Sekilas Cerita tentang Tempe Goreng hingga Asem-asem Tempe

Libur lebaran belum sepenuhnya Usai. Masih banyak pemudik yang enggan balik kota tempat perantauan mereka. Situasi ini tentu sangat berpengaruh untuk kota-kota yang ditinggalkan oleh yang pulang kampung.

Imbas yang saya rasakan adalah belum adanya atau belum lengkapnya sayuran yang dijual oleh penjual sayur, baik itu penjual sayur online maupun penjual sayur offline.
Jika tukang sayur offline, tidak ada masalah buat saya karena masih ada sayur online. Namun, di masa arus balik Lebaran ini situasinya masih belum sempurna karena masih banyak penjual sayur yang belum kembali, jadinya sayuran atau lauk yang dicari belum ada.

Kondisi ini sedikit membuat susah karena ada makanan yang biasanya menjadi menu harian di rumah, menjadi tidak ada misalnya tempe.

Beberapa bulan belakangan ini saya memilih beli sayur lauk pauk seperti tempe tahu melalui toko online di salah satu marketplace. Setelah beberapa hari tidak membeli tempe, hari ini pukul 2 pagi saya belanja online. Pencarian pertama adalah tempe dan tahu, lalu sayuran, bumbu-bumbu, dan lainnya.

Tempe bungkus kecil

Dalam daftar belanjaan saya pagi ini ada tiga macam tempe yang saya beli tempe papan, tempe mendoan dan tempe bungkus kecil (tidak tahu namanya apa, tempe dibungkus daun berlapis kertas). Tapi sayang ternyata tempe mendoan tidak ada jadi saya hanya mendapatkan dua macam tempe, tempe papan dan tempe bungkus kecil.

Tempe papan plastik

Tidak masalah yang penting ada tempe. Rasanya sudah tenang kalau ada tempe di kulkas.

Bagaimana kalau di rumah Anda? Apakah tempe menjadi makanan yang selalu ada atau sama sekali tidak pernah ada?

Tempe bisa dinikmati secara sederhana hingga berkelas. Dinikmati secara sederhana, tempe diolah hanya dengan digoreng. Tempe dinikmati secara berkelas ketika tempe diolah menjadi “burger tempe” atau “piza tempe.”

Tempe bisa diolah dengan “seribu” kreasi. Tergantung pada yang memasaknya.

Hampir setiap hari tempe goreng original atau tempe goreng tepung menjadi bagian dari menu harian makan di rumah saya. Kalau tidak ada tempe, pasti ditanyakan. Sebagai “koki” di rumah, saya sendiri sampai bosan memasak tempe hahaha😅. Tetapi, tempe akan selalu ada.

Tempe goreng, rasa original tempe.

Tempe bisa menjadi cemilan, lauk, hingga sayur. Tempe juga bisa dipadupadankan dengan sayur atau lauk lainnya sehingga menjadi menu makanan dengan cita rasa lain.

Berikut ini 10 olahan tempe yang pernah saya coba.
1. Tempe goreng
2. Keripik tempe
3. Tempe goreng tepung
4. Tempe bacem gula merah
5. Orek tempe
6. Perkedel tempe
7. Balado tempe
8. Sayur asem-asem tempe (bisa dicampur wortel atau sayuran lain sesuai selera)
9. Sayur lodeh tempe (bisa dicampur dengan sayuran lain)
10. Tumis tempe

Sayur asem-asem tempe.

Untuk piza tempe dan burger tempe, saya belum pernah mencobanya. Saya suka makan piza atau burger, tapi bukan pecinta sesungguhnya. Jadi tidak ingin mengubah kekhasan rasa tempe. Jika ingin makan piza atau burger, ya langsung saja beli piza dan burger.

Mungkin Anda punya pendapat lain, silakan berkomentar di kolom komentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *