Aktivitas Seru Belajar Warna dengan Kertas Origami

#duniaanak #ibudirumah #aktivitasseru #aktivitasanak #aktivitasanakdirumah #belajardirumah

Mengajak anak bermain dan belajar warna dapat dilakukan di rumah dengan memanfaatkan barang bekas atau benda yang ada di rumah. Dengan sedikit ide, kita bisa menciptakan satu kegiatan yang menarik untuk anak, terutama anak usia di bawah tiga tahun (batita).

Kakak Kenan dan Adek Krisan bersama boneka boba yang viral itu.

Saya ingin berbagi ide saat mengajak anak saya, Krisan, 2,3 tahun, bermain sambil belajar warna dengan kertas origami. Ide muncul saat beberapa waktu lalu si Kakak (7,5 thn), membuat prakarya dengan menggunakan kertas origami. Si Adek  ikut-ikutan juga ingin melakukan kegiatan yang sama dengan kakaknya. Jadilah ide aktivitas belajar warna dengan kertas origami.

Bahan dan alat yang dibutuhkan adalah kertas origami aneka warna, lakban kertas, dan gunting. Ukuran kertas origami sesuai dengan yang ada di rumah ukuran besar atau kecil tidak masalah.

Kemudian kertas origami dilubangi bentuk lingkaran bagian tengahnya dengan rapi. Lingkaran hasil guntingan jangan dibuang, karena akan digunakan untuk beraktivitas. Bentuk lubang di tengah kertas origami bisa berbentuk lingkaran, persegi, segitiga, atau bentuk lainnya.

Persiapan aktivitas, menggunting kertas origami dan memasang lakban kertas.

Setelah kertas origami dilubangi, beri double tip, lem, atau lakban kertas. Saya pilih lakban kertas karena tidak menyebabkan bekas noda/lem di dinding. Saya sangat menyarankan menggunakan lakban kertas.

Bagian kertas origami yang berlubang ditempel di dinding, di pintu, di papan whiteboard, atau lainnya sesuai yang ada. Bagian potongannya disiapkan untuk anak beraktivitas.

Potongan yang berbentuk lingkaran juga diberi lakban kertas. Lingkaran kertas yang sudah diberi lakban kertas bisa ditempelkan di dekat lubang kertas atau dipegang.

Aktivitas seru pun dimulai. Anak saya, si Adek Krisan, begitu antusias melakukan aktivitas ini. Tanpa instruksi panjag-panjang, Krisan langsung bisa menempel lingkaran pada lubang kertas sesuai warnanya.

Inti aktivitas ini adalah memasangkan warna dengan menempelkan lingkaran pada lubang sesuai warna. Aktivitas ini untuk anak usia 2-3 tahun.

Pada saat praktiknya, tidak selalu sesuai rencana. Setiap anak unik dan punya imajinasi yang berbeda-beda. Saat Krisan diajak menempelkan lingkaran warna, dia begitu bersemangat dan bisa menyelesaikan aktivitas hingga selesai.

Namun, tidak sesempurna kelihatannya. Krisan punya imajinasi lain, dia menggoda saya dengan menempel lingkaran pada warna yang tidak sesuai. Saat melakukannya, Krisan melihat ke arah saya. Anak-anak juga bisa jahil 😅.

Aktivitas seru menempel kertas origami ini tidak sekadar mengasah pengetahuan warna. Anak juga terasah motoriknya, baik itu motorik kasar maupun motorik halus.

Bebaskan Mereka untuk Bermain

Suatu sore, si Kakak (7 tahun), usai mandi sore mempunyai ide membuat zebra cross.  Entah dari mana ide itu didapatkannya.
Zebra cross dibuatnya di lantai dengan menggunakan lakban cokelat. “Ya, ampun, Gusti Allah,” sambatku dalam hati. Lakban cokelat ditempelkan di lantai. Pasti nanti kalau dilepas akan meninggalkan bekas yang tidak keruan.

Ah, saya menarik napas panjang. Mencoba tenang tidak beramarah (walau sebenarnya pengen marah).
Hanya sekadar lakban menempel di lantai apalah artinya, masih bisa dibersihkan. Tetapi kreativitas yang dibuat si Kakak adalah aset berharga.
Setelah zebra cross terbuat, si Kakak memakai baju polisi yang sebenarnya sudah kekecilan. Saya biarkan, saya bebaskan si Kakak beraksi sesuai idenya. Ide si Kakak masih berlanjut dengan membuat lampu merah.
Diambilnya kertas origami warna merah, hijau, dan kuning, lalu dibuatnya lampu lalu lintas. Jadilah si Kakak bermain peran menjadi polisi yang membantu menyeberang di zebra cross.

Continue reading “Bebaskan Mereka untuk Bermain”

Resensi Buku: Seni Berbicara Pada Anak, Panduan Mendidik Anak Tanpa Ngegas

Judul : Seni Berbicara Pada Anak, Panduan Mendidik Anak Tanpa Ngegas
Halaman : xx + 404
Penulis : Joanna Faber dan Julie King
Penerbit : Bhuana Ilmu Populer
Tahun : Februari 2020
ISBN : 978-623-216-595-3

Cara Kreatif Mendidik Anak Tanpa Ngegas

Di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, mencuci tangan adalah keharusan, apalagi jika sudah memegang banyak benda di luar rumah atau bepergian jauh dari rumah, sebagai orangtua kita harus terus menerus mengingatkan anak untuk mencuci tangan. Namun, bukan perkara mudah meminta anak usia 4 atau 5 tahun untuk mencuci tangan. Ada saat anak malah jadi mengamuk hanya karena diminta mencuci tangan. Alhasil, anak dan orangtua menjadi bersitegang.

 

Adakah cara yang lebih baik untuk meminta seorang anak melakukan apa yang diminta orangtuanya tanpa membuat si anak mengamuk? Adakah cara terbaik meminta si kakak berhenti mengganggu adik? Adakah cara untuk memberi tahu anak tanpa perlu emosi?

Jawabannya ada. Semuanya ada di buku Seni Berbicara pada Anak Panduan Mendidik Anak Tanpa Ngegas. Buku ini lebih lengkap dari yang Anda bayangkan. Dalam buku ini, Joanna Faber dan Julie King memberikan jawaban bagi para orangtua yang meminta strategi untuk  menghadapi si kecil. Ada anak 2 tahun yang tidak bisa diajak kerja sama, anak usia 3 tahun  yang kasar, anak 4 tahun yang galak, anak 5 tahun yang tidak bisa diatur, anak 6 tahun yang egois, dan anak 7 tahun yang tidak patuh.

Baca juga: Ulasan Buku: Mewujudkan Khayalan Anak yang Tidak Masuk Akal

Joanna Faber dan Julie King adalah pakar pendidikan dan parenting yang sudah berpengalaman puluhan tahun. Mereka berdua mendampingi banyak orangtua dalam berbagai lokakarya dan komunitas untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam mendidik anak. Dalam buku ini adalah ratusan kisah nyata dari pengalaman Joanna dan Julie sendiri, juga pengalaman banyak orangtua (komunitas/peserta pelatihan) dalam mendidik anak tanpa emosi dan amarah, tanpa “ngegas”.

Continue reading “Resensi Buku: Seni Berbicara Pada Anak, Panduan Mendidik Anak Tanpa Ngegas”