan Kidzilla. Kami memilih bermain di Fun World.
Si Adek yang baru pertama kali ke Fun World sama antusiasnya sama si Kakak. Meskipun baru pertama, si Adek begitu berani berada di tempat umum. Tidak ada takut sedikit pun.

Kakak dan Adek bermain sepuasnya, selama hampir dua jam. Hampir semua mainan dicobanya. Tetapi, kupon yang didapat hanya 125 kupon saja. Kakak belum tahu cara mendapatkan kupon banyak ☺️.

Menemani mereka ke sana ke mari selama dua jam terasa singkat. Mereka, si Kakak dan si Adek, tidak punya rasa lelah, sementara saya rasanya sudah merasa lelah berjalan mengikuti mereka.

Waktunya untuk pulang. Walau dengan berat hati, setengah dipaksa pulang, Kakak dan Adek mau diajak pulang. Tapi, si Kakak masih meminta syarat sebelum pulang. Masih ada mainan yang belum dicoba. Naik boneka besar dan berkeliling mal.

WAKTU KELUARGA: KEBERSAMAAN (SELF REMINDER)

Saya tidak membiasakan si Kakak dan si Adek untuk pergi ke tempat bermain atau ke mal. Pergi ke mal hanya sesekali saja, saat ada rezeki☺️ dan ada waktu untuk pergi.

Bermain yang menyenangkan tidak harus pergi ke mal. Membebaskan mereka bermain di dalam rumah, di teras rumah, di jalan depan rumah, lebih membahagiakan, menurut saya.

Saya pun lebih ingin mengutamakan kebersamaan keluarga ketimbang tempatnya. Bukan tak ingin pergi ke tempat yang Instagramable atau tempat yang viral, seperti orang lain. Saya cukup berpikir logis saja, kebutuhan mana yang perlu dicukupi terlebih dahulu.

Lagi pula, percuma juga pergi ke tempat-tempat “bagus” jika tak ada kebersamaan keluarga, kebersamaan hanya sebatas foto yang Instagramable. #selfreminder

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *