Siap Masuk SD di Masa Pandemi

Si Kakak sudah lulus dari sekolah taman kanak-kanak. Kini, dia harus siap masuk SD. Siap tidak siap, kakak akan masuk SD bulan depan.

Horeeee Kakak Kenan sudah lulus TK❤️

Sebenarnya, kalau boleh jujur, anaknya siap saja masuk SD, emaknya ini yang was-was karena begitu banyak yang dirasa masih belum siap jika si Kakak masuk SD.
Setahun di TK B dan harus belajar secara daring, duh, masih jauh sekali dari sempurna. Banyak materi-materi yang belum dikuasai si Kakak dengan baik. Hal ini membuat saya, emaknya, perlu melakukan sesuatu untuk “menambal” segala kekurangan materi saat si Kakak di TK B. Dan ternyata, bagian yang ditambal itu banyak sekali.
Di saat waktu menunggu awal tahun ajaran baru, si Kakak harus ekstra keras belajar. Ada empat fokus materi yang saya latihkan pada si Kakak untuk persiapan masuk SD.

(1) Membaca nyaring
Urusan membaca nyaring, tidak perlu dikhawatirkan. Kakak sudah bisa membaca dengan lancar. Bacaan fiksi, nonfiksi, artikel, dan teks bahasa Inggris sudah bisa dibaca si Kakak dengan baik. Puji Tuhan.
Namun, kemampuan membaca nyaring tetap harus diasah setiap hari. Si Kakak harus membaca buku atau membaca soal-soal yang dikerjakan. Membaca buku tematik juga sebagai latihan membaca nyaring sekaligus latihan materi di dalamnya.

Kakak Kenan membaca buku

(2) Tematik
Buku pelajaran SD yang digunakan adalah Tematik. Kebetulan di rumah ada buku Tematik SD kelas 1, jadilah saya ajak si Kakak untuk belajar bersama tematik. Walaupun hampir semua materi lebih banyak praktik bersama guru dan teman-teman, tidak apa, dengan membaca dan memahami isinya sudah lebih dari cukup untuk persiapan si Kakak masuk SD.

Kakak Kenan belajar dengan Buku Tematik SD Kelas 1

Lagi pula, si Kakak masuk di kelas bilingual, pelajaran Tematik-nya pastilah disajikan dengan dua bahasa. Tematik yang saat ini dipakai di rumah, hanya sebagai pemanasan saja.

(3) Berhitung
Ketika di taman kanak-kanak, aktivitas berhitung ini sangat terbatas. Oleh karena itu, si Kakak harus ekstra belajar matematika untuk persiapan masuk SD.
Dari sekian banyak kecerdasan yang diperkenalkan oleh Howard Gardner, kecerdasan matematis ini yang paling sulit bagi si Kakak dan cenderung dihindari oleh si Kakak, hingga akhirnya jadi malas sekali kalau diajak belajar berhitung (Mungkin hal ini nurun dari saya, yang tidak suka urusan matematika hehehe).

Kakak Kenan belajar berhitung (Matematika)

Tapi belajar berhitung tetap harus dilakukan. Si Kakak sebenarnya sudah bisa berhitung, hanya saja Kakak tidak begitu menyenangi matematika.

(4) Bahasa Inggris
Si Kakak akan masuk kelas bilingual. Sudah pasti kemampuan bahasa Inggrisnya harus diasah di rumah. Saat di TK B tidak ada pembelajaran khusus bahasa Inggris. Untuk mengasah kemampuan bahasa Inggris si Kakak, sudah hampir tiga bulan ini Kakak les bahasa Inggris via zoom, seminggu dua kali. Puji Tuhan, kemampuan bahasa Inggris Kakak jadi lebih baik.

Kakak Kenan les bahasa Inggris via zoom

Untuk urusan bahasa Inggris ini saya benar-benar angkat tangan. Kemampuan bahasa Inggris saya minus banget🤭.

Tahun ajaran baru akan segera tiba, setiap anak itu unik tidak bisa disamaratakan. Si Kakak unggul dalam kemampuan membaca, anak lain mungkin lebih unggul di bidang matematika, atau unggul kemampuan bahasa Inggrisnya. Yang saya share di atas, pengalaman saya bersama anak saya yang akan masuk SD bulan depan.


Masa pandemi ini memang berbeda dengan masa normal. Orangtua harus lebih ekstra mempersiapkan anak masuk SD. Yang belum siap-siap, masih ada waktu Moms, Dads, Bunda, Ayah… Ayo dampingi anak di rumah, mempersiapkan jenjang selanjutnya pendidikan mereka. Semangat💪

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *