Puisi “BALADA E” Karya Y. Budi Utomo

“BALADA E”
Karya Y. Budi Utomo

Untuk mereka, yang juga tidak tahu Entah mengapa?

Ini malam,
seperti malam terakhir saja,
Berpuluh-puluh kata yang biasanya lepas tanpa jeda,
Kini meluruh,
terhenti di persembunyian makna.
Senyap.

Ini malam,
saat serpihan bulan bersenandung asmarandana
Butir-butir mesiu, pun kata-kata makian,
membuncah ke langit-langit kepalsuan.
Akal mereda, jiwa tak kuasa,
dan meronta tanpa kendali.
Tetiba, kaki menjadi tolol
Lunglai, seperti terserang cikungunya

Ini malam,
seperti mau mati rasanya.

Ini malam,
adalah malam terakhir menjadi biasa.
Sebab ia puIa,
yang adalah kawan,
harus mati,
sebagai persembahan kuasa rahwana.

Ini malam,
adalah malam jahanam,
yang bahkan malaikat pun,
Ikut tenggelam dalam melodramanya
(melebihi drama korea)

Ini malam, adalah malam durjana
Saat nurani-nurani petinggi tak mempan lagi ditanya:
“Apakah satu nyawa, tak lagi bermakna?”
atau
Pura-purakah lupa pada nasihat ibumu:
bahwa hal tertinggi dari segala hal di bumi ini adalah KEHIDUPAN.

Ini malam,
Seekor pelican di kamar pengakuan,
Bertangis dan mendaraskan litani
(terus berdoa tanpa jeda):
“tugasku sudah selesai!”

Depok, 2022

Puisi: lukalukaku

Lukalukaku

Banyak luka di tubuhku

Luka bernanah tak tersembuhkan

Belum sembuh lukaku

Kini kuterluka lagi

Belum sembuh lukaku

Lagi dan lagi kuterluka

Lagi

Lukaku meratap

Lukaku pedih

Lukaku perih

Lukaku berdarah lagi

Lukaku akan terus menjadi luka

Lukaku akan terbawa mati

18062014