Resensi Buku: Seni Berbicara Pada Anak, Panduan Mendidik Anak Tanpa Ngegas

Judul : Seni Berbicara Pada Anak, Panduan Mendidik Anak Tanpa Ngegas
Halaman : xx + 404
Penulis : Joanna Faber dan Julie King
Penerbit : Bhuana Ilmu Populer
Tahun : Februari 2020
ISBN : 978-623-216-595-3

Cara Kreatif Mendidik Anak Tanpa Ngegas

Di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, mencuci tangan adalah keharusan, apalagi jika sudah memegang banyak benda di luar rumah atau bepergian jauh dari rumah, sebagai orangtua kita harus terus menerus mengingatkan anak untuk mencuci tangan. Namun, bukan perkara mudah meminta anak usia 4 atau 5 tahun untuk mencuci tangan. Ada saat anak malah jadi mengamuk hanya karena diminta mencuci tangan. Alhasil, anak dan orangtua menjadi bersitegang.

 

Adakah cara yang lebih baik untuk meminta seorang anak melakukan apa yang diminta orangtuanya tanpa membuat si anak mengamuk? Adakah cara terbaik meminta si kakak berhenti mengganggu adik? Adakah cara untuk memberi tahu anak tanpa perlu emosi?

Jawabannya ada. Semuanya ada di buku Seni Berbicara pada Anak Panduan Mendidik Anak Tanpa Ngegas. Buku ini lebih lengkap dari yang Anda bayangkan. Dalam buku ini, Joanna Faber dan Julie King memberikan jawaban bagi para orangtua yang meminta strategi untuk  menghadapi si kecil. Ada anak 2 tahun yang tidak bisa diajak kerja sama, anak usia 3 tahun  yang kasar, anak 4 tahun yang galak, anak 5 tahun yang tidak bisa diatur, anak 6 tahun yang egois, dan anak 7 tahun yang tidak patuh.

Baca juga: Ulasan Buku: Mewujudkan Khayalan Anak yang Tidak Masuk Akal

Joanna Faber dan Julie King adalah pakar pendidikan dan parenting yang sudah berpengalaman puluhan tahun. Mereka berdua mendampingi banyak orangtua dalam berbagai lokakarya dan komunitas untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam mendidik anak. Dalam buku ini adalah ratusan kisah nyata dari pengalaman Joanna dan Julie sendiri, juga pengalaman banyak orangtua (komunitas/peserta pelatihan) dalam mendidik anak tanpa emosi dan amarah, tanpa “ngegas”.

Continue reading “Resensi Buku: Seni Berbicara Pada Anak, Panduan Mendidik Anak Tanpa Ngegas”

Buku: Frühstück am Wochenende, Sarapan di Akhir Pekan

Judul: Frühstück am Wochenende, Sarapan di Akhir Pekan
Penulis: Natasha Panjaitan-Karg
Ilustrator: Arrum Aceae
Penerbit: Makmood Publisher
Tahun: 2020
ISBN: 978-623-93109-2-9

 

Dari judulnya  saja Sahabat pasti tahu jika buku ini adalah buku bilingual. Ya, memang benar. Buku ini adalah picture book dengan dua bahasa, bahasa Jerman dan bahasa Indonesia.

 

Buku ini berkisah tentang seorang anak laki-laki bernama Franz yang berkeinginan membuatkan sarapan untuk kedua orangtuanya saat akhir pekan.

Continue reading “Buku: Frühstück am Wochenende, Sarapan di Akhir Pekan”

Ulasan Buku: Mana Perilaku yang Baik dan Tidak Baik

Sudah lama sekali saya membeli buku ini, 4 atau 5 tahun yang lalu. Saya benar-benar lupa.
Buku ini buku terjemahan yang diterbitkan oleh Penerbit Bhuana Ilmu Populer (BIP) tahun 2013.
Baru beberapa bulan belakangan ini (tahun 2020) saya membacakan buku-buku ini untuk Kenan. Saya sebut buku-buku, karena buku ini berseri terdiri atas 4 judul, sedangkan yang saya beli hanya tiga judul. Buku ini lama tersimpan di kardus dan masih ada plastiknya.

Saat pertama kali buku ini dibacakan untuk Kenan, dia langsung suka dan setiap malam saya diminta membacakan buku-buku ini.
Buku-buku ini memiliki warna kover yang cerah, pink, biru, dan kuning. Buku lainnya yang tidak dibeli warnanya hijau. Buku ini juga memiliki ukuran yang mungil.

Kenapa Kenan suka buku ini? Mungkin ini alasannya.
– karena kover buku ini menarik, penuh warna.
– saat membaca buku ini Kenan harus memberi respons dengan memilih mana perilaku anak baik atau tidak baik, jadi Kenan merasa dilibatkan dalam cerita.
– cerita dalam buku ini sederhana, tentang kehidupan sehari-hari anak saat di rumah, ikut berbelanja, dan saat liburan keluarga, sehingga seakan-akan Kenan mengalaminya juga.

Jadi buku-buku apa yang saya maksud ini?? Inilah bukunya.

Tiga buku seri Aku Anak Baik.

Judul buku:
(1) Aku Anak Baik Saat Liburan
(2) Aku Anak Baik Saat Berbelanja
(3) Aku Anak Baik di Rumah
(4) Aku Anak Baik di Sekolah (belum punya)
Ide cerita: Nathalie Belineau
Teks: Emilie Beaumont
Ilustrasi: Sylvie Michelet

Tampilan dalam buku Aku Anak Baik Saat Berbelanja

Tampilan bagian dalam buku ini disajikan berpasangan, bagian kiri dan kanan. Bagian kiri menunjukkan perilaku anak baik, bagian kanan menunjukkan perilaku anak tidak baik atau sebaliknya. Membacakan buku ini sekaligus dapat berkomunikasi dan menanyakan kepada anak perilaku mana yang baik atau perilaku mana yang patut diikuti menjadi contoh. Jika anak memilih perilaku yang tidak baik sebagai perilaku baik, kita bisa menjelaskan kepada perilaku  mana yang seharusnya dicontoh.

Sahabat Paskalina yang terkasih, coba deh bacakan buku-buku ini untuk anak, adik, keponakan, atau siswa di sekolah. Pasti mereka akan suka dengan buku ini.😀

Note: Malam ini Kenan minta dibacakan buku-buku ini. Dia sudah mengambilnya di rak. Tapi saat mau tidur, Kenan memilih dibacakan buku-buku dari Let’s Read sebanyak 10 judul. Saya bacakan hingga buku ke-6. Di buku ke-7, Kenan sudah tertidur.

Fabel 34 Provinsi: Jambi – Harimau Pemakan Durian

Judul buku: Fabel 34 Provinsi: Jambi – Harimau Pemakan Durian
Penulis: Dian K.
Ilustrator: Orange Nira
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer
Tahun terbit: 2019
Tebal: 32 halaman
ISBN: 978-623-216-503-8

Fabel ini mengisahkan tentang kecerdikan sang kepala desa dalam menyelesaikan masalah yang dialami oleh penduduk desa karena ulah harimau.

Harimau setiap malam mencuri hewan ternak penduduk desa. Awalnya penduduk mengira pencuri ternak mereka adalah manusia. Ternyata setelah dilakukan penjagaan malam pencuri ternak itu ternyata seekor harimau.

Penduduk desa tidak berani menghadapi harimau itu.
Kepala desa kemudian memberi usul supaya memasang perangkap kulit durian di sekeliling kandang. Di luar dugaan, perangkap kulit durian tidak membuat harimau pergi. Harimau malah menyukai rasa manis dari kulit durian yang dijilatinya. Melihat hal itu kepala desa mengajak harimau bernegosiasi dan berhasil. Harimau berjanji tidak akan mengganggu hewan ternak penduduk desa. Sebagai gantinya harimau diperbolehkan mengambil dan makan durian sepuasnya.

Penduduk desa pun kini dapat hidup dengan tenang. Walaupun demikian, penduduk desa tetap bergiliran jaga malam untuk menjaga keamanan desa.

Akan lebih menarik jika Anda membaca buku Fabel 34 Provinsi: Jambi – Harimau Pemakan Durian secara keseluruhan. Buku ini saya rekomendasikan pada orangtua dan guru untuk dibacakan pada anak-anak. Buku ini memiliki 34 seri karena fabel berasal dari 34 provinsi di Indonesia. Mungkin Anda bisa pilih fabel yang berasal dari daerah kelahiran Anda atau daerah tempat tinggal.

Ayo bacakan buku untuk anak-anak!

Ulasan Buku: Konferensi Musim Sejagat

Sungai tampak temaram disinari cahaya lampu dari beberapa rumah warga. Sampah di pinggir sungai, di bawah jembatan, ada sesuatu yang bergerak-gerak. Adin berhenti. Dia pikir cuma sampah hanyut, tapi tampak mengeliat dan semakin membesar. Sepi. Tidak ada orang lewat lagi! Bapak-bapak belum nongkrong di pos ronda.
Benda itu makin merekah. Adin mau berteriak. Tidak bisa. Itu bukan ikan bermuka dua atau harimau putih seperti di cerita-cerita penunggu sungai. Benda itu seperti hantu Casper, tapi sekujur badannya mencuatkan aneka sampah. Pampers, kulit telur, kresek hitam, plastik putih, tali rafia, botol fresti, gelas akua, bungkus es krim, batok kelapa, ranting pohon, sedotan, …
Adin ingin berlari, tapi kekagetan memakunya. Kasihan, hantu itu diganggu sampah!

Kutipan di atas adalah ending cerita “Hantu Sampah” (hal 20-21). Akhir ceritanya cukup seram, bagi saya. Saya jadi berandai-andai, “Seandainya semua hantu sampah di Jakarta bangun dari tidurnya, apa jadinya Jakarta? Mungkin Kota Jakarta akan menjadi kota sampah.

Continue reading “Ulasan Buku: Konferensi Musim Sejagat”

Review Buku: Seeds of Inspiration

Judul: Seeds of Inspiration Motivasi untuk Setiap Hari

Penulis: Esther Idayanti

Penerbit: Kesaint Blanc

Terbit: Desember 2016, Jakarta

seeds-of-inspiration-resensi-paskalina

Buku bisa membantu kita untuk mendapatkan inspirasi. Buku juga bisa membawa semangat untuk terus bergerak menjadi lebih baik dari hari ke hari. Saya senang membaca buku motivasi harian karena membaca buku seperti ini seperti mendapatkan suplemen yang menyemangati hidup.

Buku SEEDS OF INSPIRATION MOTIVASI UNTUK SETIAP HARI, merupakan sebuah buku motivasi yang ditulis oleh Esther Idayanti. Kover buku dibuat dalam beberapa warna. Pembaca dapat memilih kover buku sesuai warna yang diinginkan. Saya memilih kover warna hitam.

Buku motivasi ini isinya mengikuti jumlah kalender masehi 2017.  Motivasi dapat dibaca setiap hari sesuai dengan bulan dan tanggal. Kita hanya perlu waktu 1-2 menit untuk membaca 1 motivasi. Tetapi, kita bisa mendapat manfaat positif sepanjang hari dan sepanjang hidup kita.

Hari ini 22 Februari 2017, ini motivasi yang bisa kita baca dan nikmati suplemennya.

Bahagia atau berarti?

Mana yang Anda pilih, hidup bahagia atau berarti? Walaupun mirip dan ada kaitannya, tetapi bahagia berbeda dengan berarti. Dapatkah kita membedakan keduanya? Seharusnya bisa, bamun ada saat-saat tertentu keduanya saling bertentangan.

BAHAGIA adalah perasaan yang menyenangkan. Anda bahagia ketika bisa berlibur, menemukan barang yang hilang atau klub sepak bola favorit Anda menang. Anda bahagia ketika mendapatkan apa yang Anda butuhkan atau inginkan, merasa bahwa hidup ini mudah.

BERARTI adalah hidup Anda memiliki tujuan dan nilai Anda merasa berarti ketika Anda melakukan sesuatu yang mengekspresikan diri Anda, terutama hal-hal positif yang dilakukan orang lain.

seeds-of-inspiration-2-resensi-paskalina

Kadang, saat mewujudkan kehidupan yang berarti, contohnya melawan korupsi, Anda mengalami banyak tekanan dan stres sehingga mengurangi kadar kebahagiaan Anda. Tetapi, Anda rela menjalani hal-hal ini untuk mendapatkan kehidupan yang berarti.

Hal-hal sepele dan membosankan seperti mencuci piring dan membersihkan rumah bisa menjadi hal yang membahagiakan kalau kita memberi “arti”, yaitu merawat orang-orang yang kita cintai. Penderitaan pun bisa dilalui bila seseorang dapat menemukan arti di dalamnya. Jadi sebaiknya kita mengukur hidup dari segi “arti”, bukan “bahagia”.

 

Ditulis oleh Paskalina Askalin