Manakah Penulisan yang Benar Iduladha atau Idul Adha?

Halo Sahabat, semoga senantiasa sehat.

Sebentar lagi umat Islam akan merayakan hari raya Iduladha. Di media sosial, akan bermunculan ucapan hari raya Iduladha. Namun, masih ada yang belum paham, jika penulisan yang benar sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah Iduladha, dengan tulisan disambung, bukan Idul Adha.

Hari raya Iduladha dikenal juga dengan sebutan Lebaran Haji atau Lebaran Kurban. Biasanya pada Lebaran Haji umat Islam berbondong-bondong ke Mekah untuk melakukan ibadah haji. Namun tahun 2020 ini menjadi berbeda, pandemi telah mengubah segalanya. Demi keselamatan seluruh warga Indonesia, tahun 2020 ini tidak ada semua rencana keberangkatan haji dibatalkan. Pihak pemerintah Arab Saudi pun menutup pelaksanaan haji setelah ada warganya yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Eh kok jadi ngomongin pandemi. Tidak apa ya, segala aspek kehidupan saat ini tak bisa lepas dari pandemi yang masih berlangsung. Semoga pandemi ini segera berlalu. Amin

Pada saat hari raya Iduladha, banyak umat Islam yang menyembelih hewan kurban.

Oh ya Sahabat, apakah Sahabat tahu penulisan yang benar, hewan kurban atau hewan korban? Dua kata, kurban dan korban, ada di Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai kata baku. Namun, ternyata kurban dan korban memiliki perbedaan makna dan perbedaannya itu akan lebih mudah dipahami jika digunakan dalam kalimat.

Sesuai dengan KBBI daring, korban memiliki dua makna:

  • pemberian  untuk menyatakan kebaktian, kesetiaan, dan sebagainya; kurban. Contoh kalimatnya: Jangankan harta, jiwa sekalipun kami berikan sebagai korban.
  • orang, binatang, dan sebagainya yang menjadi menderita (mati dan sebagainya) akibat suatu kejadian, perbuatan jahat, dan sebagainya. Contoh kalimatnya: Sepuluh orang korban tabrakan itu dirawat di rumah sakit Bogor.

Sesuai dengan KBBI daring, kurban memiliki dua makna:

  • (Islam) persembahan kepada Allah (seperti biri-biri, sapi, unta yang disembelih pada hari Lebaran Haji) sebagai wujud ketaatan muslim kepada-Nya. Contoh kalimatnya: Dia menyembelih kerbau untuk kurban.
  • pujaan atau persembahan kepada dewa-dewa. Contoh kalimatnya: Setahun sekali diadakan upacara mempersembahkan kurban kepada Batara Brahma.

Jadi, penggunaan kata yang tepat untuk maksud kurban di hari raya Iduladha adalah kurban, bukan korban. Perbedaan makna kurban dan korban dapat dipahami lebih jelas setelah digunakan dalam kalimat. Jika ingin lebih jelas, Sahabat bisa mengunjungi KBBI DARING.

Untuk Sahabat Muslim, selamat merayakan hari raya Iduladha.

Kata Baku dan Kata Tidak Baku dalam Bahasa Indonesia

Kata baku adalah kata yang digunakan sesuai dengan kaidah dan pedoman bahasa yang berlaku. Kaidah dan pedoman kata baku bahasa Indonesia adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia. Maka, jika kita ingin mengecek apakah sebuah kata itu baku atau tidak baku, kita bisa mengeceknya di Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Jika kata yang digunakan tidak sesuai kaidah dan pedoman bahasa Indonesia disebut kata tidak baku. Penggunaan kata tidak baku itu tidak salah, tetapi tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

Kalimat atau bahasa formal sebaiknya menggunakan kata baku. Namun, jika ada kata tidak baku dalam kalimat formal bukanlah sebuah kesalahan, hanya terjadi ketidaksesuaian. 

Misalnya dalam sebuah surat resmi terdapat penggunaan kata tidak baku, surat tersebut tidak salah, hanya perlu perbaikan kesesuaian penggunaan kata, mungkin sang pembuat surat tidak paham kata baku dan kata tidak baku.

Continue reading “Kata Baku dan Kata Tidak Baku dalam Bahasa Indonesia”

Editing: Kata Baku dan Tidak Baku

Ketika saya mengedit buku, yang paling sering ditemukan adalah penggunaan kata tidak baku. Untuk mengetahui apakah sebuah kata ini baku atau tidak baku, saya cek di Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Wah, mungkin bagi sebagian orang malas untuk buka kamus. Jangan salah, kamus juga sudah ramah teknologi. Kita tak perlu lagi buka kamus tebal, cukup satu kali ketik kata di aplikasi, kita langsung mengetahui kata baku dan tidak baku.
Continue reading “Editing: Kata Baku dan Tidak Baku”