Tanpa Gawai, Bisakah?

Saya pernah baca sebuah quote yang berbunyi kira-kira seperti ini

“TIDAK APA-APA ANAK MEMBUAT RUMAH BERANTAKAN, DARIPADA OTAK ANAK YANG BERANTAKAN KARENA KESERINGAN PEGANG GAWAI”

Saya yakin semua sepakat, gawai bukan mainan untuk anak-anak, sedini mungkin penggunaan gawai pada anak-anak harus dibatasi. Kita harus mengembalikan kebiasaan anak pada kebiasaan normalnya anak-anak, bermain dan bermain, walau menjadikan rumah berantakan. Namun, saya tak ingin panjang lebar cerita tentang negatifnya gawai. Sebagai orangtua, saya paham banget, bukan sesuatu yang mudah menjauhkan anak kita dari gawai. Ketika kita melarang penggunaan gawai, orang-orang di sekitar pergaulan anak kita begitu lekat dengan gawai. Continue reading