Dongeng: Ikan Emas Ajaib

Dongeng dari Rusia

Zaman dahulu kala, di sebuah pulau bernama Buyan, tinggalah sepasang kakek dan nenek yang sangat miskin. Pekerjaan si Kakek adalah mencari ikan di laut. Meski hampir setiap hari kakek pergi menjala ikan, namun hasil yang didapat hanya cukup untuk makan sehari-hari saja.

Suatu hari ketika si Kakek sedang menjala ikan, tiba-tiba jalanya terasa sangat berat. Seperti ada ikan raksasa yang terperangkap di dalamnya.

“Ah, pasti ikan yang sangat besar,” pikir si Kakek.

Dengan sekuat tenaga si Kakek menarik jalanya. Namun ternyata tidak ada apapun kecuali seekor ikan kecil yang tersangkut di jalanya. Rupanya ikan kecil itu bukan ikan biasa, badannya berkilau seperti emas dan bisa berbicara seperti layaknya manusia.

“Kakek, tolong lepaskan aku. Aku akan mengabulkan semua permintaanmu!” kata si Ikan Emas.

Si kakek berpikir sejenak, lalu katanya, “Aku tidak memerlukan apapun darimu, tapi aku akan melepaskanmu. Pergilah!”

Kakek melepaskan ikan emas itu kembali ke laut, lalu dia pun kembali pulang. Sesampainya di rumah, Nenek menanyakan hasil tangkapan Kakek.

“Hari ini aku hanya mendapatkan satu ekor ikan emas, dan itu pun sudah aku lepas kembali,” kata Kakek, “aku yakin kalau itu adalah ikan ajaib, karena dia bisa berbicara. Katanya dia akan memberiku imbalan jika aku mau melepaskannya.”

“Lalu apa yang kau minta,” tanya Nenek.

“Tidak ada,” kata Kakek. Continue reading “Dongeng: Ikan Emas Ajaib”

CEMARA YANG PONGAH, HC ANDERSEN

Cemara yang Pongah

Karya HC Andersen

Di hutan yang sangat subur, tumbuhlah sebatang pohon cemara kecil. Di sekelilingnya juga tumbuh pohon pinus dan pohon cemara lainnya. Cemara Kecil banyak terkena cahaya matahari dan udara segar.

Cemara Kecil memiliki semangat hidup yang sangat besar. Ia selalu berkhayal menjadi Cemara yang besar dan tinggi. Ia terlalu sibuk dengan khayalannya, dan tak peduli dengan sekelilingnya. Ia tak peduli akan hangatnya cahaya matahari dan udara segar. Ia juga tak mempedulikan anak-anak yang bermain di dekatnya. Anak-anak itu sering mengaguminya.

“Lihat! Cemara Kecil ini cantik sekali, ya!” Tapi, Cemara Kecil itu tak suka mendengarnya.

“Oh, andai saja aku besar seperti yang lain!” keluh Cemara Kecil. “Aku akan merentangkan cabang-cabangku. Dengan puncakku, aku dapat memandang alam bebas. Burung-burung akan bersarang di cabangku. Aku akan mengangguk-angguk lembut saat angin berhembus.”

Cemara Kecil selalu merasa tak bahagia. Ia tak dapat menikmati sinar cahaya matahari. Ia juga tak mendengar kicauan burung-burung yang menghiburnya. Kelembutan awan yang menyelimutinya pada pagi dan siang hari tak dirasakannya.

Sekarang musim dingin tiba. Salju mulai bertebaran. Kelinci-kelinci sering melompati Cemara Kecil. Oh, menjengkelkan cekali!

Tak terasa dua musim dingin berlalu. Menjelang musim dingin ketiga, Cemara Kecil mulai tinggi. Sekarang ia menjadi Cemara Muda.

“Asyik, sekarang aku tumbuh tinggi,” pikirnya senang.

Cemara Muda bergidik ketika melihat Cemara tertinggi dirobohkan. Ya, setiap musim gugur, penembang kayu selalu merobohkan beberapa pohon cemara yang tinggi. Cabang-cabangnya dipangkas dan diangkut dengan gerobak.

“Apa yang terjadi pada mereka, ya? Dibawa ke mana mereka?” Cemara Muda jadi penasaran.

Saat musim semi tiba, Burung Layang-layang dan Bangau terbang dan hinggap di dekap Cemara Muda. Cemara itu bertanya, “Apa yang terjadi dengan cemara-cemara yang dirobohkan itu?”

“Wah, aku tak tahu,” jawab Bangau. “Tapi, ketika aku terbang dari Mesir, aku melihat banyak kapal baru. Di kapal itu ada tiang besar yang terbuat dari pinus. Mereka titip salam untukmu.” Continue reading “CEMARA YANG PONGAH, HC ANDERSEN”

Cerita Rakyat: Asal Mula Selat Bali

Asal Mula Selat Bali

Pada zaman dulu di kerajaan Daha hiduplah seorang Brahmana yang benama Sidi mantra yang sangat terkenal kesaktiannya. Sanghyang Widya atau Batara Guru menghadiahinya harta benda dan seorang istri yang cantik. Sesudah bertahun-tahun kawin, mereka mendapat seorang anak yang mereka namai Manik Angkeran.

Meskipun Manik Angkeran seorang pemuda yang gagah dan pandai namun dia mempunyai sifat yang kurang baik, yaitu suka berjudi. Dia sering kalah sehingga dia terpaksa mempertaruhkan harta kekayaan orang tuanya, malahan berhutang pada orang lain. Karena tidak dapat membayar hutang, Manik Angkeran meminta bantuan ayahnya untuk berbuat sesuatu. Sidi Mantra berpuasa dan berdoa untuk memohon pertolongan dewa-dewa. Tiba-tiba dia mendengar suara, “Hai, Sidi Mantra, di kawah Gunung Agung ada harta karun yang dijaga seekor naga yang bernarna Naga Besukih. Pergilah ke sana dan mintalah supaya dia mau memberi sedikit hartanya.”

Sidi Mantra pergi ke Gunung Agung dengan mengatasi segala rintangan. Sesampainya di tepi kawah Gunung Agung, dia duduk bersila. Sambil membunyikan genta dia membaca mantra dan memanggil nama Naga Besukih. Tidak lama kernudian sang Naga keluar. Setelah mendengar maksud kedatangan Sidi Mantra, Naga Besukih menggeliat dan dari sisiknya keluar emas dan intan. Setelah mengucapkan terima kasih, Sidi Mantra mohon diri. Semua harta benda yang didapatnya diberikan kepada Manik Angkeran dengan harapan dia tidak akan berjudi lagi. Tentu saja tidak lama kemudian, harta itu habis untuk taruhan. Manik Angkeran sekali lagi minta bantuan ayahnya. Tentu saja Sidi Mantra menolak untuk membantu anakya. Continue reading “Cerita Rakyat: Asal Mula Selat Bali”

Mewarnai Dongeng~Mawar Kasih Sayang

mawar kasih sayangJudul Buku : Mewarnai Dongeng~Mawar Kasih Sayang

Penulis : Renny Yaniar

Penerbit : Gramedia

Tahun terbit : 2008

Jenis : Dongeng Anak

Tebal : 24 halaman

ISBN : 978-979-22-3702-3

Kegiatan mewarnai merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan anak. Kegiatan ini tidak saja dapat mengisi waktu kosong anak, tetapi juga sebagai aktualisasi diri anak dalam bidang seni. Melalui kegiatan mewarnai anak bisa belajar membeda-bedakan warna yang satu dengan warna yang lain. Anak juga menjadi terlatih untuk memadu-madukan warna. Kemampuan memadukan warna ini akan membantu si anak dalam berkreasi seiring dengan perkembangan usia mereka.

Media apa yang bisa Anda gunakan untuk mengajak anak melakukan kegiatan mewarnai? Buku mewarnai tentunya bisa menjadi pilihan untuk mengajak anak berkreasi dengan warna.

Dalam buku Mewarnai Dongeng: Mawar Kasih Sayang, anak tidak saja melakukan kegiatan mewarnai, tetapi juga kegiatan membaca dongeng. Sebelum orang tua membimbing anak untuk mewarnai, orang tua bisa membacakan dongengnya terlebih dahulu. Dalam dongeng terkandung pesan-pesan moral yang juga dapat bermanfaat untuk kehidupan moral anak.

Tunggu apa lagi, lakukan dua kegiatan yang menyenangkan bersama anak Anda bersama buku ini.

Resensi Buku: Kreasi Daur Ulang Kardus Kemasan

Judul : Kreasi Daur Ulang Kardus Kemasankardus-kemasan

Penulis : Hanna Paluzi

Genre : Keterampilan Anak

Penerbit : Tiga Serangkai

Terbit : 2007

Tebal : 28 hlm

ISBN : 978-979-018-125-0

Kardus kemasan minuman, kardus sepatu, kardus kemasan pasta gigi, kardus kemasan sabun, dan kotak-kotak kardus lainnya dapat disulap menjadi benda hias, benda mainan, dan benda praktis. Bagaimana kalau yang menyulap adalah anak-anak Anda?

Continue reading “Resensi Buku: Kreasi Daur Ulang Kardus Kemasan”

Resensi Buku: Tuan Lokomotif dan Dongeng-dongeng Lain

Judul Buku : Tuan Lokomotif dan Dongeng-dongeng Laintuan-lokomotif-depan

Penulis : Renny Yaniar

Penerbit : Pustaka Riang

Tahun terbit : 2008

Genre : Dongeng

Tebal : 64 halaman

ISBN : –

Lagi-lagi pantas diucapkan profisiat untuk Renny Yaniar. Setelah buku cerita anak Perjalanan Para Lobster, Renny kembali memberikan buku gratis untuk anak indonesia. Buku itu berjudul Tuan Lokomotif dan Dongeng-dongeng Lain.

Buku ini memuat 5 dongeng yang isi ceritanya sangat menarik. Meski buku ini ditujukan untuk anak-anak, orang dewasa juga patut sekali membaca buku dongeng ini. Mengapa demikian? Karena pesan yang tercermin dalam dongeng-dongeng ini bersifat universal. Misalnya, pada dongeng yang berjudul ”Penjual Buah dan Wanita Tua”.

Continue reading “Resensi Buku: Tuan Lokomotif dan Dongeng-dongeng Lain”